Tanggal Kegiatan: 2-3 Oktober 2026
Penulis : Riskiya Wigunati (SaIG, 2310615)
Penyunting : Hilmy Nurizky (SaIG, 2400015)

Gambar 1. Peraih 2nd Runner-Up Paper and Poster Competition
Bandung, 2-3 Oktober 2026 menjadi momentum berharga bagi Tim MAO GEO dari Program Studi Sains Informasi Geografi (SaIG), Universitas Pendidikan Indonesia, yang berhasil meraih 2nd Runner-Up dalam Paper and Poster Competition pada ajang International Undergraduate Geophysics Competition (IUGC). Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika “TERRA” Institut Teknologi Bandung (ITB). Prestasi tersebut diraih melalui penelitian mengenai prioritas mitigasi likuefaksi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan mengintegrasikan parameter geofisika, kondisi geologi dan hidrogeologi, serta paparan penduduk melalui analisis spasial.
Tim MAO GEO terdiri atas Sheren Siti Salamah (NIM. 2309002), Artanty Basilia Ambarwati (NIM. 2307144), dan Riskiya Wigunati (NIM 2310615), dengan dosen pembimbing Dr. Tania Septi Anggraini, S.T., M.T., Ph.D. Penelitian yang diangkat berjudul “Prioritizing Liquefaction Disaster Mitigation Through Integrated Spatial Assessment of Hazard, Vulnerability, and Susceptibility in the Special Region of Yogyakarta.”
Penelitian ini berfokus pada penentuan prioritas mitigasi likuefaksi dengan mempertimbangkan karakteristik fisik wilayah dan potensi paparan masyarakat. Salah satu parameter penting yang digunakan adalah Peak Ground Acceleration (PGA), yaitu percepatan tanah akibat guncangan gempa bumi. Parameter ini diintegrasikan dengan produktivitas air tanah, jenis lapisan akuifer, umur batuan, dan jenis batuan untuk menilai potensi bahaya likuefaksi berdasarkan kondisi geofisika, geologi, dan hidrogeologi wilayah.
Gambar 2. Parameter yang Digunakan
Pengolahan data dilakukan menggunakan metode Weighted Overlay berbobot Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Kelima parameter bahaya diberikan skor dan bobot untuk menghasilkan peta bahaya likuefaksi. Analisis dilanjutkan dengan mengintegrasikan data populasi tahun 2025 dan kepadatan bangunan melalui metode Kernel Density untuk menyusun peta paparan. Kedua hasil analisis tersebut kemudian digabungkan menjadi peta prioritas mitigasi likuefaksi yang dievaluasi menggunakan informasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta data bahaya likuefaksi.

Gambar 3. Peta Prioritas Mitigasi Likuefaksi DIY
Penelitian ini menunjukkan bagaimana ilmu geospasial dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan analisis kondisi kebumian dengan kebutuhan mitigasi bencana. Integrasi parameter fisik wilayah dan paparan masyarakat memberikan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam mendukung identifikasi wilayah yang perlu diprioritaskan dalam upaya pengurangan risiko likuefaksi.

Gambar 4. Tim Mao Geo
Raihan 2nd Runner-Up pada IUGC ITB menjadi pencapaian sekaligus bentuk kontribusi Tim MAO GEO dalam memperkenalkan keilmuan Sains Informasi Geografi pada kajian kebumian dan mitigasi bencana. Keikutsertaan dalam kompetisi geofisika tingkat internasional ini juga menunjukkan bahwa pendekatan geospasial memiliki peluang untuk mendukung pengembangan penelitian lintas disiplin. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi pendukung bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam perencanaan mitigasi likuefaksi di DIY, sekaligus mendorong mahasiswa SaIG UPI untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang inovatif, kolaboratif, dan bermanfaat bagi masyarakat.