Oleh Shazadil Akhyar Rezky
Bandung, 17 September
2025 – Di balik dinamika kehidupan kampus yang kerap
diwarnai diskusi akademik, tumpukan tugas, serta hiruk pikuk organisasi, ada
satu inisiatif yang menonjol di Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi
Geografis (SPIG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Inisiatif ini bukan sekadar program kaderisasi, melainkan sebuah laboratorium kepemimpinan yang disebut
Sekolah Ketua Angkatan. Di tengah era perubahan yang serba cepat, kebutuhan akan sosok pemimpin
muda yang tangguh, visioner, dan adaptif kian mendesak. Itulah yang coba dijawab melalui program ini. Sekolah Ketua Angkatan
dirancang bukan hanya untuk membentuk ketua angkatan sebagai figur
administratif semata, tetapi juga untuk melahirkan pemimpin yang berani, mampu
menginspirasi, serta menjaga semangat solidaritas di antara mahasiswa.
Kawah
Candradimuka Pemimpin Baru
Layaknya kawah candradimuka dalam epos
pewayangan, Sekolah Ketua Angkatan menjadi arena pembentukan watak. Mahasiswa
baru tidak hanya diajak memahami teori kepemimpinan, tetapi juga dilatih secara
praktis melalui simulasi, diskusi intensif, hingga praktik problem solving. Materi yang disajikan pun berlapis: dari kepemimpinan yang membahas visi,
tujuan, hingga bentuk implementasinya; manajemen
massa yang melatih kemampuan mengorganisir kelompok besar; hegemoni kekuasaan yang membuka
kesadaran tentang dinamika pengaruh dan legitimasi; hingga problem solving dan team building yang
memperkuat keterampilan strategis mahasiswa dalam mengatasi tantangan nyata. Bukan kebetulan jika materi-materi ini dipilih. Semua dirancang untuk
memastikan mahasiswa SPIG tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap
menjadi figur agent of change dalam masyarakat.
Candradimuka Pemimpin Baru
Visi Besar di
Balik Program
Ketua Pelaksana, Rizky Zanuar D., menyampaikan
harapannya dengan penuh keyakinan.
“Sekolah Ketua
Angkatan ini adalah ruang di mana mahasiswa baru dapat mengasah keterampilan
kepemimpinan, manajemen, serta komunikasi yang efektif. Melalui proses
pembelajaran, diskusi, hingga praktik langsung, kami berharap lahir ketua
angkatan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam
sikap, bijak dalam mengambil keputusan, dan mampu merangkul seluruh
anggotanya,” ujarnya.
Visi ini sejalan
dengan semangat SPIG untuk melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang
berintegritas. Dengan basis ilmu survei, pemetaan, dan informasi geografis yang
erat kaitannya dengan pembangunan bangsa, para pemimpin muda ini diharapkan
mampu berkontribusi lebih luas di masyarakat.
Lebih dari
Sekadar Agenda Rutin
Bagi sebagian
orang, program ini mungkin terlihat sebagai salah satu agenda organisasi
mahasiswa. Namun sesungguhnya, Sekolah Ketua Angkatan menyimpan makna yang jauh
lebih dalam. Ia menjadi arena
transformasi, di mana mahasiswa yang semula datang sebagai individu
baru, secara perlahan tumbuh menjadi figur yang dipercaya untuk memimpin
angkatan.
Ada nilai solidaritas yang dipupuk, ada keberanian mengambil keputusan yang ditanamkan, dan ada kesadaran bahwa kepemimpinan bukan soal kekuasaan, melainkan soal tanggung jawab.
Membangun Tradisi
Kepemimpinan
SPIG UPI memahami
bahwa kepemimpinan tidak bisa lahir secara instan. Ia adalah hasil dari
latihan, bimbingan, dan pengalaman. Melalui Sekolah Ketua Angkatan, tradisi
kepemimpinan dibangun secara berkesinambungan, diwariskan dari satu generasi ke
generasi berikutnya. Inilah yang menjadikan Sekolah Ketua Angkatan
berbeda. Ia bukan hanya program, tetapi juga simbol komitmen SPIG terhadap
regenerasi kepemimpinan mahasiswa.


