Penulis: Soultan Dzaki Romadhon (2311195)
Penyunting: Nanda Herry Fadillatu Yasmin

Di tengah berkembangnya dunia teknologi spasial, lahirlah GEOSPACE (Geospatial Exploration and Competition), sebuah program kerja yang menjadi wadah kolaborasi, edukasi, dan kompetisi bagi generasi muda di bidang geospasial. Dengan semangat “Geospatial Innovation: From Information to Realization”, rangkaian kegiatan GEOSPACE tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga panggung aktualisasi bagi mahasiswa dan praktisi untuk mengasah kemampuan, memperluas jejaring, serta menyiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja berbasis spasial.
Dalam pelaksanaannya, GEOSPACE menghadirkan tiga kegiatan utama yang saling melengkapi: Project Raster, GIS Thematical Competition, serta Training and Workshop with Company. Masing-masing kegiatan menghadirkan pengalaman berbeda, namun memiliki satu benang merah, yakni meningkatkan kapasitas dan daya saing peserta di ranah geospasial secara menyeluruh.
Project Raster: Peran Teknologi Penginderaan Jauh untuk Pembangunan Kota Berkelanjutan

Project Raster diselenggarakan pada tanggal 20 September 2025. Webinar ini menjadi ajang temu ilmiah yang membahas peran penginderaan jauh dalam mewujudkan kota berkelanjutan dari berbagai sudut pandang: masyarakat, pemerintah, industri, dan akademisi. Sesi pertama dibuka oleh Agil Akbar Fahrezi, M.Sc., yang dengan penuh semangat menjelaskan bagaimana penginderaan jauh bukan hanya milik ilmuwan, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memahami lingkungan dan berkontribusi terhadap pembangunan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Berlanjut ke sesi kedua, Mohammad Ardha, S.Si., dari perspektif pemerintah menjelaskan bagaimana teknologi radar digunakan untuk memantau perkembangan kota secara efisien. Ia menggambarkan bahwa pengawasan pembangunan dapat dilakukan dengan cermat menggunakan data spasial, bahkan dalam jangka waktu panjang. Sesi berikutnya, Fithrothul Khikmah, S.Si., M.Sc., mewakili industri, memperlihatkan bagaimana dunia bisnis turut andil melalui penerapan penginderaan jauh untuk mendukung pengembangan infrastruktur berkelanjutan. Contoh-contoh nyata dari industri membuka mata peserta tentang bagaimana data spasial menjadi dasar pengambilan keputusan di dunia profesional.
Sebagai penutup, Achmad Fadhilah, S.Pd., M.Sc., membawa peserta menelusuri perkembangan riset akademik dalam penginderaan jauh, dari teknik dasar hingga tren terkini. Diskusi berjalan hangat, menandakan antusiasme peserta yang tinggi terhadap topik yang semakin relevan di era digital ini.
GIS Thematical Competition

Beberapa minggu kemudian, suasana kompetitif terasa ketika GIS Thematical Competition digelar. Lomba ini menjadi arena bagi mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menampilkan karya peta tematik terbaik berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Dengan mengusung tema “Geospatial Powering Sustainability: Navigating the Final Frontier of SDGs 2030”, para peserta ditantang untuk menganalisis isu-isu keberlanjutan global melalui tiga subtema: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDGs 3), Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (SDGs 9), serta Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (SDGs 11).

Sebanyak 24 tim dari berbagai perguruan tinggi berpartisipasi, menampilkan kreativitas dan ketelitian dalam menyajikan data spasial menjadi peta yang bukan hanya indah, tetapi juga bermakna. Setelah melalui tahap seleksi ketat, tiga tim terbaik melaju ke babak final untuk mempresentasikan karya mereka secara daring melalui Zoom Meeting. Hasilnya, Tim GeoUrban dari Universitas Gadjah Mada berhasil meraih juara pertama, disusul oleh Tim Green Rangers dari Universitas Indonesia, dan Tim Geo Delta Biomass dari INSTIPER Yogyakarta sebagai juara ketiga.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menanamkan nilai kolaborasi, riset, dan inovasi dalam setiap garis peta yang mereka ciptakan.
Training and Workshop with Company

Puncak perjalanan GEOSPACE hadir pada 30–31 Oktober 2025 melalui kegiatan Training and Workshop with Company (TWC). Training and Workshop with Company (TWC) merupakan program pelatihan survei dan pemetaan yang berkolaborasi dengan industri untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa. Tahun ini, kegiatan TWC berkolaborasi bersama PT Duta Basis Dataprima dan Laboratorium Geografi UPI, dengan tema “Professional Training: 3D Surveying for Building”. Pelatihan ini berfokus pada penggunaan Terrestrial Laser Scanner (TLS) dan LiDAR dalam pembuatan model bangunan 3D.

Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang mencakup pemaparan materi, akuisisi data, hingga pengolahan hasil survei. Pada hari pertama, mereka mempraktikkan langsung penggunaan DJI Matrice 350 RTK untuk pemetaan udara dan Trimble X7 untuk pemindaian terestris di kawasan Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD). Hari kedua diisi dengan pengolahan data menggunakan software Leica Cyclone dan AutoCAD Civil 3D, hingga terbentuk model 3D bangunan yang presisi.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada mitra industri dan sesi dokumentasi bersama. Rasa antusias dan bangga terpancar dari peserta; mereka tidak hanya belajar teknologi baru, tetapi juga memahami bagaimana dunia industri dan akademik dapat berjalan beriringan.
GEOSPACE tidak sekadar rangkaian acara, tetapi perjalanan pembelajaran yang menyatukan teori, praktik, dan inovasi dalam satu kesatuan pengalaman. Dari webinar yang membuka wawasan, kompetisi yang mengasah analisis, hingga pelatihan yang mempertemukan mahasiswa dengan dunia profesional, semuanya menjadi bukti bahwa geospasial bukan hanya tentang peta, melainkan tentang cara kita memahami dan membentuk dunia. Melalui GEOSPACE, semangat eksplorasi dan kolaborasi tumbuh subur di antara generasi muda geospasial Indonesia—generasi yang siap membawa informasi menuju realisasi.
