UPI, 14–15 Februari 2025 — Unit Penerbitan dan Pers Mahasiswa (UPP) menyelenggarakan Pelatihan Dasar Calon Kru UPP selama dua hari di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia. Mengusung tema “Beyond the Headlines: Mencetak KRU yang Kreatif, Visioner, dan Berintegritas,” kegiatan ini menjadi langkah awal kaderisasi untuk membekali calon kru dengan pemahaman tentang Unit Pers & Penerbitan, keterampilan jurnalistik, kepenulisan, serta wawasan manajerial media pers mahasiswa.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Aura Puspa sebagai Direktur UPP periode 2025-2026, Bapak Aang Supriatna M.,Pd sebagai Pembina Kemahasiswaan, serta Bapak Dr. Syaifullah, M.Pd., M.Si selaku Ketua Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Program Sarjana, Magister, dan Doktor Terintegrasi.

Acara pembukaan ditandai secara simbolis dengan pemasangan lanyard kepada calon kru UPP sebagai bentuk resmi dimulainya proses kaderisasi. Simbol tersebut merepresentasikan tanggung jawab, komitmen, dan kesiapan peserta untuk berproses menjadi bagian dari UPP.
Pelatihan hari pertama, Sabtu (14/2), difokuskan pada penguatan nilai dasar organisasi dan pemahaman fundamental jurnalistik.
Materi pertama, KeUPPan, disampaikan oleh Dudih Sutrisman, S.Pd., M.Sos., Analis Kebijakan di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia sekaligus praktisi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta Direktur UPP HMCH periode 2012–2013. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan sejarah, visi-misi, serta peran strategis UPP sebagai wadah bagi mahasiswa PPKn UPI yang memiliki minat dan bakat di dunia kepenulisan, jurnalistik, dan multimedia. Ia juga menekankan bahwa UPP berperan sebagai organisasi pers yang menyediakan beragam informasi bagi warga HMCH.
Sesi kedua, Dasar-Dasar Jurnalistik dan Kode Etik Jurnalis, dibawakan oleh Awla Rajul, jurnalis dari BandungBergerak. Peserta diperkenalkan pada, teknik penulisan, jenis-jenis berita, prinsip kerja jurnalisme, serta pentingnya verifikasi dan keberimbangan informasi. Kode etik jurnalistik dijelaskan sebagai landasan utama dalam menjaga kredibilitas media.
Materi ketiga, Reportase, Copy Writing, dan Penyuntingan, disampaikan oleh Tarekh Febrian Putra, M.Pd., dosen Politeknik Negeri Bandung sekaligus Crew UPP tahun 2017. Ia memaparkan teknik menggali informasi di lapangan, menyusun kerangka tulisan, hingga proses penyuntingan agar naskah sistematis dan layak terbit.
Pada sesi ini, peserta tidak hanya menerima pemaparan materi secara teoritis, tetapi juga diminta untuk langsung mempraktikkan pembuatan berita berdasarkan kejadian yang berlangsung saat pelatihan. Peserta diarahkan untuk membuat berita kejadian pada hari itu yang memuat unsur 5W+1H. Hasil tulisan tersebut kemudian dibahas bersama sebagai bagian dari evaluasi dan pembelajaran penyuntingan.

Memasuki hari kedua, Minggu (15/2), pelatihan berfokus pada aspek teknis dan manajerial dalam pengelolaan pers mahasiswa.
Materi Liputan Lapangan dan Foto Jurnalistik dibawakan oleh Fitri Amanda, reporter BandungBergerak. Peserta memperoleh pemahaman mengenai teknik pengambilan gambar, komposisi visual, serta bagaimana foto dapat memperkuat narasi berita.
Selanjutnya, Public Speaking disampaikan oleh Citra Putri Annisa, S.Pd., Direktur UPP periode 2022–2023. Ia memaparkan pentingnya penguasaan struktur berbicara dan pentingnya body language, seperti berdiri tegak, menjaga eye contact, serta menggunakan gestur yang natural untuk mendukung penyampaian pesan.
Dalam sesi praktik, peserta diajak mencoba beberapa latihan, seperti impromptu speaking, latihan power posture untuk membangun kepercayaan diri, serta teknik pernapasan 4-4-4 (tarik–tahan-lepas) guna mengontrol rasa gugup. Pemateri juga menekankan bahwa rasa gugup merupakan hal yang wajar, namun keberanian untuk tetap berbicara menjadi kunci utama dalam mengembangkan kemampuan komunikasi.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan materi Manajemen Media Pers oleh Tim Medinfo UPP. Dalam sesi ini, peserta dikenalkan pada sistem kerja redaksi, alur produksi konten, serta strategi penggunaan media pers dan dokumentasi informasi.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal dalam membentuk kru yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, daya kritis, dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari pers mahasiswa, khususnya sebagai calon kru UPP.
