Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
PRODI SaIG: REFLEKSI PRAKTIKUM PERDANA SaIG 25

Penulis: SaIG 25

Penyunting: Muhammad Zaki Rabbani

Praktikum pertama bagi mahasiswa Sains Informasi Geografi angkatan 2025 dilaksanakan pada tanggal 4–6 Desember di Kabupaten Garut. Praktikum ini adalah praktikum gabungan dengan prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi angkatan 2025. Kegiatan ini menjadi pengalaman awal yang mengenalkan mahasiswa Sains Informasi Geografi angkatan 2025 dengan praktik lapangan secara langsung. Selama praktikum berlangsung, proses pembelajaran, tantangan, dan dinamika kelompok dirasakan secara nyata.

  1. Naila Fadhilah Purwadani ( 2503738) pada praktikum pertama ini rasanya seru, berkesan, dan menambah pengalaman, apalagi dengan kelompok praktikum yang digabung antara SaIG dan SPIG. Walaupun terdapat beberapa hambatan, saya senang mendapat teman baru. Pada praktikum ini, saya mendapatkan ilmu dan insight baru bagaimana cara plot peta di setiap objek kajian, beberapa bentuk bentang lahan, bagaimana sejarah terbentuknya, dan mengkaitkan bentang alam tersebut dengan 10 konsep geografi. Kami berangkat dari UPI menuju objek kajian pertama dengan jalan yang lumayan lurus dan sedikit berkelok. Objek kajian pertama kami adalah di lereng kaki gunung Guntur (Tugu Belanda), sebuah bentang lahan vulkanik, tempat terjadinya pengendapan lava erupsi terbesar gunung Guntur, disini terdapat banyak sekali singkapan batuan beku andesit-basalt, dan butiran batuan berukuran pasir kasar hingga bongkah. Suhu disini lumayan panas walau terletak di kaki gunung. Setelah dari Lereng kaki gunung Guntur kami langsung menuju objek kajian kedua, lereng gunung Papandayan. Disini kami mencium aroma belerang dan suhu disini sangat dingin. Karena banyak lapisan akuifer (batuan tuf dan pasir) yang menyerap air dan bawahnya terdapat pemanas dari lava, di dekat kawah papandayan terdapat banyak sekali mata air panas, mulai dari fumarol (hanya mata air panas) hingga Solfatara (mata air panas yang bercampur dengan belerang). Sayangnya, saat itu hujan, dan menyebabkan jalur menaikinya berbahaya, kami tidak jadi naik ke objek utama praktikum di papandayan. Setelah dari objek ini, kami menuju ke villa yang dekat dengan Pantai Karangpapak. Jalan menuju sini sangat berkelok dan membuat saya pusing di perjalanan. Setelah sampai villa, pada malam harinya kami expose dan beberapa kelompok maju presentasi. Hari ke-2, di pagi hari kami berkumpul di pantai Karangpapak, mendapat penjelasan bagaimana menerbangkan drone yang aman dan sesuai SOP. Di pantai Karangpapak ini, terdapat singkapan batuan karang yang datar, muncul akibat proses pengangkatan lempeng, sehingga muncul di permukaan. Mengikuti arah pantai ini terdapat banyak rumah warga dan villa. Objek selanjutnya adalah Muara sungai Cikelet, disini kami melihat sebuah delta sungai. Karena merupakan tempat pengendapan setelah lamanya transportasi, disini terdapat semua jenis batuan berdasarkan proses pembentukanya, mulai dari batuan sedimen, beku hingga metamorf. Pantai Sayang Heulang, di objek ini terdapat 2 jenis bentang lahan, yaitu bentang lahan marine dan eolin. Di bentang lahan aeolinnya yang berbukit bukit, sudah mulai rusak karena lahan yang mulai tertutupi vegetasi. Karena pada malam harinya hujan, sehingga expose diundur pada pagi harinya, dan kelompok saya terpilih untuk expose presentasi penjelasan pantai Karangpapak.
  2. Muhamad Rizky Surya Anugerah (2504603), pada kegiatan praktikum pertama ini saya mendapat banyak ilmu baru yang langsung bisa dipraktekan
  3. Niko Putra Andika (2502839) pada kegiatan praktikum ini saya merasa senang sekali karena bisa ikut praktikum ini, banyak sekali yang awalnya saya belum tahu jadi lebih tahu lagi tentang ilmu yang sudah diberikan oleh para dosen
  4. R. Muhamad Althaf Zakwan Bachtiar (2508089), Hal yang saya dapatkan dari kegiatan praktikum kali ini ini sangat banyak seperti contohnya adalah pengalaman yang tidak bisa saya lupakan, ilmu yang sangat bermanfaat bagi studi saya kedepannya dan juga teman teman baru dari prodi SPIG
  5. Muhammad Adra A. R. (2504625), Pada kegiatan praktikum satu kali ini saya mendapatkan banyak ilmu baru. Kami mendapatkan ilmu ploting peta dari sharing bersama prodi SPIG. Kegiatannya seru banget dan banyak dapat pengalaman serta membuktikan materi yang dipelajari ketika di kelas (geologi dan geomorfologi) di lapangan.
  6. Azril Sulthan Aiman (2507130), Pada 3 hari ke belakang saya banyak sekali mendapat pelajaran mengenai geologi geomorfologi, kartografi, dan geografi tentunya. Pengalaman belajarnya tentu berbeda jauh dengan di kelas karena kami langsung melihat apa yang sedang dibahas. Mendapatkan pelajaran bukan dari dosen dan alamnya saja tetapi dengan teman teman SPIG juga.
  7. Muhammad Salman Alfarisi (2520947), Pada kegiatan praktikum 1 kali ini, saya banyak mempelajari hal hal kegiatan tentang geologi, geomorfologi, dan pemetaan pengukuran, saya juga mempelajari tentang pemakaian drone dan cara pemasangan drone, dan menelusuri pantai dan pegunungan, dan saya dan teman teman kelompok saya mempresentasikan tentang kegiatan kegiatan praktikum 1 ini.
  8. Ilham Al Ghifari Putra (2510444), Kegiatan praktikum 1 atau yang pertama kali memberikan saya pengetahuan serta gambaran bagaimana kita mengetahui sesuatu dengan cara mengobservasi atau meneliti secara langsung dengan yang sebelumnya sudah diberikan pembekalan berupa materi yang langsung diimplementasikan secara langsung, dan praktikum 1 ini memberikan saya pengalaman selama saya menjadi panitia.
  9. Farhan Fauzi Nurrohman (2511454), pada kegiatan praktikum 1 kali ini kami SaIG angkatan 25 terutama saya mendapatkan banyak sekali ilmu yang diperoleh, dan menjaga silaturahmi bersama prodi SPIG dan mengenal dosen-dosen departemen geografi sangat berkesan praktikum 1 ini semoga menjadi kenang kenangan yang utama dari praktikum ini kita mendapatkan ilmu pengetahuan dan bonusnya 
  10. kenangan indah di garut.
  11. Rahma Firaqie Karimah (2504350), pada kegiatan praktikum 1 ini, saya sangat merasa senang dan mendapatkan ilmu ilmu yang banyak. Saya jadi lebih mengetahui bagaimana bentuk bentuk lahan batuan yang biasanya hanya dari foto. Saya juga merasa senang dapat pergi ke tempat-tempat yang belum pernah saya datangi. Saya sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik karena kegiatan ini sangat mengesankan
  12. Raya Rahmania Fikrie (2500494), Pada kegiatan praktikum 1 SaIG & SPIG kali ini saya diberikan amanah sebagai bendahara praktikum, yang di mana sangat berkesan bagi saya sendiri, yang di mana menambah pengalaman. Sebagai mahasiswa SaIG sendiri saya jadi tahu komponen-komponen geografi secara langsung. Yang di mana kita ke tugu belanda, Gunung Papandayan, Pantai Karangpapak, Muara Cikelet, gumuk pasir & Pantai Sayang Heulang.
  13. Jibril Rayhaan (2502501), Pada kegiatan praktikum 1 kali ini tentunya saya mendapatkan lebih banyak pengetahuan, selain itu dengan kita yang langsung terjun ke lapangan kita dapat langsung melihat dan juga menganalisis secara langsung seperti apa proses geologi yang terjadi, lalu bentang alam apa saja yang terbentuk dan konsep konsep geografi yang ada di lokasi lokasi praktikum, mulai dari Gunung Guntur sampai Pantai Sayang Heulang
  14. Wildan Hardiansyah (2502146), Pada kegiatan praktikum 1 kali ini sangat menjadi momen dan pengalaman yang berharga bagi saya karena saya bisa mempelajari langsung kajian geografi dan penerapan ilmu yang sudah dipelajari di kelas untuk diaplikasikan langsung dilapangan, selain dari tujuan peningkatan akademik saya juga jadi lebih bounding kembali dan mempererat kekeluargaan di SaIG Angkatan 2025 dan juga teman satu keluarga departemen geografi dengan prodi SPIG
  15. Muhammad Azri (2508445), Refleksi: praktikum kali ini memberikan pengalaman tak terlupakan, pembelajaran secara langsung di lapangan memberikan kesan tersendiri karena apa yang sedang dipelajari itu ada di hadapan kita semua, analisa yang melibatkan dua prodi sekaligus untuk mencapai hasil, menjalin kekeluargaan di dalamnya serta memahat kembali karakter geografi dari setiap individu sehingga lebih paham pada segala bentuk lahan, asal usulnya, serta karakteristiknya
  16. Bagja Munajat Tisna Atmaja (2511747), pada kegiatan praktikum pertama yang saya dan teman teman rasakan itu mendapatkan pengetahuan yang lebih rinci dari materi materi yang disampaikan ketika kelas melalui penyampaian materi dan observasi langsung untuk melihat sampel dan keadaan yang jelas dan terlihat, dan insight yang disampaikan oleh teman teman melalui kegiatan expose membuat evaluasi tambahan dari pengetahuan dan pemahaman pribadi untuk mengetahui dan validasi dari perspektif diri sendiri.
  17. Muhammad Irsyad Abdillah (2504384), Pada kegiatan praktikum tanggal 4-6 Desember ini yang berlokasi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. berjalan dengan lancar dimulai dari Tugu Belanda, Lereng Gunung  Papandayan, Pantai Karangpapak, Muara Cikelet dan Pantai Sayang Heulang. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kegiatan ini mulai dari ilmu geologi, geomorfologi, kartografi dan pengantar sains informasi geografi ditambah dengan menginap bersama di villa dan mantai di karangpapak menambah seru kegiatan ini
  18. Mim Rafiqoh Nurjauharoh (2507679), Praktikum 1 ini membuat saya mendapatkan begitu banyak pelajaran dan wawasan baru. Memiliki kesempatan untuk dapat belajar langsung di lapangan setelah mempelajari ilmu nya di dalam kelas merupakan sebuah kesempatan berharga bagi saya untuk dapat benar-benar mempraktekan dan melihat langsung segala bentuk materi Geologi, Geomorfologi, dan Pengantar Sains Informasi Geografi yang telah dipelajari sebelumnya. Senang rasanya bisa mengamati langsung kenampakan muka bumi secara lebih dekat.
  19. Muhammad Ibnu Nabil Rizqulloh (2503875), pada kegiatan praktikum kali ini kami pergi ke Garut mengkaji geomorfologi banyak bentuk lahan juga batuan yang ada di banyak tempat, tempat tempat yang kami datangi diantaranya adalah diawali pergi ke tugu belanda, lalu ke gunung Papandayan, pantai karangpapak, muara cikele, dan terakhir ke pantai karangpapak. Banyak sekali teori teori yang akhirnya kami buktikan dengan praktik, kegiatan praktikum ini memberikan saya kesan menyenangkan karena kegiatan ini menjadi pengalaman bagi saya.
  20. Rafriandra Fauzan Nafis (2510934), Pada kegiatan praktikum 1 kali ini sangat seru dan menyenangkan.Dari hari 1 sampai expose terakhir saya banyak dapat ilmu ilmu baru dan melakukan penelitian ataupun kegiatan di lapangan untuk pertama kalinya.Kami melaksanakan berbarengan dengan Prodi SPIG. Saya dan yang lainnya pergi ke 5 tempat 2 gunung dan 3 daerah pantai.Kegiatan ini sangat membuat saya menjadi tahu bagaimana menjadi seorang surveyor nantinya. Dan kegiatan ini menjadi pengalaman pertama saya melakukan pengamatan secara langsung.
  21. Muhammad Fauzan Gumilar (2508419), Pada Kegiatan Praktikum 1 ini yang berlokasi di Kabupaten Garut, saya mendapatkan banyak sekali pengalaman, dimulai dari saya yang bertugas sebagai wakil ketua pelaksana, disini saya tentunya memiliki tanggung jawab yang sangat besar, saat pun harus bisa manage waktu dengan baik, dan saya mendapatkan banyak hal baru selama bertugas, selama kajian pun saya mendapatkan ilmu ilmu yang bermanfaat dan tentunya membuka cakrawala baru di dunia Geografi ini, semoga kedepannya kegiatan seperti ini dapat berjalan dengan lancar kembali
  22. Lambok Glenfrendy Marpaung (2521365), Pada kegiatan praktikum 1 kali ini, saya melakukan banyak sekali kegiatan, seperti  dimana awalnya kita harus menentukan koordinat dimana kita berdiri menggunakan GPS, setelah itu baru kita mencari titik dengan cara cara yang sudah diajarkan, lalu kita mendeskripsikan segala yang ada di lokasi yang sedang digunakan untuk praktikum, sesuai dengan instrumen, setelah kita melaksanakan praktikum, malamnya kita melaksanakan expose. Selain melaksanakan praktikum, kita juga bekerja sama dengan SPIG, saling bertukar pendapat dan saling bekerja sama.
  23. Muhammad Fajri Aunur Rahman (2507067), dari praktikum yang saya lakukan selama 2 hari ini saya sangat banyak belajar hal hal yang penting untuk pembelajaran selama saya menjadi mahasiswa sains informasi geografi, saat di site pertama yaitu tugu belanda disitu saya belajar tentang batuan lalu bentuk lahan, dan cara ploting, lalu di site kedua yaitu Gunung Papandayan saya belajar tentang batuan juga namun dengan jenis yang berbeda seperti di Tugu Belanda, dan saya juga belajar tentang mengapa Gunung Papandayan bisa terlihat seperti itu, dan begitu juga di site site lain yang saya datangi selama praktikum.
  24. Stevan Rafael Madaida (2502322), Pada kegiatan Praktikum 1 kali ini memberikan banyak kesan dan juga pembelajaran. Kami mengulas kembali teori-teori yang diberikan dosen sambil praktik dan melakukan implementasi di kehidupan nyata. Hal ini membuat kami tidak berbekal secara teori saja tapi juga secara praktik dan juga kemampuan melihat bentang alam bentang alam disekitar tempat praktikum. Selain itu praktikum ini memberikan kami pengetahuan akan dasar dasar geography dan juga keterkaitan nya di masyarakat, membuat kami dapat melihat perbedaan kondisi masyarakat di lereng gunung api hingga di tepi pantai.
  25. Muhammad Denis Ibrahim (2507533), Pada kegiatan praktikum kali ini tentu sangat capek dan panas sekali, fisik kami dikuras begitupun dengan mental kami. Tapi juga sangat seru sekali mulai dari lokasi kajian yang pertama yaitu di tugu belanda sampai tempat kajian terakhir di pantai sayang heulang. Di sana kami mengamati dan juga mengobservasi mulai dari geologi nya, proses geomorfologinya, 10 konsep geografi yang yang ada di daerah tempat kajian tersebut, dan juga disana kami belajar memploting. Biasanya kami hanya diberi materi dari dalam kelas namun pada kesempatan kali ini kami langsung mengamati secara langsung.
  26. Resya Amelia (2507423), Selama kegiatan praktikum ini kami mendapatkan banyak implementasi dari materi2 yang kami dapatkan selama di kelas, baik dari mata kuliah kartografi, geologi geomorfologi, dan pengantar SaIG. Untuk kartografi sendiri pada utamanya kami dapat belajar mengenai plotting peta, dan pada mata kuliah geologi kami dapat mengidentifikasi batuan yang selama ini kami pelajari di kelas di dunia nyata, lalu pada mata kuliah geomorfologi pun kami melihat bentuk nyata lahan yang kami pelajari selama ini baik dalam bentuk marine, fluvial, maupun vulkanik, dan yang terakhir kami mengimplementasikan 10 konsep geografi.
  27. Nabila Widya Ramadhani (2502418), Pada kegiatan praktikum 1 kali ini banyak hal yang saya pelajari dan dapatkan, mulai dari geologi dan geomorfologi dari Gunung Guntur, Papandayan, Pantai Karang Papak, Muara Cikelet Dan Gumuk Pasir Pantai Sayang Heulang. saya belajar menganalisis tentang 10 konsep geografi yang ada di tempat tempat tersebut, jenis jenis batuan yang ada, bagaimana cara ploting tempat, mengukur muara cikelet dengan menggunakan alat current meter, hidrologi dan klimatologi dari pantai karang papak. Selain itu pada hari ke 2 saya juga belajar tata cara menggunakan drone serta ketentuan dan regulasi dalam penggunaan drone.
  28. Muhammad Dion Faisal (2504757), pada kegiatan praktikum 1 yang diadakan pada tanggal 6 desember 2025 saya mendapatkan banyak hal dari praktikum ini, salah satunya adalah dari gunung guntur, gunung itu sendiri memiliki vegetasi yang didominasi oleh lumut dan tumbuhan paku, batuannya didominasi oleh batuan vulkanik dan gunung guntur memiliki ketinggian sekitar 2.249m dan memiliki kemiringan lereng sebesar 32%, selain itu, hal yang paling seru dari praktikum ini adalah ketika kami mengukur kecepatan arus sungai di Muara Cikelet dan belajar menerbangkan drone di pantai Karang Papak. Praktikum ini bukan hanya study tour dan pematerian saja, tetapi lebih dari itu, menumbuhkan kekeluargaan antar prodi juga.
  29. Siti Adinda Noviani (2510693), Refleksi Kegiatan Praktikum Garut tanggal 4-6 Kami melakukan praktikum untuk mata kuliah Kartografi, Geologi, Geomorfologi dan Pengantar Sains Informasi Geografi di lereng gunung Guntur, lereng Gunung Papandayan, Pantai Karangpapak, Pantai Sayang Heulang (gumuk pasir) dan Muara Cikelet. Kami mengamati bentuk-bentuk lahan di masing-masing tempat kemudian menuliskan laporannya dalam sebuah instrumen, mengamati batuan serta reaksi-reaksi yang terjadi, mengukur kecepatan air dan angin dengan alat khusus, dan melakukan expose pada malam harinya. Kegiatan expose bertujuan untuk mengecek kembali seberapa jauh pemahaman kami setelah hampir seharian melakukan praktikum di lapangan.
  30. Shofiyyah Syahidah (2506621), ‎sebagai praktikum pertama yang saya jalani, kegiatan ini banyak memberikan saya pengalaman baru, ilmu baru, dan teman baru. Pada hari pertama, kami pergi ke gunung guntur dan papandayan yang termasuk gunung api tipe A. Walaupun di papandayan kami tidak dapat naik ke atas, beberapa dari kami dapat mengamati morfologi dan jenis batuan di sana. Pada hari kedua, kami belajar cara menggunakan drone. Kami juga pergi ke muara cikelet dan gumuk pasir di pantai sayang heulang. Di bawah teriknya matahari, otak kami tetap harus bekerja mengamati objek-objek yang dikaji. Pada hari ketiga, kami melakukan expose tentang hasil observasi kami. Semua itu dilakukan dengan bahagia bersama teman-teman baru dari SPIG. ‎
  31. Muhammad Toriq (2505143), Alhamdulillah Kegiatan Praktikum pertama gabungan dari SaIG Dan SPIG Berlancar lancar dari hari pertama sampai hari ke 3 tentu menjadi pengalaman yang berkesan khususnya ini bisa menjadi sebuah pembelajaran kuliah eksklusif karena kita belajar sambil mengamati dengan kajian PENGANTAR SaIG, GEOLOGI, GEOMORFOLOGI, KARTOGRAFI yang menjadi fokus kami dalam instrumen yang membuat kami sangat bersemangat untuk mempelajari dan banyak sekali penjelasan dosen dalam lapangan yang menjelaskan bentang alam batuan dan teknis lainnya tentu ini sangat berharga dan catatan yang penting untuk laporan praktikum nanti, Terimakasih banyak untuk Dosen yang sudah membersamai kami dan juga seluruh panitia Dari SaIG DAN SPIG yang bekerja keras TERIMAKASIH SEMUANYA
  32. Raditiya Hanif Alauddin (2504167), Perasaan saya setelah 3 hari mengikuti praktikum debut ini saya sangat merasakan asik dan seru karena di hari pertama kita langsung otw ke Tugu plp (Belanda) Dan disana kita digabung oleh kelompok 9 SPIG, kelompoknya seru-seru banget, kelompok gabungan ini mengkaji wilayah Tugu Belanda tepat di bawah kaki gunung guntur, Lalu lanjut otw ke Gunung papandayan disitu Rada chaos karena cuacanya dan sayang sekali tidak bisa mengkaji ke atas jadi hanya mengkaji dengan penglihatan mata saja , lalu lanjut ke penginapan bersiap untuk expose dan tidur. keesokan harinya kita mengkaji pantai karang papak ,sungai muara ci Cikelet dan Pantai sayang Heulang yang dimana pantai sayang Heulang memiliki gunung pasir yang hanya ada 4 di Indonesia dan Menjadi destinasi penutup praktikum ini
  33. Rania Najwa Syabania (2504882), Saya merasa bahwa pembelajaran melalui praktikum ini sangat menyenangkan dan begitu efektif dikarenakan kami belajar dengan langsung melihat kepada contohnya sehingga lebih terbayang di kepala kami bagaimana bentuk dari permukaan bumi, dan batuan dapat terbentuk. Selain itu, kami juga diberikan kesempatan untuk langsung mencoba alat-alat yang digunakan ketika survey, sepert GPS handheld, kompas bidik, bahkan drone. Kami diberikan ilmu juga mengenai tata cara pemakaian, perawatan, dan juga SOP ketika menggunakan alat-alat tersebut. Kami juga dapat melihat langsung vegetasi-vegetasi yang ada di tempat praktikum, tanaman-tanaman tersebut tidak dapat ditemui di semua tempat. Kami juga dapat membandingkan permukaan bumi, jenis batuan, dan juga jenis vegetasi di setiap tempat praktikum.
  34. Yanti Ramizah Alya (2507571), Pada kegiatan praktikum 1 kali ini saya mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru karena memang ini praktikum pertama saya bersama teman teman SaIG dan juga SPIG. Saya belajar banyak pada praktikum kali ini terutama kami diajarkan cara memakai drone pada hari kedua kami praktikum di pantai Karang Papak. Pada hari pertama, kami menuju ke dua tempat yaitu gunung Guntur dan juga gunung Papandayan untuk membedakan batuan yang ada di dua tempat itu. Tetapi sayangnya, pada saat di gunung Papandayan cuaca sedang tidak bagus dan tidak terlihat apa apa. Selain itu, kami juga menuju ke beberapa pantai yang ada di Garut yaitu Sayang Heulang dan Karang Papak. Kami juga menuju ke muara Cikelet. Disana kami membandingkan beberapa hal yaitu proses geomorfologi dan penggunaan lahan yang ada disana. Praktikum kali ini saya merasa senang karena bisa belajar langsung di lapangan dan melihat secara langsung batuan dan proses geomorfologi.
  35. Mutia Marwah (2501400), Pada kegiatan praktikum 1 kali ini kami sangat banyak amat mendapat ilmu dan pengetahuan baru dengan lebih nyata dan tidak sekedar teoritis saja. Disini kami belajar bagaimana menjadi seorang geograf yang baik dan terampil. Dari mulai pengolahan data dan bagaimana cara mengambil sampel batuan dan bagaimana analisis serta berpikir kritis kita diperlukan untuk mengetahui sebuah fenomena geografi. Dengan ini, saya lebih bisa memahami bagaimana menjadi seorang surveyor ataupun kerja di lapangan saat nanti magang maupun sudah kerja. Ini adalah bekal pertama saya yang sangat akan saya terapi dan pahami agar kedepannya saya bisa menjadi seorang geograf yang baik dan terampil. Banyak sekali tempat yang bisa kita analisis dengan menggunakan pendekatan geografi, geologi, geomorfologi, dan juga kartografi yaitu mem plotting peta. Dengan demikian, saya bisa lebih paham dan bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga besar dan mahasiswa Sains Informasi Geografi.
  36. Indra Fadhil Riviansyah (2509868), Pada praktikum kali ini terdapat kesan yang sangat banyak dari saya, mungkin yang paling berkesan adalah rasa capeknya, namun tertutup rasa menyenangkannya, mulai kami yang mendatangi monumen Belanda yang dekat dengan gunung Guntur, Lalu kami ke Gunung Papandayan namun tidak jadi naik dikarenakan cuaca yang tidak mendukung, kemudian kami datang ke Penginapan kami di Pantai Karangpapak untuk melakukan expose hari pertama. Kemudian pada hari kedua, kami belajar menggunakan drone di Pantai karangpapak, kemudian kami mobilisasi ke muara Cikelet, kemudian kami pergi ke Pantai sayang heulang. Perjalanan kami terasa sangat melelahkan namun sebenarnya tidak terlalu dikarenakan kami semua melakukannya secara bersama-sama sekaligus dengan teman dari Departemen geografi kami yaitu SPIG. Tidak lupa juga dengan para Dosen yang membersamai kami dalam kegiatan praktikum ini, berkat mereka jugalah kegiatan praktikum kami memiliki pembelajaran yang sangat berguna bagi kami.
  37. Gitta F. A (2500374), Untuk refleksi pada kegiatan praktikum pertama kali di Garut ini, saya mendapatkan banyak sekali pengalaman, pelajaran, dan ilmu pengetahuan dalam kegiatan tersebut. Saat hari pertama hingga kedua, para dosen memberikan materi mengenai jenis bentuk lahan, proses yang terjadi, dan jenis-jenis batuan di sana. Karena hal tersebut, saya dapat mengetahui pengetahuan tambahan mengenai hal yang ada di sana, serta pembelajaran mengenai menggunakan drone, dan plotting peta. Kemudian pada saat malam hari pertama dan di pagi hari saat hari kedua kami melaksanakan expose. Dalam Expose tersebut juga kami mendapatkan banyak materi tambahan dari dosen yang menjelaskan terkait PPT yang kami paparkan. Selain mendapatkan ilmu pengetahuan, kami juga mendapatkan rasa kebersamaan baik dari prodi SaIG maupun lintas prodi yaitu SPIG. Karena hal tersebut, saya mendapatkan beberapa teman baru di SPIG dan juga pada saat mengolah data kami bekerja sama dalam mengidentifikasi hal-hal yang kami lihat sehingga kekeluargaan antara SaIG dan SPIG lebih erat
  38. Hania Salsabilla (2500520), pada kegiatan praktikum 1 kali ini membuat saya merasakan pengalaman baru, teman baru, dimulai ketika pertama kali sampai di garut yaitu di tugu Belanda disitu saya melakukan plotting pertama kali dan di ajarkan oleh teman SPIG, kemudian tempat kedua yaitu gunung Papandayan tetapi kita semua tidak jadi naik ke atas dikarenakan hujan dan kabut yang tebal tetapi kita tetap mengambil batuan untuk sampel lalu setelah itu kita ke villa dan persiapan expose. Di hari kedua kita ke pantai karangpapak dan belajar drone cara memakai, cara menjaga, lalu setelah itu kita ke muara cikelet untuk mengukur arus air, setelah dari muara cikelet kita ke pantai sayang heulang dan ke gumuk pasir lalu setelah itu kembali ke villa, tadinya ingin ada expose tetapi hujan deras dan di ganti jadwalnya menjadi esok pagi lalu hari ketiga kami melakukan expose setelah itu bermain-main di pantai karangpapak (karena dekat dengan penginapan) lalu setelah itu kami bersiap-siap untuk kepulangan. untuk selanjutnya semoga saya bisa mengikuti terus praktikum 2 atau KKL 1 dan seterusnya
  39. Shalom Laura Clarissa (2507016), ‎ Kegiatan praktikum perdana SaIG yang dilaksanakan sejak tanggal 4-6 Desember merupakan suatu kegiatan penting yang dapat membuat kami semua meneliti, menganalisa, dan membuat suatu hasil laporan dari setiap hal yang kami observasi. ‎Saya pribadi merasakan suatu semangat yang besar untuk menjelajah, meneliti, memperhatikan dan membandingkan tiap sampel yang saya temukan. Mulai dari bentuk lahan vulkanisme yang sejauh ini hanya saya ketahui melalui internet, hingga bentuk lahan fluvial, marine, dan aeoline. Bahkan, praktikum ini melatih kerja sama dan komunikasi saya terhadap anggota kelompok. Khususnya kepada sesama kelompok saya dan dari prodi SPIG, kami saling membagi tugas dan saling mengajar satu sama lain. Sebuah bonding kuat yang diharapkan dapat berlanjut hingga lulus nanti. ‎Selain itu, saya menjadi mampu untuk lebih mendalami tiap teori, penjelasan, dan poin yang dijelaskan dosen melalui ruang kelas semata. Terlebih, saya jadi mampu memahami tiap proses tenaga endogen ataupun eksogen beserta tenaga pendukungnya. Kegiatan praktikum ini walau melelahkan, namun memberikan saya ilmu yang banyak untuk dibagikan ke sekitar saya
  40. Bunga Meidiana Azhar (2506668), Pada kegiatan praktikum 1 kali ini saya banyak sekali mendapatkan ilmu yang sangat sangat bermanfaat dimana teori teori yang disampaikan saat kelas perkuliahan dibuktikan secara praktik di lapangan lalu dapat menganalisis langsung berbagai jenis batuan dan bentang alam. Sehingga, dapat membuktikan sendiri serta memahami lebih dalam materi yang diajarkan. Kegiatan meneliti batuan di daerah Cikelet dan Pantai Karang Papak memberikan saya banyak pengalaman baru mengenai bagaimana proses geologi bekerja secara nyata di alam. Sebelumnya saya hanya memahami teori mengenai pelapukan, erosi, transportasi, dan sedimentasi melalui materi kelas, namun melalui praktik lapangan ini saya dapat melihat langsung bagaimana setiap proses tersebut menghasilkan bentuk batuan yang berbeda-beda. Lalu bentang alam yang terjadi di pantai Sayang Heulang membuat saya lebih paham bahwa bentang alam dapat terjadi melalui banyak proses dan agen geomorfologi nya tidak hanya satu, lalu dalam satu tempat bentang alamnya dapat berbeda-beda, seperti sayang Heulang yang terdapat marine dan aeolin dalam satu tempat. Selain itu saya juga dapat lebih dekat dengan teman teman SaIG'25 dan juga SPIG.
  41. Zasmina Silva Setiawan Putri (2505504), Pada kegiatan praktikum 1 kali ini pada hari pertama kami pergi ke tugu belanda yang merupakan kaki lereng gunung guntur, disini kami meneliti bentuk lahan, dan batuan yang ada di gunung guntur kebanyakan adalah batuan sedimen dan di gunung guntur terdapat proses geomorfonya yaitu erosi dan juga ada singkapan batuan. Pada hari kedua kami pergi ke 3 tempat yaitu pantai karang papak, muara cikelet dan pantai sayang heulang, di pantai karang papak kami tidak hanya meneliti tentang bentuk lahan yang dimana pantai karang papak memiliki banyak sekali batuan karangnya tetapi kami belajar cara menjalankan drone dan SOP nya, lalu kami pergi ke muara cikelet yang memiliki bentuk lahan yang berbeda dengan pantai yaitu proses geomorfologi yang terjadi di muara adalah fluvial dengan bentuk lahan muara yang mempertemukan air laut asin dengan air tanah, muara cikelet memiliki bentuk pasir halus dengan warna dominan hitam karena adanya aktivitas vulkanik dan memiliki batuan yang sangat unik dan beragam warna dan bentuknya. Di pantai sayang heulang terdapat proses geomorfologi marine dan aeolin, untuk bentuk lahan dari marine adalah pantai lalu ada juga karts dan split dan bentuk lahan dari aeolin ada gumuk pasir yang hanya ada 4 di indonesia, salah satunya ada di pantai sayang heulang
  42. Muhammad Alhadziq Hanafi (2500591), merefleksikan apa yang didapat selama praktikum pertama sebagai mahasiswa Sains Informasi Geografi semester satu. Tepatnya di Kabupaten Garut pada beberapa lokasi yang berbeda. Mulai dari Tugu PLP dengan objek penelitian pada Kaki Gunung Guntur, dilanjutkan di Gunung Papandayan dengan fokus penelitian mengkaji fenomena vulkanik dengan adanya material solfatara (sulfur) di dalamnya. Setelahnya turun ke bawah setelah dari gunung melanjutkan penelitian pada daerah Pantai Karang Papak, Pantai Sayang Heulang, dan Muara Cikelet. Banyak hal yang dapat diambil, mulai dari akademik maupun non akademik. Bidang akademik, menjadikan praktikum ini sebagai bentuk nyata dalam pembelajaran dan penambahan wawasan sesungguhnya terkait materi-materi yang telah dipelajari di kelas. Saya sendiri sangat berkesan baik, terutama menjadi sarana pembuktian apa yang telah dipelajari dalam kelas untuk dibuktikan langsung pada lapangan. Terkait fenomena geosfer, seperti pembentukan lempeng tektonik, pelapukan oleh tenaga eksogen, batuan-batuan (beku, sedimen, metamorf), dan sebagainya. Terlebih, lokasi penginapan yang berada pada kawasan pesisir menambah kesan dan wawasan pribadi dalam membuktikan dan menganalisis morfologi marine dan lainnya. Kemudian bidang non akademik, tentunya menambah daftar panjang wawasan pribadi terkait pengalaman berorganisasi dan melatih kekompakan sesama anggota maupun antara rekan kelompok yang telah dibentuk. Terlebih saat praktikum menjabat sebagai salah satu anggota staf SDM (Sumber Daya Manusia); berperan menjadi pemandu materi atau gudang ilmu yang ada dalam kelompok menjadi kesan sendiri yang ada di dalamnya.
  43. Dea Vita Alisya (2504575), Kegiatan Praktikum 1 ini tentu merupakan pengalaman yang sangat berarti bagi saya sebagai angkatan 2025 yang baru pertama kali merasakan praktikum lapangan. Saya mendapatkan kesempatan untuk menerapkan materi materi yang saya dapatkan dari mata kuliah Kartografi, Geologi Geomorfologi dan Pengantar Sains Informasi Geografi yang selama ini saya pelajari di kelas. Pada praktikum hari pertama kami melakukan praktikum di Kaki Lereng Gunung Guntur dan Kaki Lereng Gunung Papandayan. Disana kami melakukan pengamatan melalui pendekatan keruangan dan melakukan plotting (proses memetakan suatu lokasi) menggunakan GPS handheld. Kami juga melakukan identifikasi batuan-batuan yang ada di sana. Kebalikan dari praktikum pertama yang dilaksanakan di dataran tinggi, pada hari kedua kami melakukan praktikum di dataran rendah, yaitu di Pantai Karangpapak, Muara Cikelet dan Pantai Sayang Heulang. Bagi saya sendiri, praktikum di hari kedua ini yang paling berkesan karena pada praktikum ini kami mendapatkan kesempatan untuk menerbangkan drone dan mencoba menggunakan alat-alat yang lebih beragam dari hari pertama. Pada hari kedua ini, kami belajar menggunakan tds meter, klinometer, barometer dan masih banyak lagi. Praktikum pertama ini tentu sangat berkesan terutama karena kami melakukan praktikum pertama ini dengan teman-teman program studi Survei Pemetaan Informasi Geografis (SPIG), saya mendapatkan banyak ilmu baru dari teman teman SPIG terutama dalam hal penggunaan alat. Akhir kata, terimakasih banyak kepada Bapak dan Ibu Dosen Pengampu Mata Kuliah yang telah berkenan untuk berbagi ilmu dan memberikan kami kesempatan untuk mengeksplor geografi lebih jauh lagi.
  44. Aldiansyah Boengsoe Pramudia (2501192), Pada kegiatan praktikum yang berlangsung pada tanggal 4-6 Desember di Garut memberikan banyak hal baru yang dapat saya pelajari, mulai dari belajar berkontribusi dalam menjalankan suatu acara, hingga banyaknya materi atau pengetahuan baru yang saya dapatkan dengan belajar menggunakan alat seperti current meter, gps handheld, dan lain lain. Praktikum kali ini juga sangat seru karena bisa melakukan kajian sambil jalan-jalan di garut, kami mengunjungi banyak tempat seperti kaki gunung guntur, gunung papandayan, pantai karangpapak, muara cikelet dan pantai sayang heulang.
  45. Meisya Aulia Putri Santosa (2508955), Praktikum 1 2025 adalah kegiatan praktikum pertama untuk saya sebagai mahasiswa SaIG. Bergabung dengan prodi SPIG, memberikan experience baru untuk saya. Awalnya kami memang membutuhkan waktu yang lebih untuk bisa saling menyesuaikan dan memahami satu sama lain. Waktu menjawab semua nya, kami bisa membangun chemistry dan bonding yang sangat baik. Saling melengkapi demi berjalannya praktikum yang menjadi pengalaman pertama untuk kami semua. Perjalanan kami dimulai dari UPI tepatnya di Masjid Al Furqan, berkumpul di tengah pagi buta. Mempersiapkan banyak hal dan memastikan semua berjalan secara lancar pada hari itu. Tempat yang pertama kami datangi adalah Tugu Belanda di Cipanas. Disana kami mendapati jenis batuan beku yang berasal dari erupsi intrusif Gunung Guntur. Gunung Guntur merupakan gunung api aktif tipe A. Di kawasan Gunung Guntur pun terdapat sumber air panas yang menandakan bahwa gunung tersebut adalah gunung yang masih aktif, dan terdapat magma di bawahnya yang menjadikan kawasan tersebut terdapat sumber air panas. Tempat praktikum kami yang kedua di hari pertama adalah Gunung Papandayan. Sayangnya, karena keadaan dan cuaca yang kurang mendukung, kami semua tidak bisa naik ke Gunung Papandayan. Di Gunung Papandayan terdapat bentuklahan Solusional Karst, dan juga vegetasi yang cukup asing untuk saya. Lanjut di hari kedua praktikum, tempat yang pertama kami kunjungi adalah Pantai Karangpapak yang dimana, kami menemui banyak sekali Batu Karang, dan juga pantai nya sangat indah dengan ombak pasang yang cukup besar. Selain itu, kami juga melakukan latihan drone bersama Pak Hendro. Kami melanjutkan perjalanan kami ke Muara Cikelet. Kami melihat secara langsung morfologi muara yang dimana, di tempat tersebut terdapat banyak sekali jenis batuan hasil proses transportasi dari hulu sungai. Kelompok saya, yaitu Kelompok 10 SaIG menemukan batuan Metamorf di muara tersebut. Tempat terakhir yang kami datangi adalah, Pantai Sayang Heulang. Salah satu Gumuk Pasir asal bentuklahan Aeolin di Indonesia. Terdapat vegetasi-vegetasi yang saling menjaga keseimbangan ekosistem yang ada di Gumuk Pasir tersebut. Dan juga morfologi marine yang ada di Pantai Sayang Heulang. Khusus di hari terakhir, kami menikmati waktu bebas bersama dengan teman teman untuk berfoto dan bermain di pantai.
  46. Muhammad Naufal Rifasyah (2500436), Praktikum pertama di Garut menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Sejak awal keberangkatan, saya sudah merasa bahwa kegiatan ini akan memberikan banyak hal baru yang mungkin tidak akan saya dapatkan di kelas. Kunjungan pertama kami dimulai di kawasan Tugu Belanda dekat Gunung Guntur. Di sana kami belajar langsung tentang bentuk lahan vulkanik, kondisi batuan, hingga melakukan plotting peta dari koordinat GPS yang kami ukur sendiri. Meski panasnya cukup terik dan jalannya berbatu, rasa lelah itu terbayar dengan pemandangan yang menenangkan dan suasana belajar yang terasa nyata. Selanjutnya kami menuju Gunung Papandayan. Walaupun tidak bisa naik terlalu jauh karena kondisi berkabut dan hujan, berada di sekitar kawasan kawah dan melihat aktivitas fumarol membuat saya semakin memahami materi geologi yang selama ini hanya saya lihat di slide. Setelah itu kami menuju penginapan di Pantai Karangpapak dan melakukan expose hari pertama. Malam itu terasa padat, tapi sekaligus mempersatukan kami sebagai satu kelompok besar. Hari berikutnya kami memulai kegiatan dengan pelatihan drone di Pantai Karangpapak. Ini menjadi salah satu bagian favorit saya karena saya bisa mempelajari perangkat yang nantinya sangat relevan dengan dunia pemetaan. Mulai dari pengecekan perangkat, teknik menerbangkan drone dengan aman, hingga memahami semuanya memberikan pengalaman baru yang membuka wawasan saya. Setelah pelatihan drone, kami bergerak menuju Muara Cikelet untuk mempelajari proses fluvial, material sedimen, hingga pengaruh pertemuan air sungai dan laut. Terakhir, kami mengunjungi Pantai Sayang Heulang untuk melihat gumuk pasir, erosi pantai, dan bentuk lahan pesisir lainnya. Setiap lokasi memberikan gambaran berbeda tentang dinamika alam Garut selatan, dan saya merasa benar-benar belajar langsung dari fenomena yang ada di lapangan. Meskipun perjalanan cukup melelahkan dan waktu istirahat tidak banyak, kebersamaan dengan teman-teman SaIG dan SPIG membuat semuanya terasa lebih ringan. Kami saling membantu, berbagi cerita, dan merasakan proses yang sama-sama kami jalani. Saya juga sangat berterima kasih kepada para dosen pembimbing dan para panitia beserta ketuplak yang telah mendampingi kami dari awal hingga akhir. Arahan, penjelasan, dan bimbingan mereka membuat praktikum ini bukan hanya perjalanan jauh, tetapi juga pembelajaran yang sangat berarti untuk saya sebagai mahasiswa Sains Informasi Geografi. SaIG Berlari!! SPIG Mapping the World!!
  47. Shofiyyah Hanifah Nida (2504291), Praktikum pertama di Garut ini menjadi pengalaman yang berkesan karena saya belajar langsung di lapangan. Mulai dari Tugu Belanda, Gunung Papandayan, Pantai Karangpapak, Muara Ci Kelet, dan Pantai Sayang Heulang, setiap lokasi memberikan pemahaman tentang geologi, geomorfologi, serta materi Pengantar SaIG. Saya juga melakukan observasi batuan, bentuk lahan, proses geomorfologi yang terjadi. Selain itu, saya dan teman-teman kelompok juga melakukan expose untuk mempresentasikan hasil kajian langsung di lapangan. Di tengah padatnya kegiatan, momen berfoto-foto bersama teman-teman juga menjadi pelengkap yang membuat praktikum ini tidak hanya edukatif, tetapi juga menyenangkan dan penuh kenangan.
  48. Nandina Khairunnisa (2505439), Pada kegiatan praktikum  pertama ini, saat hari pertama kami datang ke Tugu Belanda yang berada di Cipanas, Garut, lalu kami lanjut ke Gunung Papandayan, saat hari kedua kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Karang Papak, Muara Cikelet, dan yang terakhir kamu mengunjungi Pantai Sayang Heulang. Dari perjalanan ini kami mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan geologi, geomorfologi, geografi, serta kami juga melakukan plotting pada peta rbi dan peta geologi, sehingga kami jadi lebih mengetahui dan memahami pembelajaran yang sudah diberikan oleh para dosen.
  49. Bilqista Muntaz R (2510085), Praktikum kami dimulai pada tanggal 04 Desember 2025 yang dimana kami dari pagi pukul 02.00 sudah berkumpul untuk melakukan briefing panitia dan persiapan, dilanjut dengan perjalan menuju Garut kurang lebih sekitar 2-3 jam dan berhenti tepat di tempat praktikum pertama kami yaitu Tugu Belanda yang berhadapan langsung dengan gunung guntur. Disana kami mendengarkan pematerian dari para dosen-dosen mengenai batuan, morfologi, juga karto. Kami juga mengamati penggunaan lahan disana, dan juga bebatuan yang ada. Dilanjut perjalannya ke destinasi kedua yaitu Papandayan. Namun, Sayang sekali kami tidak bisa mencapai kawahnya karena kondisi cuaca yang tidak mendukung, tapi kami tetap mengadakan pematerian dengan dosen-dosen pengampu. Kegiatan kami pada hari pertama diakhiri dengan expose. Lanjut pada hari kedua, kami praktikum ke Pantai Karangpapak untuk melakukan pelatihan drone. Kami dijelaskan bagian-bagian dari drone, aturan-aturan mengenai menerbangan drone, dan beberapa hal lainnya. Setelah dari sana kami lanjut ke Muara Cikelet, disana kami melakukan beberapa praktikum mengenai Hidrologi dengan menghitung kuat arus dan Ph air muara tersebut. Lalu terakhir kami ke Gumuk Pasir di Sayang Heulang. Disana kami diberikan pematerian yang cukup berdaging bagi kami, dilanjut dengan kami melakukan kajian disekitar sana. Sayang sekali hari kedua kami tidak melakukan expose pada malam hari karena kondisi tidak mendukung. . Dilanjut hari ketiga kami melakukan expose pada pagi hari dan dilanjut free time juga keberangkatan pulang. Intinya, Praktikum pertama ini sangat berkesan dan mengandung banyak sekali “daging” yang diberikan kepada kami sebagai mahasiswa SaIG yang baru.
  50. Jelita Triehelisa (2505411), Praktikum 1 di Garut pada 4–6 Desember 2025 menjadi pengalaman lapangan pertama bagi mahasiswa SaIG untuk menerapkan materi kartografi, geologi, geomorfologi, dan pengantar SIG melalui observasi langsung di Gunung Guntur, Papandayan, Pantai Karangpapak, Muara Cikelet, dan Pantai Sayang Heulang. Mahasiswa mempelajari bentuk lahan vulkanik, fluvial, marine, dan aeolin, mengenali berbagai jenis batuan, serta menggunakan instrumen seperti GPS, kompas bidik, drone, dan current meter. Tantangan cuaca dan medan justru memperkuat pemahaman konsep geosfer, sementara expose harian serta kolaborasi dengan SPIG meningkatkan kemampuan analisis, komunikasi, dan kerja tim. Secara keseluruhan, praktikum ini menjadi pengalaman berharga yang memperjelas gambaran kerja seorang geografer sekaligus menumbuhkan kesiapan untuk praktikum dan KKL selanjutnya
  51. Raihan Ajie Atallah (2507730), Pada refleksi kali ini, diawali ketika kita di Tugu Belanda, kita belajar tentang batuan vulkanik dan dilanjut kita menuju kawah papandayan kita disana belajar banyak seperti bentuk lahannya, lalu kita mewawancarai warga sekitar tentang 10 konsep geografi. di hari kedua kami di pantai karangpapak untuk belajar menggunakan drone, sop, dan lain lainnya. selanjutnya kami ke muara cikelet kita belajar tentang batuan dan bentuk lahan disana dan pola alirannya. terakhir kami ke sayang heulang kita melihat bentukan lahan aeolin yakni gumuk pasir dan di sayang heulang ada 4 vegetasi yang ada di sayang heulang. overall, praktikum pertama saya berkesan baik dan sangat bermanfaat bagi saya.
  52. Safa Malika Johantara (2503702), Praktikum pertama di SaIG ini sungguh berkesan dan sangat menyenangkan, di hari pertama kami pergi ke Tugu Belanda, dimana kita mengkaji banyak hal yang berkaitan dengan mata kuliah Geologi dan Geomorfologi, Kartografi, Pengantar SaIG terhadap Gunung Guntur, kita mengkaji didaerah kaki lereng Gunung Guntur, lanjut kita ke Gunung Papandayan yang jauhnya lumayan, disitu sayangnya cuaca tidak mendukung yaitu hujan jadi kita hanya mendengar materi materi dari dosen tapi untuk mendapatkan kajian mengenai Pengantar SaIG kami mewawancarai warga lokal di sekitar. Lalu di hari kedua, kami pergi ke Pantai Karangpapak, disana kita belajar banyak hal mengenai Drone, kita juga diberi kesempatan untuk mencoba Drone tersebut, lalu disana juga kita mengkaji banyak hal yang sama seperti saat di Tugu Belanda. Selanjutnya kita ke Muara Cikelet, dengan jalanan yang jauh ya karena ternyata jalannya tidak cukup untuk Elf, disana kita meneliti banyak bebatuan karena Muara Cikelet isinya sungai yang dipenuhi batuan, lalu dilanjut ke tujuan terakhir kita ke Pantai Sayang Heulang dan kita disuguhi pemandangan yang wow karena jujur saya ga pernah liat gumuk pasir di pantai, dan ini pertama kalinya, lalu yang paling terakhir kami expose di pagi harinya.
  53. Fathimah Adzkiya Fitriani (2503480), Pada praktikum kali ini kami banyak belajar tentang plotting yaitu mencari posisi kita pada peta, hal ini merupakan salah satu pengaplikasian dari ilmu kartografi.  kita juga belajar tentang berbagai macam alat diantaranya kompas bidik, kompas geografi, Barometer, clinometer, altimeter, anemometer, TDS meter,  current meter, dan lainnya. Salah satunya adalah drone yang akan banyak kami aplikasikan pada mata kuliah fotogrametri. Kami juga melatih skill analisis kami dengan menentukan 10 konsep geografi pada setiap spot yang dikunjungi. Kami juga dapat melihat langsung bentuk-bentuk lahan dan batu-batuan sehingga bisa mengaplikasikan ilmu geomorfologi dan geologi yang kami pelajari di kelas. Selain itu yang tidak kalah penting kami juga mempererat bonding dengan teman teman dari program studi survei pemetaan dan informasi geografi sebagai satu departemen geografi.
  54. Muhammad Haidar Danish Rahmani (2502347), Setelah melakukan kegiatan praktikum lapangan pertama saya di prodi Sains Informasi Geografi pada tanggal 4 sampai 6 Desember 2025 ini saya belajar untuk menganalisis berbagai macam bentuk lahan mulai dari vulkanik, fluvial dan marine. Kegiatan pada praktikum ini merupakan pengalaman yang baru bagi saya karena kegiatannya padat dan jarak antar kegiatan cukup jauh membuat tenaga mudah terkuras. Dan juga saya harus mengolah data dengan cepat untuk penyajian dalam bentuk ppt yang akan dipaparkan pada hari yang sama di malam harinya. Dalam rangkaian kegiatan ini saya belajar menjaga kekuatan fisik dan harus mengambil data di cuaca yang kurang nyaman serta mengimplementasikan kerja sama dengan kelompok untuk mencapai output yang maksimal
  55. Moses Zifora Imanuel Gundara (2508076), kegiatan praktikum ini mengajarkan saya banyak hal. Saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi ketua divisi acara dan mendapatkan banyak pengalaman, dari bagaimana cara saya mengatur rundown, membagi tugas, berkomunikasi dengan berbagai banyak orang untuk menyatukan satu pikiran, sepadat apa deadline yang diberikan agar bisa menyelesaikan tugas. Saya juga belajar tentang bagaimana cara menggunakan alat praktikum, melihat setiap fenomena-fenomena geografi, belajar interaktif, dan banyak hal. Saya berharap kedepannya saya bisa belajar lebih banyak lagi. 
  56. Muhamad Niki Al kautsari (2500660), dalam kegiatan praktikum pertama ini saya belajar berbagai macam hal yang terutama pada matkul yang ikut andil dalam praktikum ini seperti geologi yang meneliti berbagai macam batuan serta sejarahnya geomorfologi dimana kita pergi ke berbagai macam tempat dari pegunungan seperti lereng kaki gunung guntur dan papandayan hingga pantai karang papah dan sayangheulang disana juga kita mengetahui cara ploting peta di setiap lokasi yang mana hal tersebut masuk kedalam matkul kartografi dan kita juga diharuskan untuk mencari 10 konsep geografi di setiap tempatnya sesuai yang kita pelajari pada pengantar geografi di kelas tidak hanya dalam hal akademik kita juga dapat mengenal teman teman baru dari SPIG dan saling mempererat bonding dan silaturahmi antar kedua prodi.
  57.  Akbar Saefudin Ismail (2501105), Banyak sekali hal bermanfaat bagi perkembangan diri saya di kegiatan praktikum selama 3 hari ini. Pertama, saya pastinya mendapatkan wawasan lebih mengenai keilmuan geografi dari hasil pengamatan yang saya observasi sebelumnya untuk data instrumen. Contohnya dalam geomorfologi kami belajar secara langsung menganalisis bentuk lahannya, Geologi kami menganalisis formasi dan jenis material penyusunnya, kartografi belajar cara plotting peta, dan Pengantar SaIG yang menganalisis 10 konsep dari tempat kajian kami. Kemudian, saya menjadi lebih fasih menggunakan alat-alat yang digunakan dalam keilmuan geografi seperti kompas bidik, barometer, dll. Terakhir, hal utama yang tak saya hiraukan adalah esensi dari praktikum gabungan yang secara langsung maupun tidak langsung memperdekat hubungan antara prodi kami SaIG dengan SPIG yang memang satu departemen geografi. Secara keseluruhan, saya lebih mengenal prodi yang saya ampu sekarang melalui kegiatan praktikum ini, meskipun hanya beberapa bagian kecilnya saja.
  58.  Catherine Matilda Andrean (2506417), kegiatan Praktikum 1 saya ini sangat berkesan dan memberikan banyak sekali insights yang bermanfaat bagi saya. Saya jadi lebih memahami apa yang sebelumnya sering disampaikan di kelas namun belum secara jelas tergambarkan oleh mata. Saya bisa mengidentifikasi segala bentuk geografi yang terjadi di lapangan tentunya secara langsung saat praktikum ini, sehingga saya jadi lebih mengenal dan memahami banyak hal yang telah dipelajari di kelas. Saya mengamati pantai, laut, muara, gunung, dan banyak bentuk lahan lainnya yang selain indah tapi juga menyimpan banyak sejarah dan ceritanya. Saya juga mencoba berbagai alat praktikum seperti GPS dan juga drone yang merupakan suatu pengalaman baru untuk saya. Melalui praktikum ini juga saya jadi memiliki teman-teman baru dari SPIG yang seru dan bisa diajak bekerja sama jadi chemistry kami pun terbangun lewat adanya praktikum ini.
  59. Samuel Prada Situmorang (2501240), praktikum 1 gabungan SPIG dan SaIG sangat bermanfaat. Pada hari 1 Dari lokasi di Tugu Belanda, Gunung Guntur, G. Papandayan, lalu hari ke 2 ke Pantai Karang Papak, Muara cikelet, Pantai Sayang Heulang. Meskipun dengan jarak yang jauh dan dengan waktu yang sangat padat namun saya dapat menyerap berbagai pengalaman dan ilmu antara prodi. Kami mengobservasi Dan mencatat berbagai informasi yang ada di daerah, ini sangat mengasah kemampuan analisis dan problem solving kami. Dan kami diusahakan dalam pembuatan dan menyajikan presentasi dalam waktu sesingkat mungkin, ini membentuk kerja sama yang se-efektif dan seefisien mungkin. Saya mendapat pengetahuan mau itu dari ilmu-ilmu di prodi bersama, tapi juga cara pengoperasian alat, seperti Current Meter, Termometer, dan bahkan ke cara plotting di peta. Saya harap kedepannya ke-2 Prodi ini dapat bekerja sama dan berbagi ilmu & pengalaman untuk event-event selanjutnya
  60. Evra Elya Prastiwi (2508015), Refleksi yang saya dapatkan selama praktikum 1 'terrascope' Adalah diantaranya kami belajar mengenai Drone, Geomorfologi Geologi dari pantai karang papak, muara cikelet, tugu belanda di kaki lereng gunung guntur kemudian di gunung papandayan, tak lupa juga menganalisis terkait pengantar Sains Informasi dan Geografi kemudian saya merasa lebih bonding antara angkatan dan SPIG karena kami praktikum bersama-sama, banyak hal yang kami dapatkan selama 3 hari ini dan akan berguna untuk selanjut- selanjutnya.
  61. Gitta Fitri Aurellia (2500374), Untuk refleksi pada kegiatan praktikum pertama kali di Garut ini, saya mendapatkan banyak sekali pengalaman, pelajaran, dan ilmu pengetahuan dalam kegiatan tersebut. Saat hari pertama hingga kedua, para dosen memberikan materi mengenai jenis bentuk lahan, proses yang terjadi, dan jenis-jenis batuan di sana. Karena hal tersebut, saya dapat mengetahui pengetahuan tambahan mengenai hal yang ada di sana, serta pembelajaran mengenai menggunakan drone, dan plotting peta. Kemudian pada saat malam hari pertama dan di pagi hari saat hari ketiga kami melaksanakan expose. Dalam Expose tersebut juga kami mendapatkan banyak materi tambahan dari dosen yang menjelaskan terkait PPT yang kami paparkan. Selain mendapatkan ilmu pengetahuan, kami juga mendapatkan rasa kebersamaan baik dari prodi SaIG maupun lintas prodi yaitu SPIG. Karena hal tersebut, saya mendapatkan beberapa teman baru di SPIG dan juga pada saat mengolah data kami bekerja sama dalam mengidentifikasi hal-hal yang kami lihat sehingga kekeluargaan antara SaIG dan SPIG lebih erat.
  62. Felicia Syifa’ Hermanu Putri (2504208), Di Praktikum satu ini saya mendapatkan banyak ilmu baru juga mempraktikkan apa yang sudah didapat selama pembelajaran di kelas. Praktikum satu ini dilakukan bersamaan dengan program studi SPIG, sehingga di praktikum satu ini dua prodi bisa lebih mengenal satu sama lain dan lebih bonding lagi. Kami melakukan kajian di lima tempat selama tiga hari, yaitu gunung Guntur dan gunung Papandayan di hari pertama, serta pantai Karang Papak, muara Cikelet, dan pantai sayang Heulang di hari kedua. Di tiap tempat tersebut kami melakukan analisis secara geologi, geomorfologi, 10 aspek geografi, dan juga kartografi. Pada mata kuliah kartografi, kami diarahkan untuk melakukan plotting. Saat kajian di pantai Karang Papak, selain melakukan analisis empat mata kuliah, kami juga diberi pelatihan penggunaan drone.
  63.  Yusup Iskandar (2505440), dalam praktikum 1 kali ini saya mendapatkan banyak wawasan yang sangat berharga mencakup hampir keseluruhan aspek geografi dimulai dari aspek geomorfologi saya belajar bagaimana cara menganalisis sebuah wilayah dari proses geomorfologi bentuk lahan mayor minor, morfologi, potensi sumber daya serta bencana, dan saya juga mempelajari kondisi sosial di suatu wilayah dengan mewawancarai warga sekitar. selain geomorfologi saya juga belajar mengenai geologi wilayah yang kami analisis, bagaimana wilayah tersebut terbentuk, material penyusun wilayah, mencari tahu jenis batuan di wilayah tersebut dan mengidentifikasi batuannya. Tidak hanya lapisan bumi bawah permukaan bumi juga saya mendapat pengetahuan atas itu saya belajar bagaimana cara plotting dan menandai wilayah longitude, latitude serta zenith nya. Terakhir kami juga mempelajari 10 aspek geografi dari setiap wilayah yang dikunjungi.
  64. Disya Ayudia (2508791), Setelah melakukan praktikum lapangan selama 3 hari yang berlokasi di Garut, saya menjadi lebih tau tentang bentuk lahan baik dari segi geologi maupun geomorfologi. Saya juga jadi bisa melakukan plotting yang bahkan hal itu belum di dapatkan materinya di kelas. Pada saat menemukan bentang lahan atau bentuk lahan yang seperti ada di teori saya memiliki rasa tersendiri, ada rasa bangga dan ada rasa percaya tidak percaya menemukan hal ini, dan ternyata bentuk lahan ini benar adanya.Praktikum ini terasa seperti liburan sambil belajar karena pada saat mengunjungi tempat tempatnya bentang alamnya itu sangat indah. Saya juga mendapat pembelajaran tentang menggunakan drone.
  65. Faraz Nagita Ghifari (2500498), dalam pelaksanaan praktikum pertama ini saya merasa senang, karena saya mendapat banyak ilmu ilmu baru didalamnya. Tak hanya mendapat ilmu baru, saya juga mendapat pengalaman dan pelajaran pelajaran yang tak saya dapatkan jika hanya belajar didalam kelas. Seperti bagaimana cara menggunakan drone, current meter, termometer, dan memplotting peta. Kami berkunjung dan mengkaji ke 5 tempat selama 3 hari praktikum ini dilangsungkan, yang pertama itu di Tugu Belanda, Gunung Papandayan, Pantai Karangpapak, Muara Cikelet, Pantai Sayang Heulang. Kami mengkaji 4 submateri, yaitu geologi, geomorfologi, kartografi, dan pengantar SaIG. Kebersamaan antar teman juga saya dapatkan disini. Karena kita dikelompokkan kedalam beberapa sub kelompok kecil lagi. Ada kelompok praktikum, kelompok elf, kelompok gabungan juga dengan SPIG. Ini dapat menjadi wadah agar kami lebih dekat dengan yang lainnya, dengan SPIG juga. 
  66. Abdur Razzaq Dwidana Setiadi (2511374), Praktikum pertama ini jadi pengalaman baru yang bikin saya lebih paham kondisi batuan di lapangan. Hari pertama ke Tugu Belanda dan Gunung Papandayan membantu saya mengenali variasi batuan dan proses yang membentuknya. Hari kedua ke Karang Papak, Muara Cikelet, dan Sayang Heulang memperlihatkan perbedaan bentuk lahan fluvial dan marine. Secara keseluruhan, kegiatannya seru dan menambah pengalaman untuk saya.
  67. Raffi Mahardhika Iskandar (2506706), Pada praktikum pertama ini, saya mendapat banyak sekali wawasan dari para dosen yang juga ikut dalam praktikum ini. dan tentu saja ini menjadi pengalaman baru yang sangat berkesan untuk saya.
  68. Sendy Juliyo (2505543), Refleksi hasil yang saya dapat dari praktikum. selama 3 hari di garut ,dari tugu belanda hingga pantai sayang heulang adalah saya mendapat hal hal yang menarik dan kelimuan baru. yang pertama adalah pada saat di tugu belanda saya mendapati bahwa batuan batuan yang ada pada area tersebut adalah hasil dari letusan besar gunung guntur yang kemudian membeku dan ada beberapa batu yang teroksidasi. untuk yang kedua pada pantai karang papak saya mendapati bahwa terdapat batuan beku yang terangkat ke atas permukaan laut. Selanjutnya di muara cikelet saya mendapati adanya batuan beku yang tertransportasi oleh aliran sungai sehingga sampai di muara selain itu juga terbentuk delta pada muara tersebut. Dan yang terakhir pada sayang heulang kita melakukan observasi tidak hanya pada satu tempat tapi ke 2 tempat yaitu pantai sayang heulang dan gumuk pasir. Pada area pantai didapati bahwa di area terdebut terdapat bentukan bentukan lahan karst yang membentuk kerucut-kerucut karst. Pada area gumuk pasirnya terdapat bentukan lahan aeolin yang terbentuk dari pengikisan batuan yang kemudian batuan tersebut ter transportasi oleh angin dan membentuk gumuk pasir. Selain keilmuan dan pengetahuan yang di dapat di sini kami juga bisa lebih mengenal teman satu departemen yaitu prodi SPIG karena kelompok kita dilebur menjadi satu kesatuan.
  69. Hasbi Ahmad Mahendra (2509223), Yang saya dapatkan selama praktikum ini adalah banyak ilmu baru yang sebenarnya sudah kita pelajari tapi baru kita praktikkan dan kita lihat langsung di lapangan agar lebih paham, lalu kita juga diajarkan untuk mengatur kegiatan kita sendiri, dan dihadapkan dengan tanggung jawab laporan berupa power point yang akan disajikan oleh kita ke hadapan dosen
  70. Muhammad Ismail Fikri (2503481), Praktikum pertama yang kami lakukan di Garut selama tiga hari ini, tentunya memberikan pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya dan tentunya kami semua mahasiswa SaIG dan SPIG. Praktikum pada kali ini kamu melakukan banyaknya kunjungan dari kawasan vulkanik hingga fluvial dan marine di daerah Garut selatan. Kami mahasiswa belajar mengenai karakteristik geologi geomorfologi, kartografi serta pula konsep-konsep Geografi secara langsung. Aktivitas yang padat, jauhnya jarak pengambilan sampel hingga tuntutan waktu untuk mengolah data secara cepat tentunya dapat melatih pola pikir kami untuk jangka panjang kedepan. Selain perihal peningkatan pemahaman materi, kegiatan praktikum kali inipun meningkatkan relasi serta hubungan yang kuat antara SaIG dan SPIG, menjadikan kegiatan ini bukan hanya sarana belajar namun juga sebagai ruang tumbuh bersama.
  71. Musyaffa Rifqi Hazami (2505186), Selama praktikum pertama ini saya belajar banyak sekali hal hal yang berkaitan dengan geografi. Pertama kami pergi ke tugu belanda/plp, disana kita melihat dan menganalisis lahan di sekitar gunung guntur dan gunung Cipanas, kemudian kami mobilisasi ke Papandayan yang di mana di seharusnya kami naik dan menganalisis lahannya, namun karena saat itu kondisi cuacanya sedang tidak mendukung dan berkabut, jadi kami tidak naik ke atas untuk menganalisis wilayahnya. Di kedua wilayah itu kami mengambil sampel, melakukan ploting, dan menganalisis geomorfologinya dan di malam hari kami melakukan expose (mempresentasikan hasil penelitian). Di hari ke dua, kami melakukan pelatihan drone di pantai karang papak, lalu kami mobilisasi ke muara Cikelet, dan yang terakhir itu di pantai karang papak. Di karang papak terdapat banyak fenomena geografi yang menarik seperti karang karang yang terlihat ketika sedang surut, dan terdapat gumuk pasir akibat aeolin. Keesokan paginya kami melakukan expose lagi. Kami memahami banyak tentang geomorfologi, geologi, dan juga aspek aspek geografi lainnya
  72. Kalisya Rizky Kustanto (2502638), Praktikum yang sangat menyenangkan dan juga saya banyak sekali mendapatkan hal yang sebelumnya saya belum pernah alami. Praktikum pertama ini bener-bener jadi pengalaman yang ngebuka banyak hal soal geografi. Kegiatan kami dimulai dengan kunjungan ke Tugu Belanda, tempat kami melihat kondisi lahan yang mengelilingi Gunung Guntur dan Gunung Cipanas. Dari sana kami lanjut perjalanan menuju Papandayan. Rencananya, lokasi itu bakal jadi tempat analisis lanjutan, tapi cuaca yang berkabut tebal bikin kami nggak bisa naik ke bagian atasnya. Walaupun situasinya nggak sepenuhnya sesuai rencana, di dua area itu kami tetap ngelaksanain kegiatan inti: mengambil sampel, nge-plot titik pengamatan, dan mecahin kondisi geomorfologi di lapang. Setiap malam, hasil pengamatan hari itu kami bahas bareng lewat sesi expose. Hari kedua kegiatannya pindah ke wilayah pesisir. Kami mulai dari Pantai Karang Papak buat pelatihan drone, lanjut ke Muara Cikelet, lalu balik lagi ke Karang Papak. Di area pantai itu terlihat jelas berbagai fenomena geografi, mulai dari karang yang muncul saat air surut sampai keberadaan gumuk pasir yang terbentuk karena aktivitas angin. Keesokan paginya kami nutup kegiatan dengan expose lagi. Dari seluruh rangkaian ini, kami dapat banyak wawasan baru soal geomorfologi, geologi, dan unsur-unsur geografi lain yang relevan di lapangan.
  73. Farrah syafitria rahman (2509502), dari praktikum ini saya mendapatkan banyak ilmu-ilmu baru. rangkaian pertama kami berada di tugu belanda, mempelajari proses geomorfologi, plotting peta, dan mengidentifikasi batu-batuan. rangkaian kedua yaitu di pantai karang papak, kami belajar tentang droning. mulai dari cara pemasangan baling-baling, pengoperasian terbang, penggantian baterai, dan sop dalam menerbangkannya. rangkaian ketiga yaitu di muara cikelet, kami belajar mengenai cara mengukur kadar garam dalam air dan identifikasi batuan. rangkaian keempat yaitu gumuk pasir dan pantai sayang heulang. disana kami belajar mengenai proses pembentukan gumuk pasir, vegetasi yang ada disana, dan jenis-jenis gumuk pasir
  74.  Annida Nur Maulidia (2500720), Praktikum 1 ini memberikan kesan yang baru karena di gabung dengan prodi SPIG yang masih serumpun dalam Departemen Geografi. Dengan destinasi Gunung Guntur, Gunung Papandayan, Pantai Karang Papak, Pantai Muara Cikelet, dan Pantai Sayang Heulang. Membantu menuntun pengetahuan bahwa setiap bentuk lahan memiliki sudut pandang kacamata geografi yang berbeda tiap destinasinya. Setiap bentuk lahan memiliki morfogenesis yang berbeda. Dari hari ke 1 sampai hari ke 3 kami memang melakukan observasi, namun karena bersama dengan teman-teman SaIG dan SPIG semuanya jadi terasa menyenangkan. 
  75. Galuh Sekar Setiawan (2510626), praktikum 1 ini saya sangat senang karena digabung juga dengan prodi SPIG kami sangat bonding selain itu juga pekerjaan yang yang kita kerjakan menjadi lebih ringan karena kami saling membantu. Pada hari pertama di tugu belanda, dan gunung papandayan kami mendapat pematerian tentang tipe batuan, juga jenis gunung yang ada disana dan gunung disana merupakan gunung tipe A yang berarti gunung aktif. Lalu setelah kami observasi kami malamnya ekspos, dan kelompok saya terpilih untuk melakukan ekspos. Dihari ke 2 kami melakukan observasi ke pantai karang papak, muara cikelet, dan pantai sayang heulang, kami meneliti batuan dan geografi sekitarnya juga, kami juga mendapat wawasan yang sangat amat bermanfaat untuk kami kedepannya. Di hari ke 3 pagi kami melakukan ekspos terakhir hasil kerja kami di hari kedua.
  76. Nazlah Khoirunnisa (2510592), Saya mendapatkan banyak ilmu setelah mengikuti kegiatan praktikum yang di mana jika kita bukan anak geografi kita hanya mengunjungi saja tanpa memikirkan bagaimana prosesnya seperti geologi dan geomorfologi juga, selama kegiatan di garut kita tidak hanya SaIG saja namun bareng dengan SPIG dan menurut saya itu sangat seru bisa bekerja sama dengan mereka.
  77. Khairu Vira Amalina (2504719), selama 3 hari melakukan praktikum, baik dari UPI sampai Garut mengharuskan seangkatan untuk disiplin dalam waktu demi berjalannya acara dengan baik. praktikum di hari pertama ke gunung guntur melakukan plotting pertama kali dengan teman teman SPIG, selanjutnya ke papandayan walaupun tidak bisa naik ke atas dikarenakan hujan, beberapa teman kelompok saya mengambil sample batuan dan kami menganalisis batuan tersebut. ketika malam saatnya untuk expose ppt hasil observasi selama di gunung guntur dan papandayan tadi. selanjutnya hari kedua ke pantai karang papak di pagi hari belajar cara mengendalikan drone dan mengobservasi sekitarnya, lalu lanjut ke muara cikelet mengobservasi dari hulu ke muara, lalu ishoma dan melanjutkan perjalanan ke pantai sayang heulang untuk mengobservasi gumuk pasir. ketika malam hujan deras jadi expose ditunda esok hari ketika pagi. ketika pagi setelah expose ada sambutan dari ketuplak lalu setelah itu foto bersama SaIG SPIG dan kembali ke villa masing masing 
  78. Fashli Akmal Rizal (2507003), Setelah melaksanakan praktikum 1 ini, saya menjadi lebih paham dan mengerti terkait Bentuk Lahan geomorfologi khususnya vulkanik, fluvial, marine, dan sedikit dari bentuk lahan aeolin; jenis-jenis batuan yang ada di bentuklahan terkait, dan pengimpelementasian dari 10 aspek geografi khususnya di Kabupaten Garut ini. Selain dari aspek akademik, saya juga menjadi lebih paham cara menggunakan alat-alat seperti current meter, altimeter, kompas, barometer, dan lain lain. Dari praktikum 1 Ini, saya menjadi lebih peka terhadap fenomena geografi yang ternyata selalu ada di sekitar kita dan kita hidup berdampingan dengannya. Karena kita praktikum bareng sama prodi SPIG, jadinya kita juga jadi lebih kenal dengan mereka dan menjadikan praktikum ini sebagai ajang bonding antar prodi.
  79. Caecilia Vania Ardine Fabiono (2507796), angkatan 2025 sudah menyelesaikan rangkaian praktikum lapangan pertama setelah menjadi mahasiswa prodi ini. Praktikum ini memberi kesan yang mendalam bagi kami semua angkatan 2025,  praktikum pertama ini menjadi pengenalan bagaimana kami turun ke lapangan langsung untuk belajar mengenai lingkungan geografi. Pada praktikum pertama ini kami juga bergabung bersama dengan prodi saudara kami yaitu SPIG, dengan berkegiatan praktikum bersama ini kami menjadi lebih akrab satu dengan yang lain. Di kegiatan praktikum pertama ini saya menjadi bagian dari medis yang juga belajar untuk mengobati teman-teman saya dan mengasah problem solving. Praktikum pertama ini juga memberi saya kesempatan untuk menikmati pemandangan geografis seperti gunung, muara dan pantai. Mahasiswa angkatan 25 SaIG dan juga bersama SPIG menjalankan praktikum ke Gunung Guntur, Gunung Papandayan, Muara Cikelet, Pantai Karang Papak, dan Pantai Sayang heulang.  Saya juga jadi lebih mengenal tentang alam secara geologi maupun geomorfologinya. Walaupun melelahkan tetapi praktikum ini menjadi awal dari perjalanan angkatan 25 untuk lebih mendalami prodi SaIG ini.
  80. Faidra Ghumsoni Syarif (2508421), Setelah saya  mengikuti rangkaian kegiatan yang sangat banyak, saya mendapat banyak hal dari kegiatan ini entah akademis maupun persaudaraan dengan saudara SPIG, kelompok kita di gabungkan dengan SPIG jadi kami bekerja sama untuk mengambil data dan observasi dan bisa membuat kami lebih bonding, ketika praktikum ini saya bertugas sebagai panitia dokumentasi, sejujurnya sangat melelahkan saya harus mengambil foto dan mengambil data untuk kelompok, untungnya kelompok saya paham tugas saya jadi saya bisa membantu dan terbantu oleh mereka entah teman teman dari SaIG maupun SPIG. Intinya praktikum ini sangat menyenangkan banyak memori,pengalaman dan pengetahuan yang saya dapatkan.
  81.  Laudri Alzuhdi(2502180), Selama praktikum pertama ini saya banyak sekali belajar hal hal yang baru apalagi yang berkaitan dengan geografi. Apalagi di praktikum pertama ini saya dipercaya menjadi Ketua Divisi Teklap yang menurut saya ini merupakan suatu hal yang sangat seru dan berkesan ketika menjalankan tugas saya. Saya banyak sekali mendapatkan pengalaman untuk bisa memimpin rekan anggota saya apalagi teman teman SaIG 25. Di praktikum sendiri kita melakukan kajian  pertama di Gunung Guntur lalu ke Gunung Papandayan, Pantai Karang Papak, Muara Cikelet, dan yang terakhir Pantai Sayang Heulang, itu merupakan spot kajian yang kami kunjungi. Dimana kami juga banyak mendapatkan ilmu terkait kajian yg akan kita lakukan, kami juga saling berbaur antara SaIG dan SPIG. Dan hal yang paling berkesan bagi saya yaitu ketika Expose yang dimana kelompok saya ditunjuk untuk Expose tentang kajian di Gunung Papandayan. Semoga apa yang saya dapatkan baik ilmu, pertemanan, maupun hal hal yang di luar dugaan dapat menjadikan diri saya lebih baik kedepannya untuk menghadapi praktikum selanjutnya.Terimakasih
  82. Sani Nur Aeni (2500086), Pada praktikum 1 kali ini saya mendapatkan banyak sekali ilmu dan pengetahuan baru. Yang awalnya materi-materi seperti bentukan lahan hanya bisa dilihat lewat gambar saja, tetapi pada praktikum 1 ini saya dapat melihatnya secara langsung serta menganalisisnya. Pada praktikum  1 kami pergi ke Tugu Belanda, Gunung Papandayan, Pantai Karang Papak, Muara Cikelet, dan Pantai Sayang Heulang. Saya belajar mengenai kondisi geologi geomorfologinya mulai dari jenis bentuk lahan, proses pembentukannya, serta jenis batuannya di setiap lokasi praktikum. Selain itu, saya juga belajar mengenai 10 konsep geografi serta plotting pada peta RBI dan peta Geologi. Pada praktikum 1 ini juga saya merasa sangat senang karena merasa lebih dekat dengan teman-teman baik dari SaIG maupun SPIG.
  83. Muhammad Ghazali (2505437), Saya mengikuti rangkaian kegiatan observasi lapangan di berbagai bentang alam, mulai dari pegunungan hingga pesisir, memberi saya pengalaman langsung yang jauh lebih bermakna dibanding apa yang selama ini saya pelajari di kelas. Setiap lokasi menghadirkan pelajaran yang berbeda. Di setiap tempat, saya merasa seperti diajak “membaca” cerita panjang bumi yang tersimpan dalam batuan, struktur, dan perubahan bentuk lahannya.Di kawasan Tugu Belanda, saya untuk pertama kalinya melihat bagaimana proses vulkanisme meninggalkan jejak yang begitu jelas pada batuan dan morfologinya. Lapisan-lapisan batuan hasil letusan, material piroklastik, hingga aliran lava yang sudah membeku membuat saya memahami bahwa Gunung Guntur pernah sangat aktif di masa lalu. Bentuk lahan yang curam dan tersusun berundak juga memperlihatkan pengaruh kuat erosi dan gravitasi pada lereng gunung api muda.Papandayan memberikan pembelajaran yang berbeda. Struktur retakan memperlihatkan bahwa aktivitas hidrotermal masih berlangsung. Saya belajar memahami kenapa lerengnya banyak longsoran, dan melihat bagaimana proses vulkanik dan pascavulkanik membentuk bentang alam yang unik. Di Karangpapak, saya mempelajari interaksi antara batuan karang, gelombang laut, dan proses abrasi. Bentuk-bentuk mikro seperti abrasi serta bongkahan karang yang terkikis memberi gambaran nyata tentang dinamika energi gelombang. Saya juga memahami perbedaan batuan yang lebih resisten dan yang mudah hancur oleh ombak. Muara Cikelet memberi saya pemahaman baru tentang bagaimana sungai dan laut berinteraksi. Endapan pasir, lanau, dan lumpur menunjukkan proses sedimentasi yang aktif. Saya bisa melihat zona transisi yang jelas: dari aliran sungai yang lebih tenang menuju energi gelombang yang lebih besar di laut. Bentuk delta kecil, perubahan warna air, dan vegetasi sekitar muara memperkuat pemahaman tentang dinamika fluvial dan pesisir. Pantai ini mengajarkan saya banyak hal tentang proses abrasi, akumulasi sedimen, serta perkembangan ekosistem pesisir. Saya melihat bagaimana angin dan gelombang membentuk gumuk pasir, bagaimana vegetasi pantai beradaptasi, dan bagaimana perubahan garis pantai terjadi dari waktu ke waktu. Bentuk lahan datar dengan hamparan luas memberi pemandangan yang indah selayaknya padang pasir di savana.
  84.  Agung Adhitia (2504334), kegiatan praktikum 1 selama 3 hari ini memberikan saya banyak pembelajaran dan pengalaman. site yang kita kunjungi di hari pertama adalah Tugu belanda yang berada di kaki gunung guntur dan Gunung papandayan, di hari pertama kita belajar cara plotting, mengukur kemiringan lereng, meneliti batuan, geomorfologi , dan lain lain. alat yang kita gunakan yaitu kompas bidik, palu geologi, altimeter, barometer, gps handheld, dan klinometer, pada malam harinya kita melaksanakan ekspose tentang apa yang kita temukan di site yang dikunjungi. Di Hari kedua site yang kita kunjungi adalah pantai karang papak, muara cikelet, dan pantai sayang heulang. Di Hari kedua ini selain meneliti batuan dan geomorfologi, kita juga belajar menerbangkan drone di hari kedua ini, selanjutnya pada hari ketiga kita melaksanakan ekspose karena di hari kedua malamnya terjadi hujan yang membuat kegiatan ekspose ditunda. Menurut saya kegiatan praktikum satu sangat berkesan karena ini adalah praktikum pertama kami sebagai mahasiswa SaIG
  85. Gretania Lovina Putri (2511532), praktikum 1 SaIG dengan SPIG ke garut, saya menjadi mahasiswa sekaligus panitia pada kegiatan tersebut. Praktikum dengan hari pertama ke tugu guntur melihat jenis batuan dan koordinat wilayah lalu melanjut ke papandayan untuk mengkaji jenis gunungnya dan simple namun terhambat hujan besar. Persiapan expose pertama kali untuk praktikum day 1 tentang rangkuman apa saja hal yang sudah kita kaji dan kita dapatkan saat dilapangan tentang batuan apa yang kita lihat dan ambil sebagai sampel. Saat praktikum day 2 mengkaji tentang bagaimana anginnya, airnya di pantai karangpapak lalu belajar bagaimana cara menggunakan drone dan aturan apa saja untuk menggunakan drone. Lalu pindah ke muara cikelet untuk meneliti jenis batuan dan titik koordinat kita. Lalu pindah lagi ke pantai sayang heulang untuk mengkaji jenis pasir dan pantai, melihat apa saja jenis tanaman yang ada di gurun pasir.
  86. Fairuzia Feby Syahrani Harahap (2502489), Tiga hari saya dan rekan-rekan satu angkutan program studi Sains Informasi Geografi dan Survei Pemetaan Informasi Geografi. Kami pergi ke 5 plot, yaitu Tugu Belanda, Gunung Guntur, Pantai Karang Papak, Muara Cikelet, dan Pantai Sayang Heulang. Selama 3 itu saya mengaplikasikan ilmu-ilmu yang sudah saya pelajari sebelumnya di kelas yaitu pada mata kuliah Geologi Geomorfologi, Kartografi, dan Pengantar SaIG. Saya melihat bentuk lahan secara langsung, melihat jenis jenis batuan langsung dari tempatnya, dan belajar ilmu plotting. Saya pun belajar tentang bagaimana cara menerbangkan drone.
  87. Mariah Zahirah Maftuh (2509375), Dari praktikum ini saya bisa belajar bagaimana cara menggunakan alat praktikum yang sebelumnya belum pernah pada saat di dalam kelas, lalu saya juga merasakan bagaimana langsung turun ke lapangan dan lihat langsung apa itu bentuk lahan, pegunungan vulkanik, gumuk pasir, delta, mengambil sampel batuan, sampel air, dan saya juga belajar bagaimana cara menghitung plot kartografi bersama teman teman dari program studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis.
  88. Roland Gading Akbar (2504289), Praktikum pertama di Kabupaten garut selama tiga hari ini jadi pengalaman yang benar-benar berkesan buat saya. Mulai dari naik turun gunung seperti Gunung Guntur dan Papandayan, sampai menyusuri pantai Karang Papak, Muara Cikelet, dan Sayang Heulang, membuat saya akhirnya melihat langsung hal-hal yang biasanya cuma dibahas di kelas. Kami belajar menganalisis bentuk lahan, mengenali batuan, melakukan plotting, sampai mencoba alat-alat seperti kompas, current meter, GPS, dan drone untuk pertama kalinya. Walaupun kegiatannya padat, jarak antar lokasi jauh, dan cuaca kadang kurang mendukung, justru di situ kami belajar bekerja cepat, membagi tugas, dan menyusun presentasi dalam waktu singkat. Yang bikin tambah seru, praktikum ini digabung dengan teman-teman SPIG, jadi selain dapat ilmu baru, kami juga dapat banyak teman baru dan makin dekat satu sama lain.
  89. Gina Febyanti Sudjana (2508822), Setelah menjalani praktikum 1, saya sangat mendapatkan banyak sekali wawasan dan pembelajaran baru terkait geologi, geomor, Karto, dan pengantar SaIG. Yang di mana saya menjadi paham akan ploting peta mau itu di rbi ataupun di peta geologi. Mengenai geologi dan geomorfologi saya mendapatkan pengalaman baru yaitu mencari bebatuan langsung di lapangan dan melihat langsung terkait berbagai macam bentukan lahan. Dan untuk pengantar SaIG saya belajar terkait berbaur bersama masyarakat dan menjadi lebih tau mengenai mata pencaharian di sini. Dan praktikum 1 juga sangat seru karena bisa bersama-sama dengan teman-teman SaIG dan SPIG serta dapat bimbingan langsung dari Bapak Ibu Dosen yang sudah sangat berpengalaman
  90. Farrelius Simeon (2509009), Praktikum 1 ini menjadi pengalaman lapangan pertama yang benar-benar membuka sudut pandang baru bagi saya sebagai mahasiswa SaIG. Selama tiga hari mengamati berbagai bentuk lahan—dari kawasan vulkanik hingga pesisir—saya belajar bahwa teori yang dipelajari di kelas ternyata jauh lebih mudah dipahami ketika melihat langsung kondisi di lapangan. Selain itu, dinamika kegiatan yang padat, berpindah lokasi, dan harus mengolah data dalam waktu singkat membuat saya belajar untuk lebih disiplin, adaptif, dan mampu bekerja dalam tim. Praktikum bersama SPIG juga memberi kesempatan untuk bertukar wawasan dan menambah relasi baru. Secara keseluruhan, praktikum ini tidak hanya menambah pengetahuan geografi saya, tetapi juga memberikan pengalaman berharga yang membentuk cara berpikir dan cara kerja saya ke depannya.
  91. Egalita Adlia (2502223), Praktikum yang pertama ini menjadi pengalaman baru bagi saya. Selamat tiga hari kami mengamati berbagai macam proses bentuk lahan dari pegunungan hingga ke daerah pesisir. Tempat demi tempat kami lewati dengan medan dan waktu yg berbeda. Selain itu banyak pelajaran yg saya dapat, salah satunya mengenai plotting peta menggunakan kompas bidik dan koordinat gps. Mungkin bisa dibilang kartografi plotting menjadi favorit saya di praktikum kali ini. Selain itu saya juga banyak melihat bentang alam secara langsung dan bisa mengamati langsung di tempat. Saya rasa praktikum ini tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan orang tua, dosen, dan yg paling penting kebersamaan dari teman-teman SaIG dan SPIG.
  92. Alya Mauliany (2510145), pengalaman saya di praktikum pertama kali nya jujur sangat sangat seru walau melelahkan namun melelahkan juga suatu proses yang memang harus ditempa. Dari mulai di kaki gunung guntur lalu gunung papandayan sampai ke beberapa pantai merupakan pengalaman baru bagi saya mempelajari ilmu geografi langsung di alam nya sangat amat banyak ilmu baru yang saya dapatkan dan praktikum kai ini bersama teman teman SPIG semakin lengkap ilmu ilmu yang luas untuk dipelajari
  93. Sulthan Raffi Muzakki (2507394), Refleksi yang saya peroleh selama pelaksanaan Praktikum 1 Terrascope adalah bertambahnya pemahaman saya terhadap berbagai aspek keilmuan yang telah dipelajari secara teori. Selama kegiatan ini, kami mempelajari penggunaan drone sebagai alat observasi, serta melakukan pengamatan dan analisis geomorfologi dan geologi di beberapa lokasi, seperti Pantai Karang Papak, Muara Cikelet, Tugu Belanda di kaki lereng Gunung Guntur, hingga kawasan Gunung Papandayan. Setiap lokasi memberikan pengalaman langsung dalam memahami keterkaitan fenomena lapangan dengan pengantar Sains Informasi Geografi. Selain peningkatan pengetahuan akademik, kegiatan praktikum ini juga memberikan dampak positif terhadap hubungan sosial antar mahasiswa. Praktikum yang dilaksanakan bersama-sama selama tiga hari mampu mempererat rasa kebersamaan dan kerja sama antara angkatan dan Program Studi Sains Informasi Geografi. Berbagai pengalaman yang diperoleh selama kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat untuk proses pembelajaran dan kegiatan akademik selanjutnya.
  94. Marissa Zahra Pratami (2507447), Praktikum 1 yang berlokasi di Garut (Tugu Belanda, Gunung Papapandayan, Muara Cikelet, Pantai Karang Papak, Pantai Sayang Heulang) saya meresa bahwa apa yang dipelajari di kelas dipraktikan dan tergambar secara langsung (Materi Geologi Geomorfologi, Kartografi, dan Pengantar SaIG). Persiapan hingga kegiatan Praktikum 1 yang mengharuskan kami untuk selalu berkoordinasi antara SaIG dan SPIG menjadi pengalaman yang berharga, banyak hal yang perlu diselaraskan untuk mencapai tujuan bersama.
  95. Danica Alima Putri Radianto (2511129), pada praktikum 1 ini saya banyak mendapatkan ilmu baru dan pengalaman baru yang pastinya sangat seru dan sangat berkesan, kami juga disini merasa lebih bonding antara satu sama lain antara SaIG maupun SPIG, day 1 kami praktikum di tugu belanda, lereng kaki gunung guntur untuk menkaji dan mengambil beberapa sampel seperti batu, lalu kami lanjut ke gunung papandayan mendengarkan materi dari dosen lalu plotting dan yang terakhir pada saat malam kami expose untuk mempresentasikan hasil kajian kami selama praktikum, day 2  kami praktikum di karang papak yaitu kami melakukan pelatihan drone bagaimana cara menggunakan drone dan tata aturan menerbangkan drone yang di ajari oleh pa hendro dan pa nusa lalu kami praktikum di muara cikelet yaitu untuk mengukur kandungan garam dan mineral nya serta mengambil beberapa sampel seperti batu, air, dan pasir, lalu yang terakhir kami praktikum dan kajian di Gumuk Pasir Pantai Sayang Heulang untuk mengkaji gumuk pasir jenis apa yang ada disana dan kami juga plotting disana, lalu pada saat malam hari seharusnya kami expose namun karena hujan yang cukup lebat menjadikan expose dipindahkan ke day 3 yaitu pada saat pagi hari. Pada praktikum kali ini juga menjadi peserta sekaligus panitia yaitu saya menjadi panitia konsumsi yang dimana saya yang menyiapkan makanan untuk dosen maupun mahasiswa, pastinya saat praktikum ini saya juga jadi bisa mengetahui kondisi geologi dan geomorfologi secara lansung saya juga dapat mengambil dan meneliti batuan secara langsung.
  96. hana hanifa (2505418), selama menjalankan tiga hari praktikum di garut ini kami mendapatkan banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang baru seperti di lokasi kajian gunung guntur, kami dapat menyaksikan dan mengamati secara langsung bagaimana proses geomorfologi yang terjadi dan bentuklahan yang tebentuk akibat vulkanologi. selanjutnya kami ke gunung papandayan, di situ kami dibekali pengetahuan proses geologi dan geomorfologi yang diterjadi oleh ibu silmi dan ibu tiara. beranjak ketempat selanjutnya itu pantai karangpapak, muara Cikelet dan pantai sayang heulang serta mengamati gumuk pasir di sayang heulang. di lokasi kajian tersebut kami belajar dan mengamati bentuklahan asal proses marine dan aeolin, kami mengkaji batuan dan aspek2 geomorfologi nya. tak hanya itu kami juga menggunakan beberapa alat untuk mengambil sampel ph air, ketinggian, kemiringan lereng serta ploting peta.
  97. Nayla Calisha Hanalia (2501347), selama 3 hari 2 malam dari tanggal 4-6 Desember 2025 kami SaIG 2025 melakukan praktikum bersama SPIG 2025. Masing-masing kelompok disatukan dengan jumlah sama antara SaIG dan SPIG menjadi satu grup beranggotakan ±20 orang. Di hari pertama, kami pergi ke kaki gunung Guntur (Tugu Belanda) juga ke Gunung Papandayan untuk meneliti bentuk lahan vulkanik. Namun, di gunung Papandayan sedikit mengecewakan karena kami batal naik ke pos 6 sebab tiba-tiba turun hujan deras. Meski begitu, kami tetap melakukan pengamatan dengan skala terbatas. Adapun pengamatan yang kami lakukan meliputi penerapan dari mata kuliah geologi, geomorfologi, kartografi, pengantar SaIG dan pengantar SPIG, juga geofisik. Di malam harinya, kami melakukan expose sebagai bukti kami telah melakukan kerja lapangan dengan baik. Ada 2 kelompok yang tampil di expose malam pertama. Kemudian, di hari kedua kami mulai di jam setengah 7 pagi untuk pematerian latihan drone. Setelah itu, seperti kemarin kami melakukan plotting untuk kartografi, mengisi instrumen dari geologi dan geomorfologi, juga melengkapi 10 konsep dasar pengantar SaIG. Kelompok SPIG sendiri melakukan pengukuran untuk bagian geofisiknya. Di hari kedua, tempat yang kami kunjungi ada pantai Karang Papak, Muara Cikelet, dan gumuk pasir di pantai Sayang Heulang. Setelah semua kajian selesai, sayang kami tidak bisa melakukan expose di malam harinya karena turun hujan deras di daerah Karang Papak. Sehingga, ekspose baru dilaksanakan di pagi harinya setelah sarapan sebelum kami mobilisasi pulang. Ada 3 kelompok yang ditunjuk maju untuk mempresentasikan hasil kajian mereka termasuk kelompok saya yang di expose menjelaskan hasil pengamatan kami di pantai Karang Papak. Menurut saya juga, di praktikum dengan SPIG ini kami tidak hanya belajar, melainkan juga mengenal lebih dekat keluarga kebumian kami di FPIPS UPI.
  98. Fauziyah Dwi Puspa (2510392), Praktikum pertama ini benar-benar jadi pengalaman yang membuka banyak wawasan tentang geografi, selain itu juga saya pertama kalinya berkunjung ke tempat-tempat yang kita kunjungi. Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Tugu Belanda untuk mengamati kondisi lahan, dan di sekitar Gunung Guntur. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Papandayan, tetapi cuacanya hujan & berkabut tebal membuat kami tidak bisa naik ke bagian atas kawasan tersebut. Kami tetap melakukan observasi di dua lokasi tersebut: mengambil sampel dan menganalisis bebatuan yang ada di tempat tsb, memetakan titik pengamatan (plotting) menggunakan alat GPS, menganalisis kondisi geomorfologi secara langsung, dan mewawancarai warga sekitar untuk mengetahui kondisi yang sesuai dgn konsep geografinya. Pada saat malam harinya, seluruh hasil observasi kami diskusikan bersama melalui sesi expose. Pada hari kedua, kegiatan berpindah ke wilayah pesisir. Kami memulai dari Pantai Karang Papak untuk pelatihan drone, dilanjutkan ke Muara Cikelet untuk mengobservasi hidrologinya mengukur air juga mengambil sampel jenis batuannya, lalu ke gumuk pasir di pantai sayang heulang yang salah satu gumuk pasir yg ada di wilayah pesisir Indonesia. Di area pesisir ini, berbagai fenomena geografi terlihat jelas, mulai dari kemunculan karang saat air surut hingga keberadaan gumuk pasir yang terbentuk akibat proses angin. Esok paginya, rangkaian praktikum ditutup dengan sesi expose terakhir. Dari seluruh kegiatan ini, kami memperoleh banyak pemahaman baru tentang geomorfologi, geologi, serta kami pun jadi lebih paham mengenai cara memakai alat GPS, alat TDS untuk mengukur kadar mineral, dan kandungan garam pada airnya, alat current meter untuk mengukur kedalaman air dan kecepatan aliran air, dan alat anemometer untuk mengukur kecepatan anginnya. dan kami pun beruntung bisa ke gumuk pasir karena di Indonesia hanya terdapat 4 tempat saja salah satunya adalah di gumuk pasir pantai sayang heulang.
  99.  Ghaisani Qisti Maharani (2510514),Kegiatan Praktikum Lapangan 1 yang dilaksanakan pada 4–6 Desember 2025 di Kabupaten Garut memberikan pengalaman penting bagi kami sebagai mahasiswa baru Program Studi Sains Informasi Geografi. Praktikum ini menjadi momen pertama kami mempelajari fenomena geografi secara langsung di lapangan, bukan hanya melalui teori di kelas. Melalui serangkaian kegiatan observasi di Tugu Belanda, Gunung Papandayan, Pantai Karang Papak, Muara Cikelet, serta Pantai Sayang Heulang, kami mempelajari keterkaitan antara aspek geologi, geomorfologi, kartografi, dan konsep-konsep geografi dalam satu rangkaian studi terintegrasi. Berbagai pemahaman baru kami dapatkan, seperti identifikasi jenis batuan dan material penyusun wilayah vulkanik, proses pembentukan bentuklahan fluvial dan marine, hingga analisis potensi bencana dan dinamika pesisir. Kami juga berlatih melakukan plotting peta, pengambilan sampel, serta menggunakan alat seperti kompas bidik hingga drone. Selain itu, kemampuan analisis kami diuji karena setiap data yang diperoleh harus segera diolah dan dipresentasikan dalam bentuk expose pada malam hari, sehingga kedisiplinan waktu, kerja sama tim, dan problem solving ikut terlatih dengan baik. Kegiatan ini juga mempererat relasi antara mahasiswa SaIG dan SPIG karena praktikum dilakukan bersama. Interaksi selama observasi, perjalanan, hingga penyusunan materi expose menjadikan hubungan antar prodi semakin kuat dan penuh kekeluargaan. Meskipun jadwal padat, cuaca tidak selalu mendukung, serta jarak lokasi yang jauh membuat fisik mudah lelah, seluruh rangkaian kegiatan tetap terasa menyenangkan karena diiringi kebersamaan dan rasa saling membantu. Secara keseluruhan, Praktikum Lapangan 1 menjadi pengalaman pembelajaran lapangan yang sangat berharga.
  100. Muhammad Rizqy Mukhlash.A (2509428), pratikum pertama ini dari hari pertama hingga terakhir sangat menyenangkan dan pematerian yang kompleks membuat saya beserta teman teman saya dan juga teman teman SPIG memahami tentang tugu belanda gunung Papandayan,muara cikelet,serta pantai sayang Heulang.
  101. Bagja Munajat Tisna Atmaja (2511747), pada kegiatan praktikum pertama yang saya dan teman teman rasakan itu mendapatkan pengetahuan yang lebih rinci dari materi materi yang disampaikan ketika kelas melalui penyampaian materi dan observasi langsung untuk melihat sampel dan keadaan yang jelas dan terlihat, dan insight yang disampaikan oleh teman teman melalui kegiatan expose membuat evaluasi tambahan dari pengetahuan dan pemahaman pribadi untuk mengetahui dan validasi dari perspektif diri sendiri.
Dok: Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *