Dalam rangka memperkuat pendidikan pariwisata dan memperluas jejaring antar lembaga pendidikan kejuruan, Pendidikan Pariwisata Angkatan 2024 telah sukses menyelenggarakan DIKPAR EXPO 2025 pada tanggal 23–24 Mei 2025. Acara ini bertempat di Universitas Pendidikan Indonesia yang menghadirkan rangkaian kegiatan kompetitif dan edukatif yang melibatkan siswa-siswi dari berbagai SMK se-Jawa Barat dan DKI Jakarta.
DIKPAR EXPO 2025 menjadi wadah kompetisi pariwisata berskala nasional tingkat SMK, yang berlangsung selama dua hari. Hari pertama diisi dengan lomba-lomba antar sekolah yang menyoroti kreativitas dan inovasi siswa dalam pengembangan pariwisata daerah, baik dari segi promosi destinasi, pengelolaan ekowisata, hingga pelayanan pariwisata berbasis budaya lokal. Lomba ini bukan hanya tentang persaingan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk mengasah keterampilan dan semangat wirausaha muda di bidang pariwisata.

Gambar 1. Suasana kompetisi antar SMK pada hari pertama DIKPAR EXPO 2025
Hari kedua dilanjutkan dengan kegiatan seminar bertajuk “Developing Tourism through Education: Nurturing Future Eco Leader” yang berfokus pada pentingnya peran pendidikan dalam membentuk pemimpin pariwisata yang berwawasan lingkungan. Seminar ini menghadirkan narasumber terkemuka, yaitu Ibu Kurniawati, S.Pd dari BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata Kemendikbudristek, serta Padawara Group yang diwakili oleh Mochamad Agung Permana dan M. Rafly Pasya.
Dalam sesi seminar, para peserta diajak untuk memahami konsep Wisata Cerdas, Bumi Lestari sebagai bagian dari strategi pendidikan pariwisata yang berkelanjutan. Materi yang dibawakan membahas bagaimana pendidikan dapat menjadi motor utama dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan, membentuk karakter siswa sebagai pemimpin ekowisata masa depan, serta mendorong terciptanya inovasi hijau dalam pengembangan pariwisata nasional.

Gambar 2. Seminar DIKPAR EXPO 2025 bersama Ibu Kurniawati dan Pandawara Group
Kegiatan DIKPAR EXPO 2025 menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan kejuruan tidak hanya berorientasi pada teori di dalam kelas, tetapi juga menekankan pengalaman langsung yang membekali peserta didik dengan keterampilan praktis, jiwa kepemimpinan, dan kesadaran ekologi. Harapannya, acara ini mampu menjadi pemicu lahirnya generasi muda pariwisata yang profesional, inovatif, dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan bumi.