Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Dosen PPKn UPI Jadi Narasumber Pelatihan Global Citizenship Education bagi Kepala Sekolah dan Guru SMA/SMK PGRI se-Jawa Barat

Bandung, 6 Mei 2026. Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kembali berkontribusi dalam penguatan pendidikan kewarganegaraan melalui kegiatan pelatihan Global Citizenship Education (GCED) bagi kepala sekolah dan guru SMA/SMK PGRI se-Jawa Barat yang diselenggarakan di Wisma PGRI Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (6/5).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Global Citizenship Education Cooperation Center (GCC) Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia bersama PGRI Jawa Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas sekolah dalam menghadirkan pendidikan kewarganegaraan global yang relevan dengan tantangan abad ke-21.

Pada kesempatan tersebut, dosen Prodi PPKn UPI, Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si., Nisrina Nurul Insani, M.Pd., dan Dr. Vini Agustiani Hadian, M.Pd., hadir sebagai narasumber dan fasilitator utama yang membimbing peserta dalam memahami konsep, strategi, dan praktik implementasi Global Citizenship Education berbasis nilai-nilai lokal.

Sebanyak 90 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru dari berbagai SMA/SMK PGRI di Jawa Barat mengikuti pelatihan secara aktif. Para peserta memperoleh penguatan materi mengenai tantangan kewarganegaraan global, strategi pembelajaran partisipatif, serta pengintegrasian nilai-nilai budaya lokal Jawa Barat ke dalam praktik pendidikan kewarganegaraan di sekolah.

Ketua PGRI Jawa Barat, Akhmad Juhana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dunia pendidikan saat ini dihadapkan pada tantangan global yang semakin kompleks. Oleh karena itu, sekolah tidak hanya perlu menyiapkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu beradaptasi secara positif dalam lingkungan global.

Menurutnya, nilai Pancawaluya yang meliputi Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer menjadi fondasi penting dalam pembentukan generasi muda Jawa Barat agar mampu menghadapi perkembangan dunia tanpa kehilangan jati diri budaya dan nilai kebangsaan.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan model pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Pendidikan kewarganegaraan global, menurut beliau, harus mampu memperkuat identitas nasional sekaligus membuka wawasan internasional peserta didik.

Sebagai Direktur GCC Indonesia sekaligus dosen Prodi PPKn UPI, Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si., dalam paparannya menyampaikan bahwa tantangan pendidikan abad ke-21 semakin kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, isu lingkungan global, penyebaran hoaks, hingga polarisasi sosial. Karena itu, pendidikan perlu diarahkan untuk membangun kesadaran global sekaligus kemampuan bertindak nyata di tengah masyarakat.

Dalam pelatihan ini peserta juga mengikuti pembelajaran berbasis model RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) yang dikembangkan secara reflektif dan aplikatif. Materi yang disampaikan mencakup kesadaran global, tantangan globalisasi, Pancasila sebagai kompas moral global, serta praktik kewarganegaraan aktif yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

Selain sesi penguatan materi, peserta diperkenalkan pada modul digital “Menjadi Warga Dunia Berkarakter Pancawaluya” yang dirancang untuk diterapkan selama lima minggu melalui pendekatan blended learning di sekolah masing-masing. Dalam implementasinya, siswa akan diajak berdiskusi mengenai isu-isu global, melakukan refleksi moral, menyusun aksi sosial, hingga menampilkan karya bertema “Dari Tatar Sunda untuk Dunia.”

Kehadiran dosen Prodi PPKn UPI sebagai narasumber dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen Prodi PPKn UPI untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan kewarganegaraan yang kontekstual, kolaboratif, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Melalui kerja sama GCC Indonesia UPI dan PGRI Jawa Barat ini diharapkan lahir sekolah-sekolah model Global Citizenship Education berbasis Pancawaluya yang mampu memperkuat peran guru sebagai agen transformasi nilai dan membentuk generasi muda yang berakar pada budaya lokal, berorientasi nasional, dan memiliki perspektif global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *