Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Membangun Resiliensi Anak Binaan, PKM-PM UPI Hadirkan Program dengan basis Keterampilan Hidup Islami di LPKA Kelas II Bandung (SDGs 4, Quality Education)

BANDUNG, 3 November 2025 – Wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengimplementasikan program pengabdian inovatif di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung. Melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), mereka merancang intervensi berbasis keterampilan hidup Islami untuk membangun resiliensi anak binaan.

Program yang bertajuk "Optimalisasi Pembinaan Karakter melalui Keterampilan Hidup Islami untuk Meningkatkan Resiliensi Anak Binaan Pasca Pembebasan" ini dirancang sebagai jawaban atas tantangan krusial yang dihadapi anak berkonflik hukum, yakni tingginya risiko residivisme dan stigma sosial pasca-pembebasan.

Inisiatif ini digagas oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Kayla Nurul Tahira, Faiz Firdaus, dan Ilma Nur Asyiyah dari prodi Ilmu Pendidikan Agama Islam, Rizka Ayu Sofiani, dan Rizka Aziemah Akhyar dari program Studi Bimbingan dan Konseling. Program ini berjalan di bawah bimbingan intensif dari Dosen Pendamping, Risris Hari Nugraha, M.Hum.

Ketua Tim PKM-PM, Kayla Nurul Tahira, menyatakan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat menyeluruh dan kontekstual. "Fokus kami adalah membangun fondasi internal yang kokoh. Resiliensi atau daya tangguh tidak akan terbentuk tanpa karakter yang kuat. Oleh karena itu, kami mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam setiap sesi keterampilan hidup," jelasnya.

Program Resilience in Action ini dieksekusi melalui empat pilar utama yang saling terintegrasi, yaitu:

  1. Self-Leadership Training untuk membekali peserta dengan kemampuan memimpin diri, mengelola emosi, dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
  2. Islamic Counseling, menyediakan ruang pendampingan spiritual yang aman dan personal untuk membantu anak binaan merefleksikan diri dan menemukan ketenangan.
  3. Islamic Literacy Program dalam rangka meningkatkan wawasan keislaman yang kontekstual melalui diskusi dan bedah buku pengembangan diri.
  4. Festival Theater of Hope yang menjadi puncak ekspresi diri, di mana para anak binaan menyalurkan kreativitas dan harapan mereka melalui pertunjukan teater.

Pelaksanaan program ini terbukti berhasil dan memberikan dampak yang positif. Manfaatnya dirasakan langsung baik oleh anak binaan maupun mitra pembina. Anak-anak binaan merasa senang dan bersyukur, menemukan tempat yang aman dan positif untuk bercerita, serta lebih termotivasi dalam merancang masa depan mereka, salah satunya melalui penulisan 100 Mimpi di buku saku yang diberikan. Inisiatif ini disambut dengan antusias oleh pihak LPKA Kelas II Bandung, yang merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Para pembina (Wali Asuh) mendapatkan metode dan alat bantu pembinaan baru yang lebih terstruktur.

Sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan, tim PKM-PM UPI juga menyelenggarakan Training of Trainers(ToT) bagi para pembina serta menyerahkan buku pedoman dan modul program. Dengan demikian, program ini diharapkan tidak berhenti sesaat, melainkan dapat direplikasi dan menjadi bagian integral dari sistem pembinaan di LPKA Kelas II Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *