BANDUNG – Himpunan Mahasiswa Hukum FPIPS UPI menyelenggarakan simulasi aksi sebagai bagian dari rangkaian Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Baru (LKMM) tahun 2026. Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa baru ini berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme di lingkungan kampus. Melalui simulasi tersebut, panitia berharap peserta dapat memahami secara langsung bagaimana menyampaikan aspirasi secara tepat, santun, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam simulasi tersebut, para peserta dibagi ke dalam beberapa peran, mulai dari koordinator lapangan, orator, negosiator, hingga petugas pengamanan. Setiap peserta diajak merasakan dinamika penyampaian pendapat di muka umum, mulai dari penyusunan tuntutan, pengaturan massa, hingga proses dialog dengan pihak terkait. Pendekatan ini dipilih agar mahasiswa tidak hanya mengenal teori kebebasan berpendapat, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan penuh tanggung jawab dan tetap menghormati hak orang lain.

Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa simulasi aksi dirancang sebagai sarana pembelajaran yang dekat dengan kehidupan nyata. Menurutnya, mahasiswa hukum perlu terbiasa berpikir kritis sekaligus menjunjung etika dalam menyuarakan gagasan. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa kebersamaan, kemampuan berkomunikasi, serta kepemimpinan yang berlandaskan nilai keadilan sejak awal masa perkuliahan.
Para peserta menyambut kegiatan ini dengan positif. Sejumlah mahasiswa baru mengaku memperoleh pengalaman berharga karena dapat belajar bekerja sama dan mengambil keputusan dalam situasi yang menuntut ketenangan. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan, Himpunan Mahasiswa Hukum berharap seluruh peserta dapat membawa semangat yang telah dipelajari untuk berkontribusi secara aktif, beretika, dan konstruktif di lingkungan kampus maupun masyarakat.
