Penulis: Andy Wibawa Nurrohman, M.Sc.
Penyunting: Hilmy Nurizky (SaIG, 2400015)
Kegiatan sosialisasi tugas akhir jalur artikel Program Studi Sains Informasi Geografi (SaIG) yang dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 19.00 WIB secara daring melalui platform Zoom menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola akademik serta membangun kesamaan persepsi terkait implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Tugas Akhir di lingkungan Program Studi SaIG. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Program Studi SaIG, bersama dengan Dr. Tania Septi Anggraini, S.T., M.T., sebagai pemateri dan pengarah sosialisasi. Sosialisasi ini tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi administratif, tetapi juga ruang diskusi untuk memastikan bahwa mekanisme pelaksanaan tugas akhir dapat diterapkan secara konsisten, terstruktur, dan selaras dengan budaya mutu akademik yang dibangun di Program Studi SaIG.

Dok. Penulis
Kegiatan ini dihadiri oleh dosen-dosen homebase Program Studi SaIG, yaitu Dr. Muhammad Ihsan, S.T., M.T.; Dr. Andika Permadi Putra, S.T., M.T.; Andy Wibawa Nurrohman, M.Sc.; Achmad Fadhilah, M.Sc.; Tiara Handayani, S.Si., M.Sc.; Siti Zahrotunisa, S.Si., M.Sc.; Dr. Alnidi Safarach Bratanegara, S.Kep., M.Si.; Haikal Muhammad Ihsan, S.Pd., M.Sc.; serta Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc., dengan dukungan dari tenaga kependidikan Program Studi SaIG. Kehadiran seluruh unsur akademik tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama untuk memperkuat sistem akademik, menjaga kualitas proses pembimbingan, serta memastikan pelaksanaan tugas akhir berjalan secara lebih terarah dan berkualitas. Dari kegiatan ini, hal utama yang dirasakan adalah semakin menguatnya pemahaman bahwa tugas akhir tidak hanya dipandang sebagai persyaratan akademik menuju kelulusan mahasiswa, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun kualitas lulusan dan identitas akademik Program Studi SaIG. Tugas akhir bukan sekadar proses penyelesaian studi, melainkan proses pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir ilmiah, mengembangkan keterampilan penelitian, serta membangun budaya menulis dan publikasi ilmiah.

Dok. Penulis
Sosialisasi ini juga memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai tahapan pelaksanaan tugas akhir, mulai dari proses pengajuan topik penelitian, seminar proposal, pelaksanaan penelitian, bimbingan, penyusunan artikel ilmiah, proses submit artikel, hingga tahapan sidang dan yudisium. Program Studi SaIG berupaya membangun sistem yang lebih sistematis sehingga seluruh tahapan penelitian mahasiswa dapat berjalan secara terarah dan memiliki standar yang jelas. Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah penguatan luaran akademik mahasiswa melalui publikasi ilmiah. Program Studi SaIG menetapkan target luaran penelitian mahasiswa melalui jurnal nasional terakreditasi dengan standar minimal SINTA 3, yang menunjukkan komitmen program studi dalam menjaga kualitas akademik. Namun, dalam implementasinya, persyaratan akademik tidak harus menunggu artikel hingga mencapai tahap published, tetapi dapat dipenuhi hingga tahap accepted. Kebijakan ini dipandang lebih realistis mengingat proses publikasi jurnal sering kali membutuhkan waktu yang cukup panjang, mulai dari proses review, revisi, hingga penerbitan.
Selain aspek luaran publikasi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya sistem pembimbingan yang terstruktur. Mahasiswa diwajibkan melakukan proses pembimbingan secara berkala, menyusun laporan perkembangan penelitian (progress report), serta memastikan seluruh tahapan penelitian terdokumentasi dengan baik. Hal ini bertujuan agar proses penelitian berjalan secara sistematis dan mahasiswa mendapatkan pendampingan akademik yang optimal. Sosialisasi juga menyoroti berbagai aspek pendukung lainnya, seperti pelaksanaan similarity check untuk mencegah plagiarisme, penerapan ethical clearance bagi penelitian tertentu, serta penerapan etika penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence Ethics) dalam penelitian dan penulisan artikel ilmiah. Hal ini menunjukkan bahwa Program Studi SaIG tidak hanya berorientasi pada kualitas hasil penelitian, tetapi juga pada integritas dan tanggung jawab akademik.
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, muncul beberapa pertanyaan penting terkait implementasi SOP di lapangan. Salah satunya disampaikan oleh Dr. Alnidi Safarach Bratanegara, S.Kep., M.Si., mengenai mekanisme awal proses pembimbingan mahasiswa, yaitu apakah mahasiswa perlu memulai melalui dosen Pembimbing Akademik (PA) atau dapat langsung menghubungi dosen yang memiliki keahlian sesuai dengan topik penelitian yang akan dikembangkan. Selain itu, Andy Wibawa Nurrohman, M.Sc., juga menyampaikan pertanyaan terkait mekanisme corresponding author dalam publikasi artikel, apakah dilakukan oleh dosen pembimbing pertama, pembimbing kedua, atau berdasarkan kesepakatan tertentu.
Diskusi yang berkembang menunjukkan bahwa sosialisasi ini tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi, tetapi juga ruang evaluasi dan penyempurnaan terhadap implementasi SOP yang akan diterapkan ke depan. Melalui kegiatan ini, muncul kesadaran bahwa kualitas tugas akhir mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mahasiswa semata, tetapi juga dipengaruhi oleh sistem akademik yang dibangun, kualitas pembimbingan, komunikasi yang baik, serta kesamaan persepsi seluruh unsur akademik. Salah satu keputusan penting yang disepakati dalam sosialisasi ini adalah bahwa SOP Tugas Akhir Jalur Artikel akan diuji coba penerapannya mulai angkatan 2023, yang saat ini sedang menempuh semester 6. Uji coba ini dimaksudkan untuk menilai kesiapan sistem, mengidentifikasi kendala teknis di lapangan, serta menyempurnakan prosedur sebelum diterapkan secara penuh. Lebih lanjut, disepakati pula bahwa akan lebih baik jika SOP ini sudah diterapkan secara menyeluruh mulai angkatan 2024, sehingga sejak awal perkuliahan mahasiswa telah dibekali dengan pemahaman dan mekanisme tugas akhir yang jelas dan terstruktur. Dengan demikian, hasil sosialisasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai penyampaian informasi semata, tetapi menjadi langkah nyata dalam memperkuat sistem akademik dan membangun budaya mutu yang lebih baik di Program Studi Sains Informasi Geografi.