Penulis: Kelompok 1 SaIG Angkatan 2024
Penyunting: Hilmy Nurizky (SaIG, 2400015)

Dok. Penulis
Pada hari pertama kegiatan, tim langsung dihadapkan pada agenda kerja yang cukup padat dan membutuhkan strategi matang. Kami melakukan pembagian personel ke dalam dua pekerjaan utama, yakni tim lapangan dan tim studio. Tim lapangan bertugas melakukan plotting titik koordinat spasial serta melaksanakan wawancara secara langsung dengan warga dan pemangku kepentingan setempat. Objek yang menjadi sasaran plotting sangatlah beragam, mencakup pemetaan sebaran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), pemetaan titik lokasi perbankan, penentuan koordinat fasilitas kesehatan seperti klinik dan apotek, hingga pengumpulan data mengenai jumlah tenaga pendidik di wilayah tersebut. Di sisi yang lain, sisa anggota tim berdiam di penginapan untuk langsung mengolah data yang telah diplotting oleh tim lapangan

Dok. Penulis
Pada hari kedua kami kembali memecah fokus dengan membagi personel menjadi tim pengukur instrumen GNSS dan tim penelusur batas Rukun Warga (RW). Tim GNSS ditugaskan untuk mengukur pada lima titik kontrol yang telah disiapkan dan ditetapkan dan telah dipilih oleh anggota-anggota kami sebelumnya. Pengukuran ini sangat krusial sebagai titik ikat koordinat agar peta memiliki tingkat akurasi spasial yang tinggi. Sementara itu, tim batas RW memfokuskan pencarian garis delineasi administratif langsung di lapangan. Mengingat beberapa ketua RW yang tidak bisa hadir di hari kedua mengakibatkan kami hanya mengukur batas RW Mekarbaru dan juga batas RW Krajan Remaja. Untuk batas wilatah Jatiindah dan Wirakarya dilakukan survey pada keesokan harinya.
Setelah menyisir sebagian wilayah dusun di hari sebelumnya, pada hari ketiga seluruh anggota tim bergerak dengan strategi kolektif. Kami semua berangkat bersama-sama menuju kantor desa setempat. Langkah taktis ini diambil untuk memaksimalkan jalur koordinasi secara langsung dengan aparatur pemerintah desa. Tujuan utamanya adalah mencari dan menetapkan garis batas-batas RW dari dusun-dusun lain yang belum sempat kami dapatkan pada penelusuran hari kedua. Bersamaan dengan proses penetapan batas administratif tersebut, kami juga mengumpulkan data toponimi yang sangat dibutuhkan untuk pelabelan informasi peta. Pengumpulan unsur penamaan rupa bumi ini mencakup inventarisasi nama-nama jalan utama, nama gang, serta penanda lingkungan lokal lainnya agar peta yang dihasilkan nantinya komunikatif dan mudah dipahami oleh pengguna.

Dok. Penulis
Pada hari keempat, agenda utama difokuskan pada tahapan penyelesaian dan melengkapi celah data. Kami kembali dibagi menjadi dua kelompok kerja utama untuk mempercepat proses. Kelompok pertama kembali masuk menjadi tim studio yang fokus memproses data mentah hasil plotting dan pengukuran, serta merevisi draf peta secara keseluruhan menuju tahap finalisasi. Sementara itu, kelompok kedua kembali turun menyisir lapangan untuk menyelesaikan pengumpulan data-data sekunder yang masih rumpang, khususnya mengenai fasilitas pendidikan. Mereka bertugas mendata secara rinci komponen sekolah, seperti jumlah pasti tenaga pendidik, jumlah siswa dan data lainnya.