GARUT — Kesadaran akan pentingnya transformasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terus diperkuat melalui kolaborasi antar lembaga pendidikan. Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersama Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kabupaten Garut menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pemanfaatan Teknologi untuk Evaluasi Pembelajaran, pada tanggal 26–28 Juli 2025.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Kepakaran Bidang Ilmu (PkM Bidang Ilmu) ini dipimpin oleh Ketua P2M IPAI UPI, Dr. Saepul Anwar, S.Pd.I., M.Ag. Sebanyak 40 guru PAI tingkat SD se-Kabupaten Garut mengikuti pelatihan yang menggabungkan pendekatan luring dan daring, dengan tujuan memperkuat kapasitas pedagogis dan literasi digital dalam proses evaluasi pembelajaran.






Hari pertama, pelatihan dilaksanakan secara luring di Gedung PGRI Kecamatan Tarogong Kaler, Garut. Setelah sesi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan sambutan dari penyelenggara, peserta mengikuti tiga materi pokok:
- Kebijakan Nasional tentang PAI dan Kurikulum,
- Konsep dan Praktik Evaluasi Pembelajaran PAI,
- Pemanfaatan Teknologi dalam Evaluasi PAI.
Seluruh materi disampaikan oleh Dr. Saepul Anwar, S.Pd.I., M.Ag. dan Rijki Ramdahi, M.Pd., dengan moderator Usup Romli, M.Pd.
Hari kedua, kegiatan dilanjutkan secara daring melalui Zoom Meeting, dengan pendekatan praktik langsung. Peserta diperkenalkan pada berbagai aplikasi digital berbasis evaluasi interaktif, yaitu:
- Google Workspace for Education (GWE),
- Wayground (Quizizz),
- HTML5 Package (H5P),
- Canva Code dan Wordwall.
Semua sesi dipandu oleh Rijki Ramdahi, M.Pd., yang juga menugaskan peserta untuk menyelesaikan proyek evaluasi digital mandiri di hari ketiga.
Hari ketiga, peserta menyelesaikan tugas mandiri secara daring, berupa rancangan perangkat evaluasi digital yang relevan dengan kelas masing-masing. Hasil karya tersebut kemudian dikumpulkan dan dievaluasi sebagai bagian akhir dari pelatihan.
Ketua KKG PAI Kabupaten Garut, Asep Rohman Ruskandi, S.Pd.I., menyambut baik terlaksananya program ini.
“Kami berharap para guru dapat mengintegrasikan perangkat teknologi dengan nilai-nilai keagamaan, sehingga proses evaluasi tak hanya bersifat teknis, tapi juga bermakna secara spiritual.”
Senada dengan itu, Dr. Saepul Anwar menegaskan pentingnya literasi digital sebagai wujud kepekaan zaman.
“Kita tidak sekadar bicara tentang aplikasi. Ini tentang membangun kesadaran bahwa teknologi adalah bagian dari ikhtiar pendidikan yang menyeluruh dan transformatif.”
Pelatihan ini bukan sekadar ajang pelatihan teknis, melainkan bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas guru dalam menjawab tantangan pendidikan Islam kontemporer. Ketika guru mampu menjadikan teknologi sebagai sarana untuk memperkaya evaluasi berbasis nilai, maka pendidikan agama di sekolah akan memiliki relevansi baru yang lebih manusiawi, reflektif, dan berdaya ubah.
🔗 Informasi resmi dan dokumentasi kegiatan ini dapat diakses melalui laman: https://kkgpai-garut.kangiki.id.
(Kontributor: Saepul Anwar)
