Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
UPI, UNAIR, dan UT Rancang Pendidikan Ketahanan Digital untuk Tangkal Judi Online

Bandung, 25 Juni 2025 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Airlangga (UNAIR), dan Universitas Terbuka (UT) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangkaian program Riset Kolaboratif Indonesia (RKI) 2025. Diskusi ini mengangkat tema strategis: Intervensi Pendidikan Ketahanan Digital untuk Mencegah Adiksi Judi Online pada Generasi Alpha. Kegiatan berlangsung secara hybrid dan melibatkan akademisi, guru, praktisi pendidikan, dan tim ahli dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat.

FGD ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus adiksi judi online yang menyasar anak-anak usia sekolah dasar dan menengah. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran akan lemahnya daya tahan digital generasi muda dalam menghadapi gempuran teknologi dan konten digital destruktif.

Dalam sambutannya, Prof. Lala Septem Riza, Ph.D. selaku Sekreteraris LPPM UPI menegaskan pentingnya melakukan riset kolaboratif. “riset kolaborasi antar PTNBH memunculkan persaingan yang positif serta dapat menghasilkan luaran riset yang lebih berdampak” ujarnya.

Kegiatan FGD diawali dengan pemaparan hasil temuan lapangan oleh masing-masing ketua tim riset, yaitu Prof. Dr. Siti Nurbayani, M.Si. selaku ketua tim riset UPI, Prof. Dr. Tuti Budi Rahayu, M.Si. selaku ketua tim riset Universitas Airlangga, dan Dr. Meita Istianda selaku ketua tim riset Universitas Terbuka. Setelah pemaparan hasil, pemberian tanggapan disampaikan oleh ahli, yaitu Fasha Rauf, M.A. dari University of Queensland dan Albert Prestianta, M.A. dari Queensland University of Technology. Kegiatan FGD diskusi inti terbagi ke dalam lima dimensi pembahasan: realitas sosial digital generasi alpha, peran sekolah dan guru, strategi intervensi pendidikan, konteks sosial-budaya lokal, dan kebijakan tata kelola pendidikan. Peserta secara aktif menyampaikan pengalaman dan refleksi dari konteks sekolah masing-masing.

Hasil diskusi mencatat beberapa catatan penting: perlunya deteksi dini oleh guru dan keluarga terhadap gejala penyimpangan digital, kebutuhan akan pelatihan guru yang menyeluruh, serta pentingnya desain pendidikan berbasis afeksi, empati sosial, dan nilai kebhinekaan.

Model ini diharapkan dapat menjadi solusi edukatif jangka panjang yang mampu membangun ketahanan anak-anak Indonesia dari ancaman judi online dan penyimpangan digital lainnya. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap generasi mendatang, UPI, Unair, dan UT menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam memperkuat sistem pendidikan nasional yang adaptif terhadap tantangan era digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *