Bandung - Program Studi Manajemen Resort dan Leisure (MRL) melaksanakan Yudisium Sidang Sarjana pada Jumat, 21 Agustus 2026, sebagai momentum akademik yang menandai berakhirnya salah satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan mahasiswa menuju dunia profesional dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebanyak 60 mahasiswa mengikuti yudisium pada periode ini. Para peserta terdiri atas 50 mahasiswa angkatan 2022, 5 mahasiswa angkatan 2021, dan 1 mahasiswa angkatan 2020. Yudisium menjadi momentum penting bagi para mahasiswa untuk merefleksikan proses pembelajaran yang telah ditempuh sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan peluang di dunia kerja, industri pariwisata, maupun bidang profesional lainnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Keuangan, dan Umum, Dr. Wawan Darmawan, S.Pd., M.Hum., Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Dr. Fitri Rahmafitria, M.Si., Ketua Program Studi Manajemen Resort dan Leisure, Dr. Erry Sukriah, M.S.E, serta jajaran dosen Program Studi Manajemen Resort dan Leisure.

Foto 1. Wakil Dekan 2 Bersama Ketua Program Studi MRL Mengumumkan Hasil Yudisium ( Sumber : Dokumentasi, 2026)
Yudisium sebagai Momentum Transisi Akademik dan Profesional
Dalam konteks pendidikan tinggi, yudisium tidak hanya dimaknai sebagai proses administratif dan akademik setelah mahasiswa menyelesaikan rangkaian pendidikan sarjana. Lebih dari itu, yudisium merupakan ruang refleksi atas capaian pembelajaran sekaligus momentum transisi dari lingkungan akademik menuju kehidupan profesional.
Bagi Program Studi Manajemen Resort dan Leisure, proses pendidikan mahasiswa diarahkan untuk membangun kompetensi yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis pengelolaan industri pariwisata, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis, adaptif, kreatif, kolaboratif, serta memiliki kepekaan terhadap dinamika sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan dalam pembangunan kepariwisataan.
Perjalanan akademik para mahasiswa hingga sampai pada tahap yudisium merupakan hasil dari proses yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pimpinan program studi, pimpinan fakultas, hingga keluarga. Oleh karena itu, momentum yudisium sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan akademik para calon lulusan.

Foto 2. Tim Dosen Prodi MRL UPI Memberikan Pengarahan Pada Lulusan Baru ( Sumber : Dokumentasi, 2026)
Wakil Dekan 2: Lulusan Diharapkan Menjadi Bagian dari Solusi
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Keuangan, dan Umum, Dr. Wawan Darmawan, S.Pd., M.Hum., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan tahapan akademiknya.
Ia menekankan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan yang lebih luas. Dunia profesional membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kelulusan bukan akhir dari proses belajar. Justru setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, saudara-saudara akan memasuki ruang belajar yang lebih luas, yaitu kehidupan profesional dan masyarakat. Jadilah lulusan yang mampu menghadirkan solusi dan memberikan kontribusi nyata.”
Menurutnya, perkembangan industri pariwisata yang semakin dinamis menuntut lulusan untuk memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi, kebutuhan wisatawan, perkembangan industri, serta isu keberlanjutan. Karena itu, lulusan MRL diharapkan mampu mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan dan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa capaian akademik yang diperoleh selama masa studi perlu diterjemahkan ke dalam kemampuan profesional dan kontribusi yang memberikan manfaat lebih luas.
Wakil Dekan 1: Menjaga Integritas dan Nama Baik Almamater
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Dr. Fitri Rahmafitria, M.Si., memberikan wejangan kepada para lulusan untuk membawa nilai-nilai akademik dan karakter yang telah dibangun selama menempuh pendidikan ke dalam kehidupan profesional.
Menurutnya, keberhasilan lulusan tidak hanya diukur dari pencapaian karier, tetapi juga dari bagaimana mereka menjaga integritas, etika, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan perannya di masyarakat.
“Di mana pun saudara berada dan apa pun profesi yang saudara jalani, bawalah nilai-nilai yang telah dibangun selama menjadi mahasiswa. Jaga integritas, profesionalisme, dan nama baik almamater.”
Ia juga mengingatkan para lulusan bahwa dunia kerja dan masyarakat akan menghadirkan tantangan yang berbeda dengan lingkungan akademik. Oleh sebab itu, kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, membangun jejaring, serta bekerja secara kolaboratif menjadi modal penting bagi lulusan dalam menghadapi perkembangan dunia profesional.
Wejangan tersebut menjadi pesan penting bagi para lulusan untuk tidak hanya mengejar keberhasilan individual, tetapi juga mampu menjadi bagian dari ekosistem pembangunan pariwisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Ketua Program Studi: Selamat Datang di Babak Baru
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Manajemen Resort dan Leisure, Dr. Erry Sukriah, M.S.E, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya.
Pelepasan lulusan menjadi momentum emosional sekaligus reflektif bagi Program Studi MRL. Selama menjalani proses pendidikan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui perkuliahan, tetapi juga mengalami berbagai proses pembelajaran melalui kegiatan akademik, praktikum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kegiatan organisasi, serta interaksi dengan lingkungan industri pariwisata.
“Selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya. Hari ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan baru. Bawalah ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang telah diperoleh dari MRL untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik.”
Erry Sukriah juga menyampaikan bahwa para lulusan merupakan bagian dari perjalanan dan perkembangan Program Studi Manajemen Resort dan Leisure. Setelah menyelesaikan pendidikan, hubungan antara lulusan dan almamater diharapkan tetap terjalin melalui jejaring alumni, kolaborasi profesional, pengembangan keilmuan, maupun kontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata.
Pelepasan tersebut menjadi simbol bahwa para mahasiswa kini memasuki fase baru sebagai lulusan yang diharapkan mampu membawa identitas dan nilai-nilai Program Studi MRL ke berbagai ruang profesional.
Membawa Kompetensi Pariwisata ke Dunia Profesional
Sebagai program studi yang berada dalam ekosistem pendidikan tinggi kepariwisataan, Program Studi Manajemen Resort dan Leisure terus berupaya membangun lulusan yang memiliki kemampuan untuk memahami dan mengelola berbagai aspek dalam industri pariwisata dan leisure.
Dinamika sektor pariwisata saat ini semakin kompleks. Perubahan perilaku wisatawan, transformasi digital, tuntutan keberlanjutan, perkembangan ekonomi kreatif, perubahan pola konsumsi leisure, hingga meningkatnya perhatian terhadap aspek sosial dan budaya menuntut hadirnya sumber daya manusia yang memiliki perspektif multidimensional.
Dalam konteks tersebut, lulusan MRL diharapkan tidak hanya berperan sebagai tenaga profesional yang mampu menjalankan fungsi manajemen, tetapi juga sebagai problem solver, inovator, entrepreneur, dan agen perubahan dalam pengembangan kepariwisataan.
Kemampuan untuk mengintegrasikan perspektif manajemen, pariwisata, hospitality, leisure, masyarakat, budaya, dan keberlanjutan menjadi salah satu modal penting bagi lulusan untuk menghadapi perkembangan industri ke depan.
Apresiasi kepada Dosen dan Keluarga
Keberhasilan 60 mahasiswa mencapai tahap yudisium tentunya tidak terlepas dari kontribusi para dosen yang telah mendampingi mahasiswa selama proses akademik. Para dosen Program Studi Manajemen Resort dan Leisure tidak hanya berperan dalam proses transfer pengetahuan, tetapi juga memberikan bimbingan, pendampingan, serta penguatan kapasitas mahasiswa dalam menjalani berbagai proses akademik.
Apresiasi juga disampaikan kepada keluarga para mahasiswa yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan perjalanan akademiknya hingga mencapai tahap kelulusan.
Dengan demikian, yudisium tidak hanya menjadi perayaan bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan bagi seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Selamat Menempuh Babak Baru
Yudisium 60 lulusan Program Studi Manajemen Resort dan Leisure menjadi penanda bahwa perjalanan akademik telah mencapai satu titik penting. Namun, di saat yang sama, momentum ini menjadi awal bagi perjalanan yang lebih luas di tengah masyarakat dan dunia profesional.
Para lulusan diharapkan mampu membawa semangat pembelajaran sepanjang hayat, integritas, profesionalisme, kreativitas, dan kepedulian terhadap keberlanjutan kepariwisataan dalam setiap langkah yang ditempuh.
Program Studi Manajemen Resort dan Leisure juga berharap para lulusan dapat terus menjaga hubungan dengan almamater serta berkontribusi dalam membangun jejaring akademik dan profesional yang semakin kuat.

Foto 3. Dokumentasi Foto Bersama Para Alumni Baru Prodi MRL (Sumber : Dokumentasi, 2026)
Selamat kepada 60 lulusan Program Studi Manajemen Resort dan Leisure. Selamat melanjutkan perjalanan, mengembangkan kompetensi, membangun karier, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, industri pariwisata, serta kemajuan kepariwisataan Indonesia.
Dari ruang akademik menuju ruang pengabdian dan profesionalisme—teruslah belajar, berkarya, dan membawa nama baik almamater.