Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Mahasiswa Pendidikan Sosiologi UPI Meraih Juara  II di 2nd Gelora Internasional Taekwondo Indonesia Championship

Zenadine Putriyasinta, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) asal Kota Cirebon, berhasil meraih Juara II pada ajang 2nd Gelora International Taekwondo Indonesia Championship yang di laksanakan pada 21 Juni 2026. Prestasi tersebut menjadi bagian dari persiapannya menjelang Pekan Olahraga Provinsi atau Daerah (Porprov/Porda), sekaligus menjadi ajang untuk mengukur kemampuan sebelum mengikuti kompetisi berikutnya.

Bagi Zenadine, perjalanan menjadi atlet taekwondo bermula secara tidak terduga. Saat masih duduk di bangku kelas satu Sekolah Dasar (SD), ia sempat mengikuti olahraga renang. Namun, setelah diajak ibunya menyaksikan pertandingan taekwondo secara langsung, ketertarikannya terhadap cabang olahraga tersebut tumbuh. Melihat proses latihan dan pertandingan membuatnya semakin yakin untuk menekuni taekwondo. Sejak kelas dua SD, Zenadine mulai berlatih secara serius hingga akhirnya terpilih melalui proses talent scouting sebagai atlet Kota Cirebon. Sejak saat itu, ia terus aktif berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan hingga sekarang.

Dalam mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan, Zenadine menjalani latihan secara rutin dan konsisten. Selain meningkatkan kemampuan teknik, ia juga menjaga kondisi fisik serta berat badan agar tetap sesuai dengan kategori pertandingan yang diikuti. Menurutnya, persiapan yang matang menjadi salah satu faktor penting untuk dapat tampil maksimal saat bertanding.

Di balik pencapaian tersebut, Zenadine mengaku tantangan terbesar justru berasal dari dirinya sendiri. Sebelum memasuki arena pertandingan, ia harus menjaga disiplin latihan dan mengatasi rasa lelah yang muncul selama proses persiapan. Sementara itu, ketika bertanding, ia dihadapkan pada rasa gugup dan kurang percaya diri, terutama saat menghadapi lawan yang dianggap memiliki kemampuan lebih unggul. Meski demikian, ia memilih menjadikan tantangan tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan diri, bukan sebagai hambatan yang membuatnya menyerah.

Menurut Zenadine, kunci utama untuk menjadi atlet taekwondo yang berprestasi adalah rajin berlatih, membiasakan diri mengevaluasi kekurangan pada pertandingan sebelumnya, menjalin komunikasi yang intens dengan pelatih mengenai perkembangan diri, serta memiliki rasa percaya diri yang kuat. Pesan yang ingin disampaikan Zenadine kepada teman-teman yang ingin menekuni taekwondo atau mengikuti kejuaraan serupa adalah agar tidak takut mencoba menjadi seorang atlet. Menurutnya, kunci sederhana yang dapat dipegang adalah rajin berlatih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *