
Bandung, 23 September 2025 – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mencatat sejarah baru dengan mengadakan program Student Mobility ke Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia. Program ini menjadi salah satu langkah strategis PPKn UPI dalam menjawab tantangan global, khususnya untuk meningkatkan keterampilan internasional mahasiswa di bidang pendidikan dan pengajaran.
Program Student Mobility ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Prodi PPKn UPI. Gagasan program hadir dari kebutuhan akan pengalaman lintas negara yang mampu memperkuat kompetensi mahasiswa, baik dalam keterampilan pedagogis, pemahaman budaya, maupun kerja sama internasional. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pembelajar, tetapi juga duta akademik yang membawa nilai-nilai pendidikan Pancasila ke kancah internasional.
Sebanyak empat mahasiswa berprestasi angkatan 2022, yakni Aura Sabrina Malika Feni, Verawati, Nurul Sidiqah dan Syifa Fauziah, terpilih mengikuti program bergengsi ini. Mereka akan menjalani kegiatan selama 30 hari penuh di dua sekolah menengah mitra UPSI, yaitu Sekolah Menengah Kebangsaan Methodist dan Sekolah Menengah Kebangsaan Katholik. Selama dua bulan, mereka akan terlibat dalam praktik mengajar, observasi pembelajaran, serta berbagi pengalaman pendidikan lintas negara.
Acara pelepasan pemberangkatan dilaksanakan pada Selasa, 23 September 2025, dihadiri oleh pimpinan fakultas dan program studi. Hadir dalam acara tersebut Dekan FPIPS UPI, Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Ketua Prodi PPKn, serta para dosen pembimbing mata kuliah pembelajaran. Dalam kesempatan tersebut, para pimpinan memberikan pesan dan doa restu agar mahasiswa dapat menjalani program dengan penuh komitmen, menjaga nama baik almamater, serta mengambil manfaat sebesar-besarnya dari pengalaman internasional ini.
Dekan FPIPS UPI dalam sambutannya menekankan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen UPI untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah global. “Kesempatan ini jangan hanya dipandang sebagai pengalaman akademik, tetapi juga sebagai sarana untuk memperluas wawasan, menumbuhkan karakter, serta membangun jejaring internasional yang akan berguna di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Prodi PPKn menambahkan bahwa Student Mobility ini diharapkan mampu menjadi pintu awal bagi penguatan kerja sama akademik antarnegara. Tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga membuka peluang kolaborasi penelitian, pengembangan kurikulum, serta pertukaran budaya antara Indonesia dan Malaysia.
Dukungan moral juga diberikan oleh para dosen pembimbing yang berharap mahasiswa mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Mereka berpesan agar setiap kegiatan yang dijalani dapat memberikan kebanggaan bagi bangsa Indonesia dan almamater UPI.
Program Student Mobility ini menjadi bukti nyata bahwa PPKn UPI tidak berhenti berinovasi dalam menyiapkan generasi pendidik masa depan. Dengan semangat berkarya dan berkontribusi, mahasiswa diharapkan mampu membawa pulang pengalaman berharga yang akan memperkaya pembelajaran di kelas, sekaligus memperkuat peran UPI sebagai universitas pelopor dan unggul dalam dunia pendidikan.