Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Berani Mencoba, Berani Berprestasi: Kisah Hanif Pratama Aisamuddin Mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi Meraih Juara 3 Lomba Infografis 

Menjadi mahasiswa berprestasi tidak selalu berawal dari rencana besar. Terkadang, sebuah pencapaian justru dimulai dari hal sederhana. Sebuah ajakan dan keberanian untuk mencoba. Hal tersebut dialami oleh Hanif Pratama Aisamuddin, mahasiswa Pendidikan Sosiologi angkatan 2025 yang berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Infografis dalam Lomba Infografis Galaksi Unesa yang dilaksanakan pada 19 Juli s/d 7 Agustus 2026. Keikutsertaan Hanif dalam perlombaan tersebut bermula dari ajakan salah satu Departemen di HMPS, khususnya dari Departemen Pendidikan. Pada awalnya, Hanif mengikuti lomba dengan tujuan untuk menambah pengalaman. Namun, seiring berjalannya proses, pandangannya terhadap perlombaan tersebut berubah. “Awalnya saya ikut lomba ini karena ingin punya pengalaman. Tapi setelah berbicara dengan Penanggung Jawab Lomba, mindset saya berubah,” ujar Hanif.

Perjalanan Hanif dalam mengikuti perlombaan dimulai dari tahap pendaftaran pada Gelombang 3, 19 Juli s/d 7 Agustus 2026. Setelah mendaftarkan diri dan memenuhi persyaratan yang ditentukan, Hanif kemudian mengikuti tahapan perlombaan sesuai ketentuan yang telah diberikan oleh panitia.

Dalam mengikuti perlombaan, proses menjadi bagian penting yang tidak dapat dilepaskan dari sebuah pencapaian. Hanif menjelaskan bahwa proses penyusunan karya diawali dengan brainstorming untuk menentukan ide yang akan diangkat. Setelah mendapatkan ide, tahap berikutnya adalah mulai merancang dan menuangkannya ke dalam karya. Proses tersebut juga dilakukan ketika menyusun infografis. Setelah ide ditentukan, Hanif dan tim mulai menuangkannya ke dalam desain infografis menggunakan Aplikasi Canva.

Tahap berikutnya adalah proses pengumpulan karya. Pada tahap ini, Hanif mulai mempersiapkan karya infografis yang akan dilombakan. Setelah karya dikumpulkan, karya tersebut kemudian melalui proses seleksi hingga akhirnya peserta menunggu hasil pengumuman. Hasil perlombaan kemudian diumumkan pada 6 September 2026. Dari hasil tersebut, Hanif dan tim berhasil meraih Juara 3. Pencapaian tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Hanif karena proses yang dilalui tidak selalu berjalan dengan mudah.

Bagi Hanif, mengikuti perlombaan bukan hanya tentang mendapatkan kemenangan. Ia menyadari bahwa untuk mencapai hasil yang maksimal, diperlukan niat, kemauan, dan jiwa kompetitif yang berasal dari diri sendiri, bukan hanya sekedar ikut-ikutan.

                                                                 

Namun, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mudah. Salah satu kendala yang dihadapi Hanif adalah kesulitan dalam melakukan konsultasi dan bimbingan karena harus menjalani aktivitas pulang-pergi. Kondisi tersebut membuat proses komunikasi dengan dosen maupun Penanggung Jawab lomba menjadi lebih sulit. Bahkan, sempat terjadi konflik dalam proses pengerjaan. Meski demikian, permasalahan tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Dari pengalaman tersebut, Hanif justru mendapatkan satu pembelajaran penting, komunikasi menjadi kunci dalam menyelesaikan masalah.

“Ketika kita ada masalah, jangan dipendam. Harus dikomunikasikan dan dibicarakan, karena kalau tidak, efeknya bisa merembet terus,” ungkapnya.

Prestasi yang diraih Hanif tidak hanya berasal dari usaha pribadi. Dukungan dari lingkungan juga menjadi salah satu faktor yang membantu dirinya selama proses perlombaan. Hanif mendapatkan dukungan dari dosen pembimbing yang turut membantu dan mendampingi selama proses perlombaan. Selain itu, dukungan dari orang tua dan teman-teman di kampus juga memberikan dorongan bagi Hanif untuk menyelesaikan proses tersebut dengan maksimal.

Menurutnya, seseorang yang ingin berprestasi harus memiliki niat yang kuat dan benar-benar memiliki keinginan dari dalam diri. Mencari pengalaman memang penting, tetapi keberanian untuk berkompetisi dan memberikan usaha terbaik juga diperlukan. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari perjalanan yang sempurna. Ada tantangan, keterbatasan, bahkan konflik yang harus dihadapi. Namun, bagaimana seseorang merespons dan menyelesaikan setiap persoalan menjadi bagian penting dari proses menuju pencapaian. Bagi Hanif, pengalaman mengikuti lomba memberikan pelajaran bahwa kesempatan sebaiknya tidak dilewatkan hanya karena takut gagal. Ketika kesempatan sudah datang, seseorang perlu berani mencoba dan memberikan usaha terbaik.

“Jangan takut untuk mencoba, dan jangan takut gagal. Ketika kita sudah dikasih kesempatan, jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan tersebut hanya karena takut gagal. Harus all out,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa untuk menjadi mahasiswa berprestasi tidak harus selalu dimulai dengan rasa percaya diri yang sempurna. Keberanian untuk mengambil kesempatan justru dapat menjadi langkah pertama untuk menemukan potensi diri. Perjalanan Hanif dalam meraih Juara 3 Lomba Infografis menunjukkan bahwa sebuah prestasi bukan hanya tentang hasil akhir. Di balik sebuah penghargaan, terdapat proses belajar, keberanian mengambil kesempatan, kemampuan berkomunikasi, serta dukungan dari orang-orang di sekitar. Pada akhirnya, pengalaman Hanif memberikan satu pesan sederhana bagi mahasiswa lain. Tidak perlu menunggu merasa siap untuk mencoba. Ketika kesempatan datang, cobalah terlebih dahulu, jangan takut gagal, dan berikan usaha yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *