Banyuwangi, 18 Juni 2025 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan kunjungan lapangan ke Desa Kemiren, Banyuwangi, untuk mempelajari potensi pemberdayaan masyarakat melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang dirancang untuk menghadirkan pembelajaran langsung di tengah masyarakat.
Desa Kemiren, yang dikenal sebagai pusat kebudayaan suku Osing, menjadi contoh menarik bagaimana komunitas lokal mampu mengembangkan produk bernilai ekonomi meski tanpa sumber daya produksi utama. Salah satu yang menjadi perhatian mahasiswa adalah pengolahan kopi sebagai produk khas UMKM. Meskipun desa ini tidak memiliki kebun kopi sendiri, warga mampu menghadirkan kopi sebagai produk budaya—dalam bentuk kemasan menarik, narasi lokal, dan pengalaman minum kopi yang terhubung dengan tradisi Osing.

Melalui dialog dengan pelaku UMKM, mahasiswa menggali cerita di balik usaha yang dijalankan, tantangan pemberdayaan ekonomi lokal, hingga peran perempuan dalam menopang ekonomi keluarga. Mahasiswa juga melihat bagaimana nilai-nilai sosial seperti gotong royong, kepercayaan, dan regenerasi diwariskan melalui praktik usaha rumahan.
“Kegiatan ini membuka wawasan mahasiswa bahwa pemberdayaan bukan semata soal modal atau pelatihan, tetapi soal bagaimana budaya, komunitas, dan inovasi lokal bertemu,” ujar Muhammad Retsa Rizaldi Mujayapura, M.Pd., dosen pendamping kegiatan.
Dengan pendekatan observasi partisipatif, mahasiswa belajar bahwa UMKM tidak hanya menjadi instrumen ekonomi, tetapi juga ruang penting untuk memahami dinamika sosial, ketahanan budaya, dan kemandirian komunitas.
Kegiatan ini memperkuat prinsip pembelajaran kontekstual yang menekankan bahwa sosiologi tidak hanya dipelajari dari buku, tetapi juga dari kehidupan nyata yang terus bergerak dan berkembang di tengah masyarakat.
