Tanggal Kegiatan: 1-2 Agustus 2026
Penulis: Kelompok 3-B Sains Informasi Geografi 2025
Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)
Pernahkah Anda memperhatikan lahan hijau dan perkebunan di Lembang yang perlahan berganti menjadi deretan penginapan, kafe, atau perumahan? Fenomena ini adalah gambaran nyata alih fungsi lahan akibat pesatnya pertumbuhan penduduk dan pariwisata di wilayah Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Dok. Penulis
Dalam geografi spasial, dinamika ini melibatkan tutupan lahan (land cover) sebagai kenampakan fisik alami bumi dan penggunaan lahan (land use) yang mencerminkan interaksi aktivitas manusia. Tanpa pemantauan yang tepat, alih fungsi lahan yang cepat berisiko merusak daya dukung lingkungan. Di sinilah teknologi penginderaan jauh (remote sensing) hadir sebagai solusi pemantauan yang efisien.
Melalui mata kuliah Penginderaan Jauh untuk Penggunaan Lahan dan Vegetasi, kami dibekali teori prinsip perekaman satelit, karakteristik spektral objek, hingga teknik interpretasi visual dan digital. Namun, peta tak lengkap tanpa pembuktian. Berbekal peta hasil digitasi manual citra resolusi tinggi serta olahan indeks vegetasi (NDVI, SAVI, dan EVI) via Google Earth Engine, kami kelompok 3 melakukan uji akurasi atau ground checking langsung ke Desa Lembang dan Desa Jayagiri.

Dok. Penulis
Selama dua hari praktikum pada 1–2 Agustus 2026, kami memvalidasi peta hasil olahan kamu secara langsung di lapangan. Pengalaman ini tentunya menguji tak hanya ketelitian teknis, tetapi juga ketahanan fisik dan kepekaan sosial. Mulai dari mengkomunikasikan kegiatan kajian lapangan kepada masyarakat umum, menyusuri jalur curam hingga terpeleset di trek pendakian demi mencapai titik sampel, hingga sebutan “tim sar” dari salah satu wisatawan di TWA Gunung Tangkuban Perahu. Kegiatan pun diakhiri pada sesi expose dan refleksi bersama dosen untuk menyelaraskan temuan data dan pengolahan data, sebelum kajian lapangan dilanjutkan esok hari.
Pada akhirnya, praktikum ini bukan sekedar tentang menguasai software pengolahan data seperti ArcGIS, dll. Lebih dari itu, pemetaan LULC mengajarkan kami cara membaca dinamika perubahan lahan secara presisi, sekaligus mengasah empati, komunikasi, dan kerja sama tim dalam mendata kondisi bumi secara nyata.

Dok. Penulis

Dok. Penulis
