Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
WGS CHALLENGE: MERANGKAI KOLABORASI MELALUI KOMPETISI TIGA PRODI KEBUMIAN

Penulis: Raya Rahmania Fikrie (SaIG, 2500494)

Penyunting: Tio Noviar

Berangkat dari bumi yang sama, kita tumbuh dengan cara pandang yang berbeda. Sains Informasi Geografi, Survei Pemetaan dan Informasi Geografis, serta Pendidikan Geografi memiliki bidang keilmuan yang saling melengkapi, namun tetap berpijak pada satu tujuan sebagai bagian dari rumpun geografi. Perbedaan tersebut bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan kita dalam satu jiwa kebumian.

Melalui semangat itulah, komunitas WGS 84 di bawah Badan Semi Otonom Kompetensi Himpunan Mahasiswa Sains Informasi Geografi menghadirkan WGS Challenge. Kompetisi ini bukan sekadar ajang untuk menguji keterampilan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan tiga program studi dalam semangat kebersamaan, sportivitas, dan kolaborasi. Sebab sejatinya, setiap langkah yang kita tempuh akan terasa lebih bermakna ketika dilakukan bersama.

Dok. Penulis

WGS Challenge dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan tiga delegasi dari masing-masing program studi. Kegiatan ini terdiri atas dua kategori perlombaan yang dirancang untuk menguji kemampuan individu sekaligus membangun kekompakan lintas program studi. 

Pada kategori individu, setiap delegasi akan mengikuti perlombaan Centering dan Leveling. Dalam waktu sepuluh menit, peserta ditantang untuk mendirikan alat secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur. Ketelitian, ketepatan, serta penguasaan teknik menjadi bekal utama dalam menghadapi tantangan ini. Setiap peserta membawa semangat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, sekaligus menginspirasi mahasiswa dari program studi lainnya.

Dok. Penulis

Semangat kebersamaan semakin terasa pada kategori kelompok. Setiap tim terdiri atas satu mahasiswa dari Sains Informasi Geografi, satu mahasiswa dari Survei Pemetaan dan Informasi Geografis, serta satu mahasiswa dari Pendidikan Geografi. Bersama-sama mereka akan menyelesaikan perlombaan Kerangka Dasar Horizontal. Dalam tantangan ini, bukan hanya kemampuan teknis yang dibutuhkan, tetapi juga komunikasi, rasa percaya, dan kerja sama. Tiga perspektif dipadukan dalam satu tim, membuktikan bahwa perbedaan akan menghasilkan kekuatan ketika berjalan menuju tujuan yang sama.

Melalui WGS Challenge, kompetisi menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Ia menjadi titik temu bagi mahasiswa untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan membangun hubungan yang lebih erat. Karena pada akhirnya, kita mungkin berasal dari program studi yang berbeda, tetapi tetap berada dalam satu keluarga besar kebumian.

Dok. Penulis

Setiap titik yang diukur akan berakhir menjadi garis, dan setiap garis akan membentuk satu bentang yang utuh. Begitu pula dengan kita. Meski datang dari tiga program studi yang berbeda, kita dipersatukan oleh kecintaan terhadap ilmu kebumian dan semangat untuk terus belajar bersama. Semoga WGS Challenge menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Semoga kegiatan ini menjadi ruang untuk melahirkan persahabatan, memperkuat kolaborasi, dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari kebumian. Mari berkompetisi dengan sportivitas, berkolaborasi dengan ketulusan, dan melangkah bersama sebagai satu jiwa kebumian. 

Dok. Penulis

“Kebumian: Satu Bumi, Satu Jiwa, Satu Keluarga.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *