Tanggal Kegiatan: Sabtu-Minggu, 1-2 Agustus 2026
Penulis: Gina Febyanti Sudjana (SaIG, 2508822)
Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)
Penggunaan lahan dan vegetasi merupakan dua aspek penting yang mencerminkan dinamika interaksi antara manusia dan lingkungan. Perubahan yang terjadi pada keduanya, baik akibat aktivitas pertanian, permukiman, maupun alih fungsi lahan yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap keseimbangan ekosistem suatu wilayah. Teknologi penginderaan jauh hadir sebagai Solusi untuk memahami fenomena tersebut secara efektif dan efisien, melalui interpretasi citra satelit yang digabungkan dengan verifikasi langsung di lapangan (ground checking), sehingga didapatkannya gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi aktual suatu kawasan.
Sebagai bagian dari proses pembelajaran, kegiatan praktikum lapangan mata kuliah Penginderaan Jauh untuk Penggunaan Lahan dan Vegetasi yang dilaksanakan pada tanggal 1-2 Agustus 2026 di Desa Mekarwangi dan Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini bertujuan dalam mengaplikasikan teori interpretasi citra yang telah di pelajari di kelas kedalam kondisi nyata dilapangan, dengan output berupa peta indeks vegetasi serta penggunaan lahan dan tutupan lahan menggunakan citra Sentinel-2 2026, Sentinel-2 2016, dan Landsat 2026. Melalui pengamatan langsung dan proses ground checking, mahasiswa diharapkan mampu memahami keterkaitan antara data spasial hasil interpretasi citra dengan kondisi sesungguhnya dipermukaan bumi, sekaligus melatih kemampuan analisis dan validasi data secara ilmiah.
Kegiatan berlangsung selama dua hari secara sistematis, dengan sesi expose pada malam hari yang bertujuan mengukur pemahaman dan keberhasilan mahasiswa dalam memperoleh data ground checking, serta adanya evaluasi yang diberikan oleh Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. terkait kualitas dan akurasi data yang diperoleh oleh mahasiswa dilapangan. Kelancaran kegiatan ini turut didukung oleh koordinasi dari panitia pelaksana yang di ketuai oleh Wildan Hardiansyah, dengan Muhammad Al Ghazali sebagai wakil ketua, bersama seluruh anggota panitia lainnya, sehingga rangkaian kegiatan dapat berjalan secara terstruktur dan efisien.
Hari ke-1 (Sabtu, 1 Agustus 2026): Ground checking titik sampel
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang diikuti oleh seluruh kelompok, kemudian dilanjutkan dengan kebrangkatan bersama dari titik kumpul di area parkir UPI lantai 4B. Kelompok 6, yang memperoleh lokasi kajian di Desa Mekarwangi dan Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, membagi anggotanya ke dalam tiga tim guna mempercepat proses pengambilan data dilapangan. Dari total 100 titik sampel yang tersebar di kedua desa tersebut, Kelompok 6 berhasil memverifikasi 75 titik sampel, yaitu selesai sekitar 75% yang telah sesuai dengan hasil visualisasi citra satelit. Data hasil groud checking ini kemudian diolah secara bersamaan dengan data citra untuk dipresentasikan pada sesi ekspose mala mini, sebagai bagian dari evaluasi pemahan mahasiswa sekaligus uji akurasi terhadap hasil interpretasi citra yang telah dilakukan sebelumnya.

Dok. Penulis
Hari ke-2 (Minggu, 2 Agustus 2026) : Ground checking lanjutan
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan proses ground checking lanjutan guna melengkapi titik sampel yang belum terverifikasi pada hari sebelumnya. Ketiga tim dalam Kelompok 6 kembali menyusuri wilayah Desa Mekarwangi dan Desa Pagerwangi untuk memastikan seluruh titik sampel yang dapat terkonfirmasi kesesuaiannya dengan hasil interpretasi citra satelit, sekaligus mendokumentasikan kondisi tutupan lahan dan vegetasi secara lebih menyeluruh dilapangan. Namun, ada beberapa titik sampel yang tidak dilakukan nya ground checking yang dikarenakan keterbatasan aksesibilitas.
Pada hari ke-2 ini, mahasiswa juga melakukan pencatatan data lanjutan berupa instrument yang didalam nya terdapat jenis penggunaan lahan, karakteristik vegetasi, serta kondisi fisik lainnya yang ditemukan di setiap titik pengamatan, sebagai bahan pengolahan data lebih lanjut. Dengan terkumpulnya seluruh data lapangan, kegiatan ground checking pada praktikum ini secara keseluruhan berhasil dilaksanakan dengan baik, dan menjadi dasar bagi tahap pengolahan data serta penyusunan peta akhir penggunaan lahan dan indeks vegetasi. Kegiatan pagi pada praktikum hari ke-2 ini dilanjutkan pula sesi ekspose lanjutan yang berfokus pada uji akurasi menggunakan overall accuracy dan kappa coefficient terhadap hasil ground checking, yang memaparkan tingkat kesesuaian antara data lapangan dengan hasil interpretasi citra, sebagai langkah evaluasi untuk mengukur validitas dan reliabilitas hasil klasifikasi yang telah dilakukan. Sesi ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mendapatkan masukan langsung terkait ketepatan metode yang digunakan, sekaligus memperdalam pemahaman mengenai pentingnya uji akurasi dalam proses interpretasi citra penginderaan jauh.

Dok. Penulis
Selama dua hari pelaksanaan praktikum, memberikan manfaat yang signifikan bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan analisis spasial serta memahami keterkaitan antara data citra satelit dengan konsisi nyata di lapangan. Selain itu, hasil pemetaan penggunaan lahan dan indeks vegetasi berpotensi menjadi rujukan awal bagi perencanaan tata ruang di Desa Mekarwangi dan Pagerwangi, sekaligus berkontribusi sebagai basis data spasial untuk penelitian dan pematauan perubahan lahan di Kawasan Lembang secara berkelanjutan.

Dok. Penulis
