Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Tim PkM UPI Susun SOP untuk Penguatan Desa Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Tanjungwangi, Subang

Subang — Upaya memperkuat tata kelola pariwisata berbasis masyarakat terus dilakukan di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Desa Binaan Tahun 2026, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mendampingi Pemerintah Desa Tanjungwangi dalam mengembangkan tata kelola desa wisata yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Salah satu hasil pendampingan tersebut adalah Manual Teknis Standar Operasional Prosedur (SOP) “Desa Wisata Aman” yang diserahkan kepada Pemerintah Desa Tanjungwangi. Dokumen ini disiapkan sebagai panduan praktis bagi pengelola desa wisata dalam menjalankan aktivitas pariwisata dengan memperhatikan aspek pelayanan, keamanan, pengelolaan risiko, serta keterlibatan masyarakat.

Kegiatan PkM dilaksanakan oleh tim multidisiplin UPI yang diketuai Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si., dengan melibatkan kepakaran dari bidang Pendidikan Sosiologi, Pendidikan IPS, dan Pendidikan Pariwisata. Tim pelaksana terdiri atas Prof. Dr. Siti Nurbayani, M.Si., Dr. Asep Mahfudz, M.Si., Dr. Dina Siti Logayah, M.Pd., dan Dr. Rini Andarri, S.Pd., S.E.Par., M.M.

Pendampingan dilakukan melalui kolaborasi bersama Pemerintah Desa Tanjungwangi, BUMDes Betah Mandiri, dan masyarakat desa. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memastikan bahwa perangkat tata kelola yang dikembangkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lokal desa.

Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si., menjelaskan bahwa pengembangan desa wisata membutuhkan perhatian terhadap berbagai aspek yang saling berkaitan.

“Desa wisata tidak hanya membutuhkan daya tarik yang menarik bagi wisatawan, tetapi juga tata kelola yang mampu memastikan keamanan, kesiapsiagaan, dan kenyamanan bagi masyarakat maupun pengunjung. Karena itu, SOP ini disusun sebagai panduan yang dapat membantu pengelola menjalankan kegiatan wisata secara lebih terarah,” ujarnya.

Keberadaan manual teknis tersebut diharapkan dapat membantu pengelola desa wisata dan BUMDes Betah Mandiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin muncul dalam aktivitas pariwisata. Pada saat yang sama, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar pengembangan pariwisata tetap sejalan dengan kepentingan dan kondisi sosial Desa Tanjungwangi.

Program ini merupakan bagian dari Skema Program Pengabdian kepada Masyarakat Pengembangan Desa Binaan UPI Tahun Anggaran 2026. Pendekatan Community-based Tourism (CBT) digunakan untuk menempatkan masyarakat sebagai salah satu aktor utama dalam pengembangan dan pengelolaan potensi wisata desa.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat tersebut juga memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Melalui pendampingan ini, UPI berharap penguatan tata kelola dapat menjadi fondasi bagi pengembangan Desa Tanjungwangi sebagai desa wisata yang tidak hanya memiliki potensi ekonomi, tetapi juga mampu memberikan rasa aman, manfaat sosial, dan keberlanjutan bagi masyarakat setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *