Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Torehkan Tinta Emas! Dua Mahasiswa IPAI UPI Sabet Peringkat Pertama Lomba Esai Nasional

Bandung – Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kabar membanggakan kembali datang menghiasi mimbar akademik Program Studi Ilmu Pengetahuan Agama Islam (IPAI), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dua mahasiswa berprestasi dari angkatan 2025, yakni Raka Syaiful Rohman dan Aminati Rahma Susanti, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih posisi Juara 1 dalam ajang Lomba Essay Nasional Redaksi VIII yang diselenggarakan oleh KSR PMI - POLTEKKES Kemenkes Denpasar baru-baru ini. Keberhasilan luar biasa ini tidak hanya menjadi wujud nyata dari dedikasi akademis kedua mahasiswa, tetapi juga mengukuhkan eksistensi program studi IPAI di kancah nasional melalui karya tulis yang solutif dan inovatif.

Meneguhkan Tradisi Literasi dan Berpikir Kritis

Prestasi yang ditorehkan oleh ananda Raka dan Aminati merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, serta iklim akademik yang sehat di lingkungan Program Studi IPAI UPI. Lomba Esai Nasional yang diinisiasi oleh institusi kesehatan sekelas POLTEKKES Kemenkes Denpasar tentu menuntut para pesertanya untuk tidak hanya memiliki gagasan yang cerdas, tetapi juga kemampuan artikulasi narasi yang tajam, terstruktur, dan mampu menjawab berbagai isu terkini. Keikutsertaan dan kemenangan mahasiswa IPAI dalam kompetisi yang memadukan isu sosial-kesehatan dan kemanusiaan ini membuktikan bahwa diskursus keislaman dapat berdialog secara harmonis dengan berbagai disiplin ilmu. Pencapaian ini sangat selaras dengan visi Universitas Pendidikan Indonesia sebagai institusi yang senantiasa tampil Pelopor dan Unggul dalam melahirkan intelektual muda yang beradab.

Integrasi Nilai Keislaman dalam Kajian Ilmiah

Dalam konteks kompetisi karya tulis yang bersinggungan dengan ranah kemanusiaan dan kepalangmerahan, mahasiswa IPAI dituntut mampu menghadirkan sintesis antara nilai-nilai teologis dengan realitas empiris masyarakat. Secara teoretis, kemampuan mengintegrasikan etika Islam ke dalam diskursus sosial-kesehatan merupakan manifestasi dari konsep Maqashid asy-Syariah, khususnya pada pilar Hifdz an-Nafs (pemeliharaan jiwa) dan Hifdz al-'Aql (pemeliharaan akal intelektual). Sebagaimana yang kerap dieksplorasi dalam berbagai literatur pada jurnal ilmiah bereputasi internasional (terindeks Scopus maupun Sinta), integrasi epistemologis antara sains dan agama dewasa ini bukan sekadar apologetik, melainkan sebuah instrumen metodologis yang esensial guna merumuskan solusi komprehensif atas problematika humanisme modern. Melalui esainya, Raka dan Aminati sukses mengaplikasikan kerangka teoretis tersebut menjadi sebuah diskursus yang bernas dan berbobot.

Kontribusi Nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Lebih jauh, capaian prestasi ini juga merepresentasikan komitmen nyata institusi beserta mahasiswanya terhadap perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, diskursus dan diskursus intelektual yang dimenangkan melalui kompetisi karya tulis ilmiah secara langsung bermuara pada pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), di mana mahasiswa mendemonstrasikan kapasitas literasi, nalar kritis, dan keterampilan abad 21 yang mumpuni. Kedua, mengingat lokus kompetisi ini berafiliasi dengan pilar-pilar kesehatan, gagasan yang ditawarkan memiliki probabilitas tinggi untuk mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Sinergi lintas batas disiplin ini menunjukkan bahwa mahasiswa IPAI peka terhadap agenda global pembangunan manusia yang inklusif dan berkelanjutan.

Refleksi dan Panggilan untuk Berkarya

Alhamdulillah wa Barakallahu fiik... Pencapaian yang diraih oleh Raka Syaiful Rohman dan Aminati Rahma Susanti adalah sebuah oase inspirasi yang patut kita syukuri dan renungkan maknanya bersama. Keberhasilan mereka merefleksikan sebuah pesan kuat bahwa batasan program studi bukanlah penghalang untuk berinovasi di bidang apa pun; sebaliknya, identitas sebagai mahasiswa Pendidikan Agama Islam adalah fondasi etis yang kokoh untuk memancarkan nilai rahmatan lil 'alamin melalui gagasan penyelesaian masalah nyata. Oleh karena itu, kepada seluruh mahasiswa IPAI UPI, mari jadikan momentum kebanggaan ini sebagai pemantik semangat juang. Jangan pernah ragu untuk keluar dari zona nyaman, asah terus ketajaman pena dan analisis kalian, serta beranikan diri untuk bertarung dalam berbagai kompetisi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional. Mari kita teruskan tradisi juara ini, hasilkan karya-karya bermakna, dan harumkan nama Almamater di manapun kita berada. Sebab, setiap gagasan hebat yang kalian tulis adalah bagian dari dedikasi nyata, dakwah, dan amal jariyah bagi kemajuan peradaban.