Penulis : Kelompok 4 KKL II SaIG Desa Cikampek Selatan
Penyunting: Hilmy Nurizky (SaIG, 2400015)
Kami melakukan perjalanan pada pukul 05.00 dini hari menggunakan bus menuju kecamatan Cikampek, dua jam berlalu akhirnya kami tiba di Hotel Indah tepatnya di Desa Cikampek Selatan. Kebetulan kelompok kami (kelompok 4) akan melakukan kajian di Desa Cikampek Selatan jadi perjalanan lumayan tidak memakan waktu yang lama.
Di hari pertama kami membagi tim untuk melakukan validasi di beberapa tempat, tim pertama melakukan validasi titik ICP untuk mempertegas titik lokasi praktikum GNSS menelusuri setiap gang sempit yang padat pemukiman untuk sampai ke titik yang sudah ditentukan pada Citra satelit, selain itu beberapa tim juga melakukan validasi titik sebaran Bank dengan menelusuri setiap bank yang ada dan juga validasi jalur transportasi umum dengan menelusuri teriknya jalan Ahmad Yani menggunakan angkot untuk mengetahui, panasnya Cikampek yang bersuhu 34° tidak membuat kami menyerah dan mengeluh untuk menjelajahi Desa Cikampek Selatan yang padat akan bangunan dan gang-gang bak labirin yang membingungkan. Sampai di malam hari tubuh kami lelah akibat menjelajahi desa namun ini belum selesai, pada jam 19.30 malam hari tepatnya setelah makan malam kami berkumpul di aula untuk bertemu dengan dosen membahas apa saja yang kami dapat pada hari pertama dan juga melakukan persiapan untuk mengukur GNSS dan mengumpulkan data data desa baik validasi lapangan dan juga penegasan batas wilayah ke desa masing masing. Dan setelah selesainya kami berkumpul di dalam Aula yang seperti alat kukusan itu, kami melakukan Briefing untuk persiapan praktikum esokan harinya seperti membagi kelompok dan pembagian tugas, Mahasiswa yang lain ada yang melakukan jalan jalan malam ada yang langsung tidur dan setelah lelah berakhirlah malam tanpa angin pertama kami di Cikampek.

Dok. Penulis
Pada hari kedua kegiatan praktikum, tim dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu tim GNSS dan tim studio. Selama proses pengukuran di lapangan, berbagai kendala cukup mempengaruhi jalannya kegiatan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keberadaan anak-anak desa yang sedang bermain bola di sekitar area pengukuran, sehingga tim harus ekstra waspada dalam menjaga peralatan dari potensi terkena lemparan maupun tendangan bola. Selain itu, kondisi cuaca yang cukup ekstrim dengan suhu mencapai sekitar 34°C membuat proses pengukuran menjadi lebih melelahkan, terlebih karena angin hampir tidak terasa sehingga menambah rasa panas selama kegiatan berlangsung.Setiap kelompok ditugaskan untuk melakukan pengukuran pada lima titik, dengan durasi pengamatan sekitar satu jam untuk setiap titik. Kegiatan pengukuran dimulai dari pukul 12.00 hingga sekitar pukul 18.00. Namun, pelaksanaan di lapangan tidak berjalan sepenuhnya sesuai rencana karena terdapat kendala pada titik kontrol (CP) yang sebelumnya telah ditentukan melalui orthophoto, ternyata tidak dapat ditemukan di lokasi. Hal ini mengharuskan tim untuk menentukan titik CP baru, yang tentunya memerlukan waktu tambahan dan pertimbangan yang matang agar tetap memenuhi standar pengukuran. Setelah seluruh rangkaian pengukuran selesai dilakukan, seluruh tim kembali ke penginapan untuk beristirahat sebelum mengikuti sesi ekspose. Kegiatan ekspose menjadi penutup aktivitas hari itu, sebelum akhirnya seluruh peserta melanjutkan waktu istirahat guna memulihkan kondisi fisik setelah seharian melakukan kegiatan lapangan yang cukup intensif.

Dok. Penulis
Lanjut pada hari keempat, kegiatan diawali dengan briefing pada pukul 08.30. Pada hari ini, kelompok 4 membagi anggota menjadi tiga tim untuk mempermudah pengambilan data di beberapa RW yang berada di Desa Cikampek Selatan. Setiap tim mendapatkan wilayah yang berbeda, ada yang bertugas mengambil data di lima RW dan ada juga yang di empat RW. Pembagian tim ini dilakukan agar proses pengumpulan data dapat berjalan lebih efektif dan selesai tepat waktu. Proses pengambilan data di lapangan cukup menantang karena beberapa RW belum memiliki data yang lengkap, terutama data kependudukan dan mata pencaharian masyarakat. Sejak pukul 09.00 hingga 12.00, masing-masing tim mendatangi RW yang telah ditentukan untuk meminta dan mengumpulkan data yang dibutuhkan. Seluruh tim berusaha mempercepat proses pencarian data karena para pengurus RW di Desa Cikampek Selatan memiliki agenda rapat mingguan pada pukul 13.00, sehingga waktu pengambilan data menjadi cukup terbatas.
Setelah seluruh kegiatan pengumpulan data selesai, sekitar pukul 12.00 semua tim berkumpul kembali di sebuah warung seblak untuk berdiskusi mengenai hasil pencarian data sambil beristirahat dan makan bersama. Suasana tersebut menjadi momen yang menyenangkan setelah kegiatan lapangan yang cukup melelahkan. Kemudian, pada pukul 14.00 kami kembali ke penginapan untuk melanjutkan pengolahan data dan menyusun hasil yang telah diperoleh selama kegiatan lapangan. Selama empat hari pelaksanaan KKL, banyak pengalaman dan pelajaran baru yang didapatkan, baik dari segi akademik maupun kerja sama tim. Kegiatan ini memberikan gambaran secara langsung mengenai kondisi lapangan, proses pengumpulan data, hingga tantangan yang dihadapi saat berinteraksi dengan masyarakat dan perangkat desa. Selain menambah wawasan, KKL juga mempererat kekompakan antaranggota kelompok karena seluruh kegiatan dilakukan bersama dan saling membantu satu sama lain. Meskipun cukup melelahkan, kegiatan ini menjadi pengalaman yang berkesan dan memberikan banyak pembelajaran yang tidak didapatkan hanya dari perkuliahan di kelas.

Dok. Penulis