Kuala Lumpur, Malaysia — Kebanggaan kembali hadir dari ranah akademik Indonesia. Seorang mahasiswi Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Univesitas Pendidikan Indonesia berhasil menjadi pusat perhatian di Pusat Belia Antara Bangsa atau International Youth Center (IYC) di Kuala Lumpur, Malaysia. Keikutsertaannya dalam forum pemuda lintas negara tersebut bukan hanya membawa nama almamater, melainkan juga mengharumkan nama UPI di pentas internasional. Delegasi muda ini tampil percaya diri membawa misi besar: memperjuangkan isu-isu hukum dan keadilan sosial yang relevan bagi generasi muda Asia Tenggara.

Selama rangkaian kegiatan di IYC Malaysia, mahasiswi ini juga aktif mengikuti sesi lokakarya, simulasi sidang internasional (moot court), serta diskusi panel tentang hak asasi manusia dan tata kelola hukum global. Keterlibatannya yang proaktif dalam setiap sesi menjadikannya salah satu delegasi paling menonjol sepanjang pelaksanaan forum berlangsung. Tidak hanya itu, ia juga menjalin jaringan kolaborasi dengan sesama mahasiswa hukum dari Malaysia, Thailand, Filipina, dan Bangladesh — membuka peluang riset bersama lintas batas negara yang menjanjikan di masa mendatang.
Sepulang dari Malaysia, ia menegaskan bahwa pengalaman internasional ini semakin memperteguh tekadnya untuk berkontribusi nyata dalam pembaruan hukum di Indonesia. "Saya ingin membawa pulang perspektif baru bahwa hukum bukan sekadar teks dalam undang-undang, tetapi instrumen hidup yang harus berpihak pada keadilan, terutama bagi generasi muda," ungkapnya penuh semangat. Kiprahnya di IYC Malaysia pun menjadi bukti nyata bahwa mahasiswi Indonesia mampu bersaing dan bersinar di forum hukum internasional, sekaligus menjadi inspirasi bagi ribuan mahasiswa hukum lainnya untuk berani melangkah melampaui batas kampus dan batas negara.
