Penulis: Dr. Lili Somantri., S.Pd., M.Si.
Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)
Salah satu langkah penting dalam menjalin kerja sama internasional antara Program Studi Sains Informasi Geografi (SaIG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Departemen Geografi CSPU di Uzbekistan adalah melalui kerja sama penelitian dan juga kunjungan sebagai dosen tamu (visiting lecture). Upaya internasionalisasi kampus ini tentu diharapkan tidak hanya berhenti pada tingkat kesepakatan saja, melainkan segera dapat diwujudkan dalam bentuk kerja sama nyata yang memberi manfaat bagi kedua belah pihak.
Agenda utama dalam pertemuan yang dilaksanakan pada Jumat, 15 Mei 2026 bersama sivitas akademika Departemen Geografi CSPU adalah berdiskusi mengenai hasil riset berjudul “Pocket Populations In Mountain Slope Areas: A Spatial Study of North Bandung and Chirchik for Sustainable Settlement Planning." Selain itu, kami juga mengadakan kunjungan kuliah yang membahas perbandingan dua lanskap berbeda antara Indonesia dan Uzbekistan.

Dok. Penulis
Sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat posisi keilmuan geospasial dalam menjawab tantangan tata ruang global, agenda presentasi penelitian ini sangat penting. Kajian ini relevan dengan isu daya dukung lingkungan saat ini. Dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG), penelitian ini menyelidiki dinamika dan tekanan populasi di kawasan lereng gunung.
Analisis komparatif ini membandingkan kawasan Bandung Utara di Indonesia, yang selama ini menjadi fokus dalam memantau indeks kekritisan lingkungan akibat perubahan fungsi lahan, dengan kawasan Chirchik di Uzbekistan. Semangat dan keseriusan dalam membahas rencana permukiman berkelanjutan terlihat dari kerjasama antara delegasi SaIG UPI dengan pimpinan dan akademisi dari Departemen Geografi CSPU.
Selain berbagi ide dalam dunia penelitian, kerja sama ini juga membawa suasana hangat dan menyenangkan dalam bidang pendidikan melalui kegiatan visiting lecture. Perkuliahan tamu ini menciptakan suasana belajar yang interaktif dan penuh semangat di dalam kelas, di mana mahasiswa CSPU relihat sangat antusias menyimak materi yang disampaikan, didukung oleh fasilitas globe dan peta dunia sebagai media pembelajaran. Fokus utama dari perkuliahan ini adalah mengajarkan perbandingan kondisi geografi antara Indonesia dan Uzbekistan.

Dok. Penulis
Beberapa poin yang menjadi sorotan dalam kelas meliputi: Karakteristik Wilayah dan Demografi, di mana mahasiswa diajak memahami kontras mendasar antara Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan kekayaan ragam suku bangsa, dan Uzbekistan, sebuah negara daratan (landlocked) yang wilayahnya terdiri atas beragam suku bangsa. Diskusi tentang Geografi Pariwisata berlanjut dengan membandingkan destinasi wisata unggulan dari kedua negara. Pendekatan geografi pariwisata dibahas secara mendalam, membandingkan daya tarik wisata pesisir dan budaya di Bali, Indonesia, dengan keagungan wisata sejarah di jalur peradaban Jalur Sutra di Samarkand, Uzbekistan.

Dok. Penulis
Pelaksanaan kegiatan di CSPU ini menunjukkan bahwa bahasa universal seperti ilmu geografi dan teknologi spasial dapat menjadi jembatan yang menghubungkan dua bangsa dengan lanskap alam yang sangat berbeda. Lewat pembelajaran di kelas hari itu, saya membawa pulang keyakinan yang lebih besar bahwa kolaborasi akademik internasional, pada esensinya, merupakan cara kita merawat kemanusiaan, belajar dari ruang hidup bangsa lain, dan bersama-sama mencari solusi untuk menjaga bumi yang satu ini. Ini semua demi menciptakan wawasan dan perencanaan ruang yang lebih baik di masa depan. Semoga kerja sama ini dapat terus berlangsung demi memperkuat hubungan dan posisi kedua belah pihak dalam bidang informasi geografi antara SaiG UPI dan Departemen Geografi CSPU.
