Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Prodi PPKn UPI Selenggarakan Kuliah Umum Bahas Perspektif Psikologi dalam Membangun Warga Negara Berpikir Kritis

Bandung, 20 Mei 2026. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menyelenggarakan kegiatan kuliah umum bertema “Membangun Warga Negara Berpikir Kritis (Critical Thinking Citizens): Perspektif Psikologi” pada Rabu (20/5) bertempat di Auditorium Lantai 6 Gedung FPIPS UPI.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Prodi PPKn UPI dalam menghadirkan ruang akademik yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus memperkuat wawasan keilmuan mahasiswa melalui dialog lintas disiplin. Mengangkat tema berpikir kritis dari sudut pandang psikologi, kuliah umum ini mendorong mahasiswa untuk memahami pentingnya kemampuan berpikir reflektif dan rasional sebagai fondasi utama dalam membangun karakter warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dr. Bagja Waluya, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Dekan di lingkungan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki warga negara pada era digital saat ini.

Beliau menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menganalisis persoalan secara mendalam, terbuka terhadap perbedaan pandangan, serta memiliki kesadaran kewargaan yang kuat dalam menghadapi berbagai dinamika sosial dan tantangan global.

Sebagai narasumber utama, Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D., Ketua Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada periode 2020–2022, menyampaikan materi mengenai keterkaitan antara psikologi dan pembentukan warga negara yang berpikir kritis. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa berpikir kritis tidak semata berkaitan dengan kemampuan menilai benar atau salah, tetapi juga mencakup proses memahami informasi secara objektif, mengelola emosi saat mengambil keputusan, serta membangun empati dan kesadaran sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Beliau juga menyoroti pentingnya kemampuan memilah informasi di tengah derasnya arus digital. Menurutnya, warga negara yang berpikir kritis perlu memiliki kepekaan terhadap konteks sosial, kemampuan membaca informasi secara cermat, dan keberanian untuk menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab dengan tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi.

Suasana kuliah umum berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa PPKn serta sivitas akademika FPIPS UPI. Berbagai pertanyaan dan tanggapan disampaikan peserta pada sesi diskusi, khususnya terkait tantangan membangun pola pikir kritis generasi muda di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang sangat cepat.

Jalannya diskusi dipandu oleh Dr. Sri Wahyuni Tanshzil, M.Pd. selaku moderator, yang mengarahkan dialog akademik secara dinamis dan reflektif. Sementara itu, rangkaian kegiatan dipandu oleh Dr. Vini Agustiani Hadian, M.Pd. sebagai master of ceremony.

Melalui kegiatan ini, Prodi PPKn UPI berharap mahasiswa semakin memahami bahwa kemampuan berpikir kritis merupakan bagian penting dari praktik kewarganegaraan di era modern. Selain sebagai bekal akademik, kemampuan tersebut juga menjadi landasan dalam membangun partisipasi warga negara yang aktif, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi positif dalam kehidupan demokrasi.

Kuliah umum ini sekaligus mempertegas komitmen Prodi PPKn UPI untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang kontekstual, kolaboratif, dan berdampak, serta mendukung penguatan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik dan warga negara yang kritis, reflektif, dan berorientasi pada nilai-nilai Pancasila.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *