Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Menelusuri Jalan, Menemukan Makna Dalam Perjalanan Menyelesaikan Skripsi

Disusun Oleh   : Aida Ainulmila (2205839)

Disunting Oleh: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)

Program studi sains informasi geografi merupakan program studi yang membiasakan mahasiswanya untuk menanamkan budaya menulis. Sebagian besar semua aktivitas kami abadikan dalam tulisan, baik untuk menulis artikel formal maupun artikel perjalanan seperti saat ini. Namun sefamiliar apapun saya dalam Menyusun laporan, untuk Menyusun skripsi merupakan dua hal yang berbeda rasanya. Mendengar kata skripsi saja membayangkannya terasa berat karena harus dilalui sendiri saja. Betul kata orang, fase Menyusun skripsi ini kita memerlukan dukungan moral dari rekan, dan saya bersyukur ternyata selama penyusunan ini berlangsung kami diberikan kesempatan untuk selalu dipantau oleh ketua prodi kami bapak Lili Somantri, S.Pd., M.Si. beserta ibu dan bapak dosen lainnya yang tak pernah bosan menanyakan kabar kami serta bertanya apa kesulitan kami. Sehingga saya dapat memiliki motivasi bahwa fase skripsi ini harus saya selesaikan di semester 8 ini. Dari skripsi ini saya dapat belajar bahwa penelitian ternyata bukan hanya tentang menghasilkan sebuah karya ilmiah, namun juga tentang bagaimana kita membentuk cara berpikir, melatih kesabaran, dan belajar untuk konsisten dalam menghadapi berbagai tantangan.

Gambar 1. Foto bersama setelah monitoring progress bersama dosen

Perjalanan skripsi ini dimulai pada tahun lalu setelah saya melakukan kegiatan magang di salah satu instansi pemerintahan, BAPPERIDA Kabupaten Sumedang. Pada saat itu saya mengikuti dua kali termin magang di instansi tersebut, dari bulan maret-mei dan September-desember. Disana saya ditempatkan di bidang infrastruktur dan kewilayahan, saya mengikuti dan mempelajari banyak kegiatan yang berhubungan dengan infrastruktur, dan salah satu topik yang menarik dimata saya saat itu Adalah terkait jalan. Saya mengikuti banyak observasi lapangan terkait kondisi jalan yang ada di Kabupaten Sumedang, serta sesekali berdiskusi dan bertanya terkait apakah Pembangunan terkait jalan disana itu telah merata atau masih terdapat beberapa wilayah yang kesulitan diakses, dan jawaban serta hasil pengamatan lapangan itu ternyata kondisi di beberapa wilayah ternyata belum merata. Kemudian pihak instansi juga pada saat itu masih memerlukan pemetaan di bidang jalan, karena belum ada seseorang yang fokus dalam bidang pemetaan dan hal tersebut saya isi menjadi peluang untuk saya dapat menunjukkan bahwa mahasiswa sains informasi geografi itu dapat unggul pada bidang tersebut. Hingga akhirnya isu terkait jalan tersebut saya kembangkan lagi menjadi topik penelitian saya dengan judul “Analisis Spasial Ketimpangan Infrastruktur Jalan Antar Kecamatan Di Kabupaten Sumedang”.

Awalnya saya belum membayangkan bahwa penelitian ini akan membawa saya melalui berbagai proses yang sangat Panjang ini, mulai dari berdiskusi topik, mencari literatur, mengumpulkan data, Menyusun proposal, melakukan pengolahan data spasial, turun lagi ke lapangan untuk observasi kondisi terkini, berdiskusi Bersama para dosen pembimbing, hingga Menyusun hasil dari penelitian ini agar bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Ternyata semua tahapan berat tersebut mengubah cara pandang saya dalam proses belajar, bahwa apabila kita memiliki tekad yang konsisten maka tahapan-tahapan tersebut dapat dilalui dengan baik. Karna ternyata skripsi ini dapat selesai bukan semata-mata hanya karena kepintaran seseorang, tapi ketekunan dan konsistensi seseorang lebih berpengaruh dalam menyelesaikan fase skripsi ini.

Gambar 2. Observasi kondisi jalan

Saya mengira bahwa memulai penelitian merupakan hal yang paling sulit untuk dilakukan karena kita harus mencari topik, literatur, hingga alasan mengapa kita mengambil topik tersebut. Namun ternyata tantangan sebenarnya muncul pada saat proses penyusunan skripsi. Menurut saya, tahapan yang memasuki fase berat ini ada di bagian pengolahan data, karena pada tahapan tersebut saya harus belajar Kembali terkait bagaimana penggunaan line density untuk melihat kepadatan jalan yang nantinya akan dihitung menjadi data awal ketimpangan. Kemudian saya juga harus mempelajari terkait indeks Williamson, bagaimana perhitungan indeks tersebut kemudian bagaimana penggunaan indeks williamson untuk melihat ketimpangan jalan, dan apa saja kira kira faktor yang memiliki pengaruh besar terhadap ketimpangan nanti. Mungkin untuk Sebagian orang melihat bahwa penelitian dan metode saya ini sederhana, namun pada prakteknya ternyata banyak proses yang harus saya ulangi dan pelajari Kembali karena adanya kesalahan kecil pun harus dapat saya pertanggung jawabkan hasil dan dampaknya. Maka hal tersebut merupakan suatu tanggung jawab besar bagi peneliti pemula seperti saya.

Namun kesalahan kesalahan tersebut dapat saya minimalisir dengan rutin melakukan bimbingan Bersama dosen pembimbing saya yaitu bapak Lili Somantri dan bapak Achmad Fadhilah. Karena bila tanpa dukungan para dosen pembimbing tersebut, mungkin saya belum tentu sampai hingga titik ini. Berkat dukungan moral serta motivasi dari bapak dosen pembimbing sepertinya saya akan banyak stuck, namun dengan kesabaran dan kesempatan belajar lebih khusus bersama para dosen tersebut menjadikan waktu penyusunan skripsi saya menjadi lebih konsisten dan terarah, meskipun tentu saja revisi atau perbaikan masih selalu dilakukan. Karena revisi merupakan bagian yang akan selalu hadir dalam setiap tahapan penyusunan skripsi dari awal hingga akhir. Pada awalnya saya menganggap revisi sebagai sesuatu yang sangat melelahkan, namun seiring berjalannya waktu saya memahami bahwa setiap revisi bukanlah bentuk penolakan terhadap hasil kerja, melainkan Upaya untuk kita dapat lebih menyempurnakan penelitian agar menjadi lebih baik lagi.

Selain tantangan akademik, ada juga tantangan dalam mengatur waktu. Karena ditengah berbagai aktivitas tersebut saya harus tetap menjaga konsistensi agar penelitian ini berjalan sesuai timeline. Meskipun tidak setiap hari penelitian ini terus berjalan lancer, dan bahkan ada hari Dimana saya kehabisan energi serta ide hingga rasanya penelitian ini sulit untuk diselesaikan. Namun daripada saya terus memaksakan, saya lebih memilih berhenti sejenak dan mencari udara serta sesekali mengobrol Bersama rekan sebaya yang sama sama sedang Menyusun penelitian juga. Dari hal tersebut saya memahami bahwa berhenti sejenak bukanlah bentuk kita sudah menyerah, namun seringkali kita abai terhadap kebutuhan mental kita. Maka dari itu, selama penyusunan penelitian ini kita harus pandai mengatur waktu, mencari rekan yang ingin diajak Bersama, memperhatikan kondisi mental sendiri dan memperhatikan rekan sebaya yang butuh dukungan juga, dan yang paling penting yaitu berkomunikasi Bersama pembimbing apapun itu kesulitannya.

Setelah melalui berbagai tahapan tersebut, pada akhirnya saya sampai pada fase sidang skripsi. Perasaan gugup yang saya alami semakin memuncak, namun pada saat bersamaan saya merasa bersyukur karena dapat sampai ke beberapa Langkah terakhir ini. Ketika sidang telah selesai dan saya menerima beberapa masukan dari dosen penguji, saya Kembali menyadari bahwa proses belajar ini belum berhenti karena revisi siding menjadi langkat terakhir sebelum penelitian ini benar-benar dinyatakan selesai. Perjalanan revisi setelah sidang ini saya rasa lebih berat karena saya harus sambil pulang-pergi dari sumedang ke bandung, sehingga saya harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Namun rasa lelah tersebut terbayarkan ketika perbaikan saya diterima dan bisa melanjutkan ke tahap pembukuan. Ada perasaan bangga yang muncul di diri ini karena sudah mampu bertahan dan melewati setiap kebingungan, ketakutan, dan rasa lelah selama proses penelitian.

Gambar 3. Foto bersama setelah sidang

Satu hal yang akan saya sampaikan kepada adik-adik tingkat atau rekan sebaya saya yang akan atau sedang menyusun skripsi, jangan pernah ragu untuk memulai dan jangan takut salah. karena selama kita ingin belajar dan berusaha, maka akan selalu ada kemudahan dalam perjalanan kita. Meskipun dalam prosesnya mungkin akan ada hal yang tidak sesuai dengan rencana seperti revisi yang tidak ada habisnya, penelitian yang harus diulang karena tidak sesuai dengan ekspektasi dosen pembimbing, atau data penelitian yang sulit diakses sehingga penelitian tidak bisa diselesaikan dengan cepat. Namun dari situlah kita dapat belajar bahwa kesalahan bukanlah tanda bahwa kita tidak mampu, tetapi hal tersebut merupakan salah satu bagian dari proses perjalanan. Jangan pernah menyerah, karena kita harus menyelesaikan perjalanan yang kita mulai dan itulah tanggung jawab kita pada diri sendiri. Juga jangan terus menunggu sampai kita merasa benar-benar siap, karena kesiapan itu akan datang dengan sendirinya ketika kita sudah mau memulainya. Jadi mulailah dari satu Langkah kecil, jangan terlalu membandingkan proses diri sendiri dengan orang lain. Karena setiap orang memiliki tantangan dan waktunya masing-masing.  

Perjalanan ini tentu tidak akan bisa saya lalui hanya seorang diri, maka dari itu selama perjalanan ini saya selalu meminta pertolongan kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan Kesehatan dan kemudahan selama proses ini berlangsung. Selain meminta pertolongan kepada Allah SWT, saya juga selalu meminta doa kepada orangtua dan keluarga agar saya dapat kemudahan dan kekuatan dalam menjalani proses ini. Kemudian saya mengucapkan terimakasih juga kepada ketua program studi sains informasi geografi, bapak Lili Somantri, yang sekaligus menjadi dosen pembimbing saya Bersama bapak achmad fadhilah yang sudah memberi saya ilmu, pengalaman, serta motivasi untuk konsisten selama saya menjadi mahasiswa. juga kepada bapak ibu dosen dan staff prodi yang senantiasa memberi arahan dan ilmu selama saya menempuh Pendidikan ini. Lalu yang terakhir yaitu kepada sahabat-sahabat yang selalu membantu Ketika saya kesulitan, dan memberikan support Ketika mental saya sedang lemah. Saya sadar bahwa tanpa orang-orang tersebut saya tidak akan bisa cepat bangkit dan menyelesaikan fase skripsi ini. saya juga menyadari bahwa skripsi bukan hanya sekedar syarat dalam memperoleh gelar sarjana, namun juga mengajarkan saya apa arti disiplin, ketekunan, kesabaran, dan keberanian untuk terus belajar. Sama seperti penelitian yang saya lakukan terkait jalan, saya belajar bahwa setiap perjalanan memiliki tantangan masing-masing, sehingga selama kita terus mencoba melangkah maka pada akhirnya kita akan sampai di tujuan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *