Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Ruang Berekspresi: Mengapa Minat dan Bakat Penting Bagi Kesehatan Mental Mahasiswa

Penulis: Nadhifa Alya Purnama (2406032), Aulia Azzahra (2500550)

Editor: Nendeh Rizka Nurfadilah (2508823)

 

Implementasi Geografi Berseni (GBS) sebagai Ruang Berekspresi Mahasiswa

Implementasi nyata ruang ekspresi seni di lingkungan kampus dapat dilihat melalui organisasi kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi (HMPG) FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia yang memiliki program kerja Geografi Berseni (GBS). Program ini dibentuk sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, serta kreativitas di bidang seni. Kehadiran GBS menunjukkan bahwa kegiatan kemahasiswaan tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menjaga keseimbangan kesehatan mental melalui aktivitas yang positif. Di tengah padatnya jadwal kuliah, praktikum, penelitian, maupun kegiatan organisasi lainnya, mahasiswa memerlukan ruang untuk beristirahat sejenak dari tekanan akademik. Melalui berbagai kegiatan seni yang diselenggarakan, mahasiswa dapat mengekspresikan perasaan, mengembangkan potensi diri, serta membangun hubungan sosial yang lebih erat dengan sesama mahasiswa. Oleh karena itu, GBS menjadi salah satu bentuk nyata upaya organisasi dalam mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa sekaligus menciptakan lingkungan kampus yang lebih sehat, kreatif, dan inklusif.

Gambar 1.1 Kegiatan Geografi Berseni

Program Geografi Berseni (GBS) terdiri atas beberapa cabang kegiatan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakatnya, yaitu sebagai berikut.

 1. Music and Vocal of Geography (MUVGEO)

Music and Vocal of Geography (MUVGEO) merupakan wadah bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan di bidang musik dan vokal. Kegiatan yang dilakukan tidak hanya berupa latihan menyanyi atau memainkan alat musik, tetapi juga mencakup proses kolaborasi antarmahasiswa dalam menciptakan pertunjukan seni yang menarik. Melalui musik, mahasiswa memiliki kesempatan untuk menyalurkan berbagai emosi yang dirasakan selama menjalani kehidupan perkuliahan. Musik telah lama dikenal sebagai salah satu media yang mampu memberikan efek relaksasi, membantu mengurangi stres, serta meningkatkan suasana hati seseorang. Ketika mahasiswa terlibat dalam aktivitas bermusik, mereka belajar mengelola emosi secara lebih positif dibandingkan memendam tekanan yang dialami. Selain itu, latihan rutin dan penampilan pada berbagai kegiatan kampus juga melatih rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, disiplin, serta kerja sama tim. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga dalam membentuk karakter mahasiswa yang lebih tangguh dan mampu beradaptasi dengan berbagai situasi.

Gambar 1.2 Kegiatan MUVGEO

 2. GERI (Geografi Menari)

GERI (Geografi Menari) merupakan cabang seni tari yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyalurkan minatnya dalam bidang tari, baik tari tradisional maupun tari modern. Kegiatan menari tidak hanya memberikan manfaat dari sisi seni, tetapi juga berkontribusi terhadap kesehatan fisik dan mental mahasiswa. Gerakan tari yang dilakukan secara teratur mampu meningkatkan kebugaran tubuh, mengurangi ketegangan otot akibat aktivitas perkuliahan, serta membantu melepaskan hormon endorfin yang berperan dalam menciptakan perasaan bahagia. Selain manfaat fisik, seni tari juga menjadi media untuk mengekspresikan emosi, meningkatkan kreativitas, dan melatih kemampuan bekerja sama dalam sebuah kelompok. Setiap penampilan tari membutuhkan koordinasi, komunikasi, dan rasa saling percaya antarpenari sehingga secara tidak langsung membangun solidaritas yang kuat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman yang menyenangkan sekaligus mampu mengurangi kejenuhan akibat rutinitas akademik yang padat.

Gambar 1.3 Kegiatan GERI

 3. SERUGA (Seni Rupa Geografi)

SERUGA (Seni Rupa Geografi) menjadi wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang seni rupa, seperti menggambar, melukis, membuat

ilustrasi, desain grafis, hingga kerajinan tangan. Seni rupa merupakan salah satu bentuk ekspresi visual yang memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk menuangkan ide, imajinasi, maupun emosi ke dalam sebuah karya. Proses berkarya dalam seni rupa sering kali memberikan efek terapeutik karena mampu meningkatkan konsentrasi, memberikan rasa tenang, serta mengurangi tekanan psikologis yang dirasakan seseorang. Mahasiswa dapat menggunakan kegiatan melukis atau membuat karya sebagai media refleksi diri sekaligus sarana untuk mengembangkan kreativitas. Selain menghasilkan karya yang memiliki nilai estetika, kegiatan ini juga melatih kesabaran, ketelitian, kemampuan berpikir kreatif, serta keberanian dalam menyampaikan gagasan melalui media visual. Dengan demikian, SERUGA tidak hanya menjadi tempat berkarya, tetapi juga menjadi ruang yang mendukung kesehatan mental mahasiswa.

Gambar 1.4 Kegiatan SERUGA

Manfaat Geografi Berseni bagi Mahasiswa

Keberadaan Geografi Berseni (GBS) memberikan berbagai manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa yang memiliki bakat di bidang seni, tetapi juga bagi seluruh anggota yang ingin mengembangkan diri. Melalui berbagai kegiatan  yang  diselenggarakan,  mahasiswa  memperoleh  kesempatan  untuk

memperluas relasi sosial, meningkatkan kemampuan komunikasi, membangun rasa percaya diri, serta belajar menghargai perbedaan kemampuan dan kreativitas setiap individu. Lingkungan yang suportif seperti ini mampu menciptakan rasa aman dan nyaman sehingga mahasiswa tidak merasa sendirian ketika menghadapi berbagai tekanan selama menjalani perkuliahan.

Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan dalam GBS juga mampu menjadi sarana pengembangan soft skills yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Mahasiswa belajar mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, manajemen waktu, kerja sama tim, hingga kemampuan memecahkan masalah melalui proses latihan maupun penyelenggaraan berbagai pertunjukan seni. Pengalaman tersebut menjadi pelengkap dari kompetensi akademik yang diperoleh di ruang kelas sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.

 

Geografi Berseni sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Mental

Di tengah meningkatnya isu kesehatan mental pada mahasiswa, keberadaan Geografi Berseni menjadi salah satu bentuk nyata dukungan organisasi kemahasiswaan dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat. Seni memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan perasaan yang sulit diungkapkan melalui kata-kata, sekaligus menjadi media untuk mengurangi stres, kecemasan, dan tekanan akibat tuntutan akademik. Melalui interaksi yang terjalin selama latihan maupun pertunjukan, mahasiswa juga memperoleh dukungan sosial dari teman-temannya sehingga rasa memiliki terhadap lingkungan kampus semakin meningkat.

Dengan demikian, Geografi Berseni tidak hanya berfungsi sebagai program kerja di bidang seni, tetapi juga menjadi sarana pengembangan karakter, kreativitas, kesehatan mental, dan keterampilan sosial mahasiswa. Keberadaan program ini menunjukkan bahwa organisasi kemahasiswaan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung terciptanya mahasiswa yang unggul, berprestasi, sehat secara mental, serta mampu menyeimbangkan pencapaian akademik dengan pengembangan potensi diri.

 

REFERENSI:

Putra, A. F., & Selian, S. N. (2025). Peran budaya organisasi terhadap kesehatan mental pada mahasiswa. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya.

Link: https://ojs.indopublishing.or.id/index.php/sujud/article/view/654

Mujianto, D. C., & Samsiyah, S. (2023). Pengaruh organisasi kemahasiswaan dan pengembangan minat bakat terhadap keaktifan mahasiswa pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Journal of Sustainability Business Research (JSBR).

Link: https://jurnal.unipasby.ac.id/jsbr/article/view/8154

Fridayani, J. A. (2023). Pengaruh efikasi diri, manajemen waktu, dan motivasi diri terhadap minat mahasiswa dalam berorganisasi. Jurnal Manajemen, Organisasi dan Bisnis (JMOB).

Link: https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/JMOB/article/view/4309

Indah, A. R., Purwandari, R., & Nur, K. R. M. (2024). Kecerdasan emosional dan tingkat keaktifan dalam berorganisasi pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing).

Link: https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/view/2216

(2023). Persepsi terhadap organisasi ditinjau dari minat berorganisasi mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Ratu Samban. Jurnal Ilmiah Psyche.

Link: https://journal.binadarma.ac.id/index.php/jurnalpsyche/article/view/2513

Ghassani, P., Wafa, S., & Purba, H. P. (2022). A Qualitative Study on Psychological Well-being of Members of a University Student Organization during the Covid-19 Pandemic. INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental.

Link: https://e-journal.unair.ac.id/JPKM/article/view/35904

Berliana, C., Fatgehipon, A. H., & Kurniawan, N. (2023). Faktor-faktor minat mahasiswa mengikuti kegiatan organisasi: Studi deskriptif di Pendidikan IPS FIS UNJ. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *