Penulis: Harits Ghani Nur Alim (SaIG, 2205764)
Penyunting: Hilmy Nurizky (SaIG, 2400015)

Dok. Penulis
Perjalanan menyelesaikan skripsi bukanlah proses yang singkat maupun mudah. Di dalamnya terdapat tahap pencarian topik, pembelajaran metode penelitian, pengalaman magang, pengolahan data, penyusunan naskah, hingga perjuangan untuk menjaga konsistensi di tengah berbagai aktivitas dan tantangan pribadi. Bagi saya, skripsi bukan hanya menjadi salah satu syarat akademik untuk menyelesaikan studi, melainkan proses yang membentuk ketelitian, tanggung jawab, kemampuan mengatur waktu, serta keberanian untuk tetap melangkah meskipun pernah merasa tertinggal.
Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Ketua Program Studi Sains Informasi Geografi Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. beserta seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang telah memberikan arahan, perhatian, dan dukungan selama proses perkuliahan hingga penyusunan skripsi. Khususnya perhatian Program Studi terhadap progres mahasiswa menjadi salah satu hal yang sangat berarti bagi saya. Melalui kegiatan pemantauan progres skripsi, saya memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai target penyelesaian studi, timeline akademik, serta pentingnya membangun kebiasaan bekerja secara bertahap dan konsisten.
Dok. Penulis
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing skripsi Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. dan Ibu Silmi Afina Aliyan, S.T., M.T yang telah memberikan bimbingan, masukan, koreksi, dan arahan dalam penyusunan penelitian. Setiap proses konsultasi menjadi bagian penting dalam membantu saya memperbaiki rancangan penelitian, memperkuat analisis, menyusun peta, serta menyajikan hasil penelitian secara lebih sistematis dan ilmiah.
Perjalanan skripsi saya dimulai sejak semester 5 melalui mata kuliah Metode Penelitian. Pada tahap tersebut, saya mulai memahami bahwa penelitian tidak hanya berkaitan dengan menentukan judul, tetapi juga dengan kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, menyusun pertanyaan penelitian, memilih metode, mencari literatur, mengolah data, dan menyusun hasil secara ilmiah. Mata kuliah tersebut menjadi titik awal bagi saya untuk mulai memikirkan topik yang sesuai dengan minat dan bidang keilmuan.
Dalam proses pencarian topik, saya awalnya cukup bingung kemudian saya mengikuti kegiatan magang mandiri di semester 6 melalui pengalaman magang. Saya menemukan bahwa bentuk lahan dapat menjadi sumber informasi penting untuk memahami kondisi tektonik suatu wilayah. Pola aliran sungai, bentuk lembah, kemiringan lereng, relief, hingga bentuk muka gunung dapat dianalisis untuk memberikan gambaran mengenai aktivitas tektonik relatif, dari situ saya ter

Dok. Penulis
Topik morfotektonik dirasa cukup menarik karena memadukan kajian kebumian dengan pemanfaatan data spasial dan Sistem Informasi Geografis. Saya mulai memahami bahwa data elevasi digital atau DEM dapat diolah untuk menghasilkan berbagai informasi, seperti batas DAS dan sub-DAS, jaringan sungai, kemiringan lereng, relief, serta parameter morfometri. Dari tahap tersebut, saya mulai melihat bahwa penelitian morfotektonik dapat menjadi tema yang sesuai untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai penelitian skripsi. Ketertarikan saya terhadap morfotektonik semakin berkembang ketika mengikuti magang kedua pada semester 7. Jika pada magang pertama saya masih berada pada tahap mengenal dan mencari arah penelitian, pada magang kedua saya mulai memperdalam kajian yang berkaitan dengan aktivitas tektonik relatif.
Pada masa magang, saya juga mulai mencoba menyusun rancangan skripsi secara bertahap. Saya mulai mengumpulkan referensi, mempelajari metode pengolahan data, menentukan kebutuhan data spasial, serta memahami alur kerja analisis menggunakan perangkat lunak GIS. Proses pengolahan mencakup tahap delineasi DAS dan sub-DAS, ekstraksi jaringan sungai, analisis topografi, pembuatan peta, hingga perhitungan parameter. Pengalaman tersebut menjadi modal awal yang sangat penting ketika saya mulai memasuki proses penyusunan skripsi secara lebih serius.
Namun, proses penyusunan skripsi tidak selalu berjalan sesuai rencana. Di tengah usaha untuk memulai dan melanjutkan penyusunan, saya menghadapi berbagai gangguan dari aktivitas sehari-hari, kebutuhan keluarga, serta tuntutan lain yang membuat waktu dan fokus menjadi terbagi. Saya juga menyadari bahwa tantangan terbesar justru datang dari diri sendiri, yaitu seperti rasa malas dan kebiasaan menunda pekerjaan.
Ketika berhadapan dengan tugas yang terasa besar, seperti membaca literatur, mengolah data GIS, menghitung indeks morfometri, membuat peta, menyusun tabel, dan menulis bab skripsi, saya beberapa kali merasa sulit untuk memulai. Hal tersebut membuat progres penyusunan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Dari kondisi tersebut, saya belajar bahwa skripsi tidak dapat diselesaikan hanya melalui motivasi sesaat. Proses ini membutuhkan kebiasaan untuk menyelesaikan pekerjaan kecil secara konsisten, meskipun hanya satu peta, satu tabel, satu revisi, atau satu bagian paragraf dalam sehari.

Dok. Penulis
Memasuki awal semester 8, saya mendapat panggilan dari Program Studi untuk menghadiri kegiatan pemantauan progres mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. saya menerima undangan tersebut sebanyak dua kali. Pada awalnya, panggilan tersebut menjadi pengingat bahwa progres skripsi perlu lebih diperhatikan. Namun, kegiatan tersebut justru menjadi salah satu titik balik yang penting dalam perjalanan saya.
Dari panggilan Program Studi tersebut, saya akhirnya memutuskan untuk mengambil skema penyelesaian studi yang telah disiapkan. Keputusan ini pada awalnya menimbulkan keraguan karena saya merasa khawatir target yang tersedia tidak dapat dikejar. Akan tetapi, dukungan dari teman-teman menjadi kekuatan penting bagi saya untuk berani mengambil kesempatan tersebut. Kehadiran teman-teman yang saling mengingatkan, berdiskusi, berbagi informasi, serta membersamai proses membuat target yang semula terasa berat perlahan menjadi lebih mungkin untuk dicapai.

Dok. Penulis
Dalam menyelesaikan skripsi saya berusaha mengintegrasikan berbagai aspek yang telah dipelajari sejak awal. Penelitian tidak hanya berfokus pada perhitungan nilai tiap parameter tetapi juga pada proses memahami karakter wilayah melalui data spasial, peta, dan kajian literatur. Penyusunan peta juga menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan skripsi. Setiap proses - proses tersebut menuntut ketelitian karena kesalahan pada tahapan awal pengolahan data dapat mempengaruhi analisis pada tahap berikutnya. Dari pengalaman tersebut saya semakin memahami pentingnya ketelitian, evaluasi ulang, dan konsistensi antara data, peta, tabel, dan topik penelitian serta narasi dalam naskah skripsi.
Setelah melewati berbagai tahapan tersebut, saya berusaha mengejar target sidang pada awal Agustus 2026. Target tersebut menjadi dorongan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan yang masih tertunda, baik pengolahan data, penyusunan peta, naskah skripsi, maupun persiapan presentasi. Bagi saya, sidang skripsi bukan hanya sebuah tahap akhir akademik, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang telah dimulai sejak semester 5.

Dok. Penulis
Sidang skripsi menjadi salah satu momen paling berarti dalam perjalanan ini. Saya tidak hanya mempresentasikan hasil penelitian morfotektonik yang telah dikerjakan, tetapi juga merefleksikan seluruh proses yang telah. Setelah sidang selesai dan seluruh tahapan perbaikan dapat diselesaikan, saya menargetkan untuk mengikuti yudisium pada 20 Agustus 2026. Momen tersebut menjadi penanda bahwa perjalanan panjang selama masa studi telah sampai pada tahap penting. Yudisium menjadi bentuk penghargaan terhadap proses, ketekunan, dukungan orang-orang terdekat, dan keberanian untuk tidak berhenti ketika menghadapi rasa ragu maupun kemalasan.

Dok. Penulis
Pada akhirnya, perjalanan skripsi ini mengajarkan saya bahwa penyelesaian studi bukanlah proses yang selalu lurus dan mudah. Ada masa ketika saya merasa yakin terhadap arah penelitian, tetapi ada pula masa ketika saya merasa tertinggal, lelah, dan kurang termotivasi. Namun melalui proses yang saya lalui saya belajar bahwa kemajuan tidak selalu harus besar. Kemajuan dapat dimulai dari keputusan sederhana seperti kembali membuka data, menyelesaikan satu bagian pekerjaan atau melanjutkan revisi yang sebelumnya tertunda asalkan setiap harinya ada progres. Perjalanan ini mengajarkan pentingnya disiplin, ketekunan, kemampuan beradaptasi, serta arti dukungan dari Program Studi, dosen pembimbing, keluarga, dan teman-teman. Saya berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal untuk melanjutkan perjalanan akademik maupun profesional pada tahap berikutnya.
Bagi adik tingkat dan pembaca lain jangan menunggu siap sepenuhnya untuk memulai skripsi. Rasa bingung, ragu, dan takut tertinggal adalah bagian yang wajar dalam prosesnya. Mulailah dari hal kecil, seperti membaca satu referensi, mengolah satu data, membuat satu peta, atau menulis satu paragraf, manfaatkan bimbingan dengan dosen, diskusi dengan teman, serta pengalaman magang dan perkuliahan untuk menemukan arah penelitian. Jangan ragu bertanya ketika mengalami kesulitan, karena skripsi bukan proses yang harus dijalani sendiri.
Kesan yang saya peroleh dari skripsian bukan hanya tentang menyelesaikan syarat kelulusan, tetapi juga tentang belajar disiplin, bertanggung jawab, menerima revisi, dan tetap konsisten meskipun progres terasa lambat. Tetaplah melangkah, karena kemajuan kecil yang dilakukan setiap hari akan membawa kita sampai pada tujuan.