Penulis Ghea Redana Pitaloka (SaIG, 2206787)
Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)
Dalam proses penyusunan skripsi yang saya lakukan sampai saat ini dapat dikatakan perjalanan akademik yang penuh dinamika. Selama saya menjalani penyusunan skripsi ini, saya menyadari bahwa skripsi bukan hanya tentang menyelesaikan sebuah penelitian. Skripsi ini menjadi perjalanan tempat saya memahami rasa untuk terus belajar, bersabar, tanggung jawab dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai macam kesulitan yang dialami. Skripsi saya yang berjudul “Pemetaan Zona Prioritas Mitigasi Panas Berbasis Heat Adaptation Priority Indeks (HAPI) Di Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor” telah menjadi perjalanan akademik yang sangat berkesan selama saya menempuh pendidikan di Program Studi Sains Informasi Geografi. Selama proses penyusunan skripsi, saya banyak mendapatkan arahan, masukan, dan motivasi dari Bapak Lili Somantri, S.Pd., M.Si. selaku dosen pembimbing pertama. Beliau selalu mengingatkan saya untuk tidak mengabaikan jika ada kesempatan di depan mata. Beliau mengajarkan bahwa setiap kesempatan sekecil apapun, bisa menjadi jalan untuk menambah pengalaman dan membuka kesempatan lainnya.
Perjalanan skripsi ini dimulai ketika saya mulai menyusun proposal penelitian. Saat itu saya memiliki target untuk menyelesaikan skripsi dalam waktu 3,5 tahun, Namun ternyata saya mengalami kendala saat memilih topik kajian apa yang akan saya angkat menjadi skripsi. Sebelum menemukan judul skripsi yang saat ini saya selesaikan, saya beberapa kali mengalami perubahan karena menurut dosen, topik yang saya ambil masih terlalu umum dan sudah banyak yang membahasnya. Setelah saya membaca cukup banyak artikel dan jurnal, akhirnya saya memutuskan untuk mengangkat topik mengenai isu peningkatan suhu dengan memanfaatkan indeks terbaru dari suatu jurnal internasional dan pada praktiknya terdapat beberapa parameter yang disesuaikan.
Kendala lainnya yang saya alami adalah munculnya perasaan ragu apakah saya bisa menyelesaikan penelitian ini sampai akhir. Terkadang saya merasa sedikit minder dengan teman-teman yang lebih memahami metode penelitian mereka masing-masing. Namun saya sadar bahwa rasa minder tersebut tidak akan pernah hilang apabila saya hanya memikirkan tanpa mencobanya. Akhirnya, saya memilih untuk mencoba belajar dan meningkatkan pemahaman saya dengan membaca referensi, bertanya kepada dosen pembimbing akademik ketika ada hal yang belum dipahami, dan berdiskusi dengan teman-teman. Dari proses ini saya belajar bahwa tidak ada mahasiswa yang langsung memahami semuanya. Semua orang sedang belajar, namun prosesnya yang berbeda-beda.
Proses bimbingan proposal menjadi pengalaman yang membuka saya untuk berani memulai sesuatu. Setiap kali saya bertemu dengan dosen pembimbing, saya mendapatkan sudut pandang baru tentang penelitian saya, dari mulai adanya perbaikan, penyesuaian metode, dan beberapa konsep yang harus saya pahami lebih dalam. Awalnya revisi terlihat cukup melelahkan, namun lama kelamaan saya memahami bahwa setiap sebuah perjalanan pasti memiliki proses dan setiap revisinya menjadikan penelitian saya jauh lebih baik daripada sebelumnya.
Target yang awalnya 3,5 tahun tersebut menjadi gagal saya capai, sampai akhirnya saya memiliki target untuk bisa mengikuti seminar proposal paling lambat sebelum melaksanakan magang. Setelah saya menemukan topik yang cocok, saya langsung melakukan bimbingan dan mengerjakan proposal penelitian hingga akhirnya saya dapat mengikuti seminar proposal pada tanggal 25 Agustus 2025, tepat satu minggu sebelum saya memulai kegiatan magang. Saya sangat bersyukur karena setelah sebelumnya mempersiapkan proposal, membaca banyak referensi, dan melakukan bimbingan, akhirnya saya dapat mempresentasikan rancangan penelitian saya. Seminar proposal ini menjadi titik awal perjalanan skripsi saya. Saya mendapatkan banyak masukan dari dosen pembahas. Seluruh saran yang diberikan memberikan saya sudut pandang baru terhadap penelitian saya. Saya merasa bersyukur mendapatkan banyak masukan saat seminar proposal. Semua kritik dan saran yang diberikan menjadi bekal bagi penelitian saya agar tidak mengalami banyak kekeliruan saat memasuki tahap pengolahan data. Setelah keluar dari ruangan, saya merasa percaya diri karena akhirnya saya memiliki gambaran yang jelas mengenai arah penelitian yang harus saya lakukan.

Dok. Penulis
Saya dan teman-teman lainnya memiliki waktu satu minggu sebelum keberangkatan magang, waktu tersebut saya manfaatkan untuk menyelesaikan revisi hasil seminar proposal. Saya dan teman-teman banyak menghabiskan waktu di lorong lantai empat dekat ruang prodi dan perpustakaan untuk memperbaiki proposal. Selama waktu tersebut, saya banyak mendapatkan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi serta saling mengingatkan apabila ada bagian yang belum diselesaikan ataupun informasi terkait perkuliahan. Suasana tersebut menjadi salah satu kenangan yang sangat saya ingat karena kami sama-sama berjuang mengejar target sebelum memasuki waktu magang. Saya ingin menyelesaikan revisi proposal agar segera mendapatkan surat keputusan penetapan dosen pembimbing. Hal tersebut agar proses bimbingan dapat berjalan meskipun saya sedang melaksanakan magang diluar Kota Bandung. Saya sangat menyadari bahwa waktu menjadi tantangan besar selama saya magang.
Memasuki bulan September 2025, saya mulai melaksanakan program magang di daerah Jakarta Selatan. Awalnya saya berpikir bahwa setelah seminar proposal, perjalanan skripsi saya akan lebih mudah. Namun ternyata saya dihadapkan pada tantangan baru, yaitu bagaimana menjalankan tanggung jawab sebagai mahasiswa magang sekaligus tetap menjaga progres penyusunan skripsi. Pada waktu awal magang saya masih dipenuhi oleh proses adaptasi. Saya mulai mengenal lingkungan kerja, mempelajari alur pekerjaan, dan menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan. Sebagai mahasiswa yang merasakan dinamika kerja secara langsung, saya merasa gugup dan antusias. Setiap hari saya mempelajari banyak hal baru yang belum pernah saya temui selama perkuliahan. Namun saya sadar, dibalik pengalaman magang, masih ada tanggung jawab yang perlu diselesaikan, yaitu skripsi. Setiap malam sepulang magang, berusaha untuk selalu menyempatkan membuka laptop untuk mengerjakan skripsi. Membagi waktu antara pekerjaan dan skripsi bukanlah hal yang mudah.
Selain harus beradaptasi dengan ritme pekerjaan, kondisi kesehatan saya juga sempat menurun selama magang. Pada akhir November 2025 kesehatan saya terus menurun hingga akhirnya saya sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Bogor. Selama waktu tersebut saya disarankan untuk membutuhkan waktu istirahat lebih banyak oleh dokter. Pada saat itu, saya sangat khawatir karena target yang telah saya susun mengalami pergeseran dari rencana awal. Dari kejadian tersebut saya belajar bahwa menyelesaikan skripsi bukan berarti harus memaksakan diri bekerja tanpa mengenal waktu. Saya mulai belajar mengatur waktu istirahat dengan baik, menjaga kondisi tubuh, dan memahami bahwa kesehatan juga merupakan bagian penting dari proses akademik.
Selama saya magang, saya tetap berusaha menjalin komunikasi dengan dosen pembimbing. Saya diberi kemudahan untuk melakukan bimbingan secara online ketika saya berada di Jakarta. Ketika saya ada kesempatan ke Bandung, saya memanfaatkan waktu tersebut untuk kembali ke Bandung melakukan bimbingan secara langsung bersama teman-teman lainnya. Setiap selesai melakukan bimbingan, saya merasa pertemuan dengan dosen pembimbing dan teman-teman selalu memberikan semangat baru untuk saya melanjutkan penelitian.
Pada Januari – Februari 2026 saya sempat mengalami kesulitan dalam mencari data suhu dekat permukaan yang akan digunakan sebagai data pembanding terhadap suhu permukaan lahan hasil pengolahan citra Landsat 8. Saya berusaha mencari ke beberapa stasiun klimatologi milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) namun tidak tersedia. Akhirnya saya mendapatkan data tersebut dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BMKG. Selanjutnya saya berusaha melakukan pengolahan data hingga selesai. Pada Juni 2026, tantangan besar dalam skripsi saya muncul ketika saya sudah menyelesaikan draft skripsi hingga BAB V. Saya mengira bahwa pengolahan data hanya tinggal mengikuti langkahlangkah yang sudah ada pada jurnal. Namun setelah saya lihat lagi, saya menyadari bahwa terdapat salah satu parameter yakni Peta Dampak Panas berdasarkan Normalized Difference Vegetation Indeks (NDVI) yang salah dipahami. Saya harus melakukan perhitungan dan pengolahan data ulang agar hasilnya akurat. Pada waktu bersamaan, saya juga sedang bekerja part-time di bidang Food and Beverage (F&B). Membagi waktu antara bekerja dan mengulang pengolahan data bukanlah suatu hal yang mudah. Meskipun demikian, saya tetap berusaha menyelesaikannya tepat waktu. Di tengah proses tersebut, Program Studi Sains Informasi Geografi mengadakan monitoring akademik bagi mahasiswa tingkat akhir. Bersama temanteman yang belum menyelesaikan skripsi, saya datang ke Bandung untuk memenuhi undangan tersebut. Dalam kegiatan itu, Bapak Lili Somantri, S.Pd., M.Si. bersama para dosen memantau perkembangan skripsi setiap mahasiswa serta menanyakan berbagai kendala yang sedang dihadapi. Dari pertemuan tersebut, saya mendapatkan banyak masukan dan arahan yang menjadi semangat bagi saya untuk terus memperbaiki penelitian hingga selesai.

Dok. Penulis
Saya sempat kecewa dengan apa yang saya lakukan tersebut karena saya merasa membuang buang waktu, namun akhirnya berkat arahan dari Bapak Hendro Murtianto, S.Pd., M.Sc yang telah memberikan masukan secara teknis selama proses penelitian. Berbagai koreksi dan saran yang beliau berikan membuat saya memahami bahwa setiap metode memiliki alasan ilmiah yang benar-benar harus dipahami, bukan hanya mengikuti langkah-langkahnya saja. Disisi lain, Bapak Lili Somantri, S.Pd., M.Si juga memberikan arahan selama proses bimbingan. Setiap saya berkonsultasi mengenai skripsi, beliau meluangkan waktu untuk memberikan masukan, mengoreksi yang masih kurang tepat, dan mengarahkan agar penelitian saya sesuai dengan tujuan. Setelah itu saya kembali memperbaiki seluruh proses pengolahan data. Saya mempelajari ulang seluruh proses pengolahan data dan mencoba memahami setiap kesalahan yang saya lakukan. Proses revisi tersebut memakan waktu, namun saya menjadi berkembang lebih baik dibandingkan ketika pertama kali memulai penelitian.
Setelah berproses mulai dari penyempurnaan pengolahan data, melakukan validasi lapangan, analisis hasil, akhirnya pada tanggal 15 dan 16 Juli 2026 saya dapat mengikuti ujian sidang skripsi. Banyak persiapan yang saya lakukan sebelum ujian sidang. Saya memeriksa kembali seluruh draft untuk memastikan agar draft sesuai dengan standar kepenulisan yang diberikan oleh prodi, latihan presentasi, dan mempelajari konsep yang saya gunakan seperti suhu permukaan lahan, NDVI, dan penutup lahan. Alhamdulillah saya dapat mempresentasikan hasil penelitian saya dengan baik. Setelah ujian sidang, saya banyak mendapatkan kembali saran-saran dari dosen penguji untuk penyempurnaan skripsi saya. Setelahnya saya berusaha menyelesaikan revisi sambil melengkapi persyaratan lainnya untuk yudisium.

Dok. Penulis
Sebelum memasuki tahap skripsi, saya berpikir bahwa tantangan terbesar adalah memahami teori dan mengolah data penelitian. Akan tetapi, setelah menjalaninya sendiri, saya menyadari bahwa tantangan yang sebenarnya justru berasal dari diri sendiri. Rasa malas, kurang percaya diri, takut melakukan kesalahan, hingga keinginan untuk menyerah sering kali muncul di tengah proses. Jika tidak mampu mengendalikan diri, semua perasaan tersebut dapat menghambat langkah untuk terus maju.
Skripsi mengajarkan saya bahwa setiap proses membutuhkan kesabaran. Tidak semua usaha langsung membuahkan hasil sesuai harapan. Ada kalanya kita sudah bekerja keras, tetapi hasilnya masih harus direvisi. Ada saat ketika kita merasa sudah berada di tahap akhir, ternyata masih harus kembali memperbaiki pekerjaan dari awal. Meskipun terasa melelahkan, justru di situlah saya belajar bahwa proses merupakan bagian yang paling berharga. Setiap revisi membuat saya lebih teliti. Setiap kesalahan membuat saya memahami sesuatu yang sebelumnya belum saya ketahui. Dan setiap tantangan membuat saya menjadi pribadi yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
Selain itu, saya juga belajar bahwa manajemen waktu merupakan kemampuan yang sangat penting. Menjalani magang sambil mengerjakan skripsi membuat saya harus menentukan prioritas setiap hari. Saya belajar memanfaatkan waktu luang sekecil apa pun untuk membaca jurnal, memperbaiki hasil penelitian, atau berdiskusi dengan dosen pembimbing. Walaupun progres yang dicapai terkadang tidak terlalu banyak, saya percaya bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa hasil yang besar di kemudian hari.
Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Bapak Lili Somantri, S.Pd., M.Si. selaku dosen pembimbing pertama. Terima kasih atas kesabaran, arahan, serta motivasi yang selalu diberikan selama proses penyusunan skripsi. Setiap masukan yang Bapak berikan tidak hanya membantu memperbaiki penelitian saya, tetapi juga mengajarkan saya untuk menghargai waktu dan mengambil segala kesempatan yang ada. Saya belajar bahwa penelitian bukan sekadar mencari hasil, tetapi juga menjaga ketelitian, kejujuran, dan tanggung jawab terhadap setiap proses yang dilakukan. Rasa terima kasih juga saya sampaikan kepada Bapak Hendro Murtianto, S.Pd., M.Sc. selaku dosen pembimbing kedua yang telah memberikan banyak masukan, kritik, dan saran yang sangat membangun. Berbagai arahan yang diberikan membuat saya semakin memahami metode penelitian yang digunakan serta mendorong saya untuk terus belajar agar menghasilkan penelitian yang lebih baik. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Ibu Afina Aliyan, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing akademik yang selalu memberikan perhatian, arahan, dan motivasi selama saya menjalani perkuliahan. Kehadiran beliau sebagai dosen pembimbing akademik memberikan banyak dukungan sehingga saya dapat menjalani setiap tahapan perkuliahan hingga memasuki proses penyusunan skripsi.
Melalui tulisan ini saya harap pengalaman saya dapat menjadi Gambaran bagi adikadik tingkat yang akan menghadapi tahap penyusunan skripsi. Jangan pernah takut ketika memasuki tahap penyusunan skripsi. Rasa bingung, revisi yang berulang, bahkan kegagalan dalam pengolahan data adalah hal yang sangat wajar. Hampir semua mahasiswa pernah mengalaminya, yang terpenting bukanlah seberapa cepat kalian menyelesaikan skripsi, tetapi bagaimana kalian tetap bertahan dan terus belajar dalam setiap prosesnya.
Jangan malu untuk bertanya ketika tidak memahami sesuatu. Jangan ragu meminta arahan kepada dosen pembimbing karena mereka selalu menginginkan penelitian mahasiswanya menjadi lebih baik. Jangan mudah membandingkan perjalanan diri kita dengan teman yang mungkin terlihat lebih cepat. Setiap mahasiswa memiliki tantangan, kemampuan, dan waktunya masing-masing. Lebih baik fokus pada perkembangan diri sendiri, karena setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan membawa diri kita semakin dekat menuju tujuan.
Saya juga ingin berpesan agar jangan pernah menganggap revisi sebagai sesuatu yang menakutkan. Dahulu saya sering merasa kecewa ketika hasil yang sudah saya kerjakan ternyata masih harus diperbaiki. Namun sekarang saya menyadari bahwa revisi adalah bagian dari proses belajar. Melalui revisi saya menjadi lebih memahami penelitian yang saya lakukan. Jika suatu saat merasa lelah, ingatlah kembali alasan mengapa kita memulai perjalanan ini. Percayalah bahwa semua usaha yang dilakukan tidak akan pernah sia-sia.
Pada akhirnya, saya percaya bahwa skripsi bukan hanya tentang menyelesaikan penelitian, tetapi juga tentang membentuk karakter. Skripsi mengajarkan saya arti tanggung jawab, kedisiplinan, kerja keras, manajemen waktu, serta kemampuan untuk bangkit ketika menghadapi kegagalan. Semua pelajaran tersebut akan menjadi bekal yang sangat berharga, tidak hanya selama menjadi mahasiswa, tetapi juga ketika memasuki dunia kerja dan kehidupan setelah lulus nanti.
