Penulis: Chandra Pasya Yudhistira (SaIG, 2405496) & Sendy Juliyo (SaIG, 2505543)
Penyunting: Hilmy Nurizky (SaIG, 2400015)
Tanggal pelaksanaan KRK: 9, 16, 23 Juli 2026.
Tanggal penyusunan artikel: 26 Juli 2026.
Komunitas WGS-84 kembali menggelar Kegiatan Rutin Komunitas (KRK) untuk bulan kedua pada Juli ini dengan mengusung tema Stakeout. Kegiatan ini dikoordinatori oleh Sendy Juliyo dan Chandra Pasya Yudhistira, dan dirancang berbeda dari biasanya karena dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan yang tersebar selama tiga minggu berturut-turut. Melalui rangkaian pertemuan tersebut, para kontributor diajak untuk memahami konsep stakeout secara utuh dan bertahap, mulai dari pengenalan praktik di lapangan, proses pengolahan data dan perancangan titik di kelas, hingga pada akhirnya menerapkan hasil rancangan tersebut secara langsung di lokasi sesungguhnya.
Rangkaian KRK ini dibuka pada minggu pertama dengan sesi yang berfokus pada praktik lapangan, yaitu pengenalan aplikasi stakeout secara praktis menggunakan alat Total Station. Kegiatan ini dipandu langsung oleh William Syahputra dan Sendy Juliyo, dua pemateri internal dari komunitas WGS-84, dan berlangsung di Taman Teletubbies. Pemilihan lokasi terbuka ini bertujuan agar peserta dapat langsung merasakan pengalaman kerja lapangan sejak pertemuan pertama, bukan sekadar mendapatkan teori di dalam kelas.
Pada pertemuan minggu pertama ini, kegiatan diawali dengan pembekalan teori oleh William Syahputra, yang memberikan gambaran dasar mengenai konsep dan prinsip kerja stakeout sebelum peserta turun langsung ke lapangan. Setelah pembekalan teori tersebut, sesi dilanjutkan dengan praktik pengoperasian Total Station untuk aplikasi stakeout yang dipandu oleh Sendy Juliyo. Peserta diajarkan langkah demi langkah bagaimana menggunakan alat tersebut dengan benar hingga dapat menentukan titik di lapangan. Pertemuan pekan pertama ini terpantau dihadiri oleh cukup banyak peserta, dan yang cukup menggembirakan, terlihat adanya peningkatan pemahaman peserta dibandingkan sebelum sesi pematerian berlangsung, menandakan bahwa metode pembelajaran langsung di lapangan ini cukup efektif diterapkan.

Dok. Penulis
Memasuki minggu kedua, rangkaian KRK berpindah suasana dari lapangan terbuka menuju ruang kelas, dengan tema besar pengolahan data, yaitu bagaimana cara membuat titik desain menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Sesi kali ini dipandu oleh Muhammad Refa dan William Syahputra. Berbeda dari pertemuan pertama yang lebih menekankan pada praktik penggunaan alat, pertemuan kedua ini lebih berfokus pada proses perancangan dan pengolahan data di balik layar, sebagai fondasi sebelum data tersebut nantinya dibawa dan diuji langsung di lapangan.
Pada pertemuan ini, peserta diajarkan secara bertahap bagaimana cara membuat titik yang memuat informasi koordinat, yang nantinya akan menjadi acuan utama untuk diaplikasikan langsung ke lapangan pada pertemuan minggu ketiga. Muhammad Refa berperan memberikan penjelasan mengenai teori dasar pengolahan data dan pembuatan titik koordinat, sementara William Syahputra melengkapi dengan pemaparan mengenai tujuan dari desain yang dibuat untuk kebutuhan aplikasi praktis di lapangan nantinya. Menariknya, berbeda dari pertemuan sebelumnya, KRK pada minggu kedua ini turut mengundang seluruh kontributor secara lebih luas, tidak hanya terbatas pada invader dari BSOK, sehingga semakin banyak anggota komunitas yang mendapatkan kesempatan untuk terlibat dan belajar bersama.

Dok. Penulis
Setelah melalui tahapan pengenalan di lapangan pada minggu pertama dan proses perancangan di kelas pada minggu kedua, seluruh rangkaian tersebut akhirnya bermuara pada minggu ketiga, di mana hasil desain yang telah dibuat pada pekan sebelumnya diaplikasikan secara langsung di lapangan, bertempat di UPT UPI. Pada pertemuan puncak ini, seluruh kontributor diajak untuk membawa serta desain yang telah mereka susun sendiri pada pekan kedua, untuk kemudian diuji dan diterapkan secara nyata pada pertemuan ini.
Kegiatan pada minggu ketiga ini diawali dengan pemaparan ulang mengenai cara menggunakan Total Station serta bagaimana praktik penggunaan alat tersebut yang baik dan benar, sebagai penyegaran sekaligus memastikan seluruh peserta siap sebelum turun langsung mempraktikkan aplikasi desain, atau yang biasa disebut juga dengan istilah stakeout. Setelah pemaparan tersebut, seluruh kontributor dan invader mulai mempraktikkan langsung penerapan desain yang telah mereka bawa, dengan didampingi oleh para pemateri dan koordinator.
Hasil dari pertemuan minggu ketiga ini terbilang sangat memuaskan. Seluruh kontributor dan invader berhasil melaksanakan serta mengaplikasikan desain mereka dengan baik dan benar di lapangan, yang ditandai dengan keberhasilan menentukan titik dengan selisih yang sangat kecil, yaitu hanya sekitar 2 mm dari desain awal. Pencapaian ini menunjukkan bahwa pemahaman peserta terhadap keseluruhan rangkaian materi, mulai dari teori dasar, pengoperasian alat, hingga proses perancangan di kelas, telah terserap dengan baik dan mampu diterapkan secara akurat di lapangan.

Dok. Penulis
Dengan terlaksananya seluruh rangkaian pertemuan selama tiga minggu ini, KRK bulan kedua Komunitas WGS-84 dengan tema stakeout resmi dinyatakan selesai dilaksanakan. Menurut kesan dan pesan yang disampaikan oleh koordinator, kegiatan KRK kali ini dirasa cukup banyak memberikan tantangan tersendiri, namun di sisi lain juga turut meningkatkan wawasan dan keilmuan, baik bagi koordinator maupun bagi seluruh kontributor yang terlibat sepanjang rangkaian kegiatan. Pengalaman selama tiga minggu ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi seluruh anggota komunitas WGS-84 dalam mengembangkan kemampuan mereka di bidang survei dan pemetaan ke depannya.