Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Mewujudkan Figur Muslimah Unggul: Kajian Tarbiyatunnisa Membedah Rahasia “Mihrab Maryam”, Menggali Keteladanan Wanita Terbaik dalam Al-Qur’an untuk Pembentukan Jiwa Berintegritas

Bandung, 24 Juli 2026 IPAI FPIPS UPI – Bertempat di Ruang 103 Lantai 1 Gedung FPIPS, Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS UPI) sukses menyelenggarakan forum kajian Tarbiyatunnisa yang berkolaborasi dengan Kajian Rutin Muslimah FPIPS UPI pada hari Jumat, 24 Juli 2026. Forum ilmiah-keagamaan yang mengusung tema puitis dan mendalam, "Mihrab Maryam: Rahasia Wanita yang Dipilih Allah", ini menghadirkan pakar ilmu pendidikan Islam sekaligus dosen prodi IPAI FPIPS UPI, Dr. Nurti Budiyanti, M.Pd., sebagai narasumber utama di hadapan puluhan mahasiswi dan civitas akademika. Selain itu, turut hadir juga Ibu-Ibu IIK (Ikatan Ibu-Ibu Keluarga FPIPS UPI). Agenda keilmuan ini diselenggarakan sebagai langkah konkrit program studi dalam memfasilitasi pendalaman teologis-filosofis mahasiswi agar mampu memahami hakikat kemuliaan wanita secara holistik, sekaligus mengejawantahkan visi besar program studi yang senantiasa menjadi pelopor dan unggul di kancah nasional maupun internasional.

Dalam pemaparannya yang sarat akan kedalaman makna dan keteladanan, Dr. Nurti Budiyanti, M.Pd. membedah narasi Al-Qur'an mengenai Sayyidatina Maryam 'Alaihas Salam dengan pendekatan pedagogis-spiritual yang komprehensif. Beliau memaparkan bahwa rahasia terpilihnya Maryam sebagai wanita yang disucikan dan dilebihkan atas wanita di semesta alam terletak pada keteguhan spiritualitas di dalam mihrab—sebuah simbol pemurnian hati, privasi ibadah, serta konsistensi menjaga kehormatan diri. Diskusi interaktif ini berjalan dengan sangat dinamis, di mana para peserta diajak untuk melakukan tadabur ilmiah mengenai pentingnya menyelaraskan antara ketajaman intelektual dengan kematangan emosional-spiritual, sehingga muslimah modern tidak mengalami disorientasi moral di tengah arus modernitas.

Penyelenggaraan kajian edukatif-persuasif ini memiliki landasan metodologis yang kokoh jika ditinjau dari perspektif sains dan filsafat pendidikan Islam kontemporer. Berdasarkan hasil riset ilmiah bereputasi yang dipublikasikan dalam jurnal nasional terindeks Sinta, rekonstruksi nilai-nilai tarbiyatunnisa dari teks suci Al-Qur'an terbukti secara empiris mampu membentuk struktur kepribadian mahasiswi yang tangguh, adaptif, serta memiliki integritas moral yang tinggi. Lebih lanjut, studi literatur dalam jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus menegaskan bahwa pemanfaatan ruang pembelajaran non-formal berbasis kajian teologis interaktif sangat efektif dalam menumbuhkan daya nalar kritis (tafakkur) dan kemampuan memecahkan masalah (problem solving) mahasiswa dalam menghadapi disrupsi sosial budaya global.

Aktivitas ilmiah yang diinisiasi secara kolaboratif ini juga merupakan manifestasi konkrit dan kontribusi nyata dari Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam FPIPS UPI dalam menyukseskan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, agenda ini beririsan langsung dengan pemenuhan target SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, di mana program studi mampu menyediakan wadah edukasi inklusif, merata, dan bermutu tinggi guna melahirkan generasi ulul albab yang literat. Selain itu, penanaman pilar kepemimpinan spiritual dan kesetaraan peran berkeadilan dalam kajian ini turut menyokong ketercapaian SDG 5 (Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan) serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), sebagai ikhtiar kolektif institusi dalam melahirkan agen perubahan sosial yang berakhlak mulia.

Rangkaian kegiatan Tarbiyatunnisa ini pada hakikatnya menjadi sebuah ruang refleksi spiritual dan intelektual yang sangat bernilai untuk menakar kembali sejauh mana nilai-nilai keagungan Mihrab Maryam telah diimplementasikan dalam aktivitas akademik dan kehidupan sehari-hari. Kesadaran bahwa pembentukan karakter adalah proses belajar yang tiada henti mengisyaratkan bahwa pemahaman kajian ini harus ditransformasikan menjadi aksi nyata yang mencerahkan masyarakat, bukan sekadar menjadi wacana di ruang diskusi. Semoga melalui pemahaman ayat-ayat suci yang lurus dan aplikatif ini, seluruh sivitas akademika Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI senantiasa diberi kekuatan oleh Allah Ta'ala untuk istikamah memelihara kemurnian hati, bergerak menjadi pelopor peradaban, serta berkomitmen mempertahankan tradisi unggul demi tegaknya martabat bangsa dan syiar Islam yang rahmatan lil 'alamin. Untuk pembaruan informasi dan agenda literasi keagamaan berikutnya, silakan mengunjungi laman resmi di ipai.upi.edu atau memantau akun Instagram resmi @ipai_official.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *