Penulis : Gina Febyanti Sudjana (SaIG, 2508822)
Penyunting: Muhammad Naufal Rifasyah (SaIG, 2500436)
Tanggal Kegiatan: Rabu, 26 Agustus 2026
Peta yang baik bukan sekadar menampilkan lokasi, melainkan bercerita tentang perubahan. Peta mampu menggambarkan perubahan suatu wilayah dari waktu ke waktu. Kebutuhan untuk menyampaikan dinamika ruang dan waktu inilah yang mendorong Komunitas SCALE menghadirkan tema “Cartomotion” dalam Kegiatan Rutin Komunitas (KRK) Bulan ke-3, berlangsung sepanjang Agustus 2026.
Melanjutkan kegiatan bulan-bulan sebelumnya, Cartomotion kali ini membahas mengenai cara mengolah data spasial yang bisa bergerak dan berubah seiring waktu. Pembahasan dimulai dari menyaring data time series di web, pemrosesan data untuk globe, dan mengotomatisasi simbologi di QGIS hingga membuat visualisasi peta dalam bentuk 3D di Blender. Pemateri pada KRK Bulan ke-3 dibawakan oleh Alya Mauliany, Teguh Budiman, S.Geo., Brandon Indrawan, dan Muhammad Haidar Danish Rahmani, dengan pretest, post-test, hingga sesi hands-on disetiap pertemuan.
Pekan ke-1 (Rabu, 12 Agustus 2026): Mengunduh Data MapBiomas Indonesia dan Tata Letaknya di GIS
Alya Mauliany, sebagai pemateri pekan satu membuka rangkaian Cartomotion dengan memperkenalkan MapBiomas, platform pemetaan tutupan lahan berbasis citra satelit yang diluncurkan pertama kali oleh negara Brasil pada tahun 2015. Platform ini memiliki kelebihan dengan menyediakan SHP land use land cover dengan kelas yang sudah terklasifikasikan. Selain itu, MapBiomas juga menyediakan data spasial berbasis SHP. Para kontributor diajak memahami sejarah serta perkembangan dari platform MapBiomas ini, membandingkan dengan pendekatan konvensional, sekaligus mengenali keterbatasan pada MapBiomas. Pematerian yang dibawakan oleh Alya Mauliany mengundang antusias kontributor dan banyak sekali tanya jawab yang interaktif seputar MapBiomas ini.

Dok. Penulis
Pekan ke-2 (Sabtu, 22 Agustus 2026): Pengolahan Data untuk Globe
Memasuki pekan kedua Cartomotion yang dibawakan oleh Teguh Budiman, S.Geo. yang merupakan lulusan Sains Informasi Geografi UPI angkatan 2021, menjelaskan bagaimana cara mengubah data spasial biasa menjadi visualisasi globe langsung di QGIS dengan menggunakan bantuan plugin khusus, yaitu Globe Builder. Pada pekan kedua ini, dilakukannya pematerian secara daring via Google Meet, tetapi hal tersebut tidak mengurangi kelancaran penyampaian materi ataupun sesi hands-on yang berlangsung. Hasil pengolahan pada pekan dua sangat interaktif, yang dimana hasil olahannya bukan sekedar tampilan globe saja, melainkan data yang sudah siap dibawakan ke tahap selanjutnya, yaitu divisualisasikan dalam bentuk 3D di Blender.

Dok. Penulis
Pekan ke-3 (Rabu, 26 Agustus 2026): Globe dan visualisasi 3D
Menutup rangkaian Cartomotion, pekan ketiga menggabungkan QGIS dan Blender yang sebelumnya dipelajari terpisah. Pematerian oleh Brandon Indrawan dan Muhammad Haidar Danish Rahmani. Keduanya menjelaskan bahwa QGIS berperan sebagai alat pemrosesan data berbasis Coordinate Reference System (CRS) dan citra, sedangkan Blender yang digunakan sebagai studio visual yang mengolah geometri 3D, tekstur, pencahayaan, animasi, dan pergerakan kamera agar hasilnya lebih realistis. Para kontributor dan invader belajar mengonversi data batas wilayah menjadi vektor SVG, lalu mengolahnya di Blender dengan fitur modifiers untuk mengubah peta datar menjadi bola dunia 3D. Sesi hands-on berlangsung secara interaktif, invader dan kontributor tidak segan bertanya serta berbagi kendala satu sama lain, hingga akhirnya berhasil menghasilkan luaran globe yang interaktif.

Dok. Penulis
Kegiatan KRK Bulan ke-3: Cartomotion telah berhasil membuktikan bahwa data spasial tidak harus tampil dalam bentuk datar dan statis, melainkan bisa diolah menjadi sesuatu yang bergerak dan lebih hidup. Perpaduan MapBiomas, QGIS, dan Blender justru memperkaya ilmu kontributor SCALE dalam mengolah data spasial dari berbagai platform berbeda.
Dok. Penulis
