Bandung — Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (IPAI) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Saepul Anwar, S.Pd.I., M.Ag., tampil sebagai narasumber utama dalam Webinar Seri #8 yang diselenggarakan oleh Komunitas belajar.id Kabupaten Garut, Rabu (13/8/2025). Kegiatan yang berlangsung secara daring ini mengangkat tema “Diferensiasi Pembelajaran dan Asesmen Formatif dalam Pembelajaran Mendalam,” dan diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam paparannya, Dr. Saepul Anwar menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar penyampaian materi, melainkan proses membangun pengalaman belajar yang holistik dan memerdekakan. “Pendidikan bukan sekadar ‘mengajar apa yang ada,’ tapi membangun pembelajaran seperti merancang rumah: dimulai dari visi, dirancang dengan standar, dan dijalankan dengan strategi,” ujarnya.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya pendekatan diferensiasi dan asesmen formatif dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dan berdampak. Dengan menempatkan siswa sebagai subjek aktif, guru dituntut untuk merancang pembelajaran yang menyentuh olah pikir, hati, rasa, dan raga. Diferensiasi pembelajaran memberi ruang bagi setiap siswa untuk belajar sesuai gaya, kebutuhan, dan potensinya. Sementara asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif menjadi alat penting untuk memahami, membimbing, dan mengevaluasi proses belajar secara berkelanjutan.
“Ekspektasi guru bukan sekadar asumsi—ia bisa menjadi ramalan yang terpenuhi sendiri (self-fulfilling prophecy),” tambahnya, seraya mengingatkan pentingnya membangun harapan positif terhadap peserta didik sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang berkeadaban.
Tema yang diangkat dalam webinar ini sangat relevan dengan kepakaran Dr. Saepul Anwar dalam bidang asesmen pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Pendekatan diferensiasi dan asesmen formatif dinilai sejalan dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam yang menekankan keadilan, kesadaran diri, dan pengembangan potensi fitrah manusia.
Ketua Komunitas belajar.id Kabupaten Garut, Rijki Ramdani, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam merancang pembelajaran yang adaptif dan reflektif. “Kami berharap guru-guru di daerah dapat mengakses praktik terbaik dari para akademisi, sehingga pembelajaran di kelas menjadi lebih bermakna dan berdampak,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- List ItemSDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kapasitas guru dalam merancang pembelajaran yang inklusif dan berbasis kebutuhan peserta didik.
- SDG 10 – Pengurangan Ketimpangan, dengan mendorong strategi pembelajaran yang memberi ruang bagi semua siswa untuk berkembang sesuai potensinya.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas pendidikan lokal.
Partisipasi aktif dosen Prodi IPAI FPIPS UPI dalam forum nasional ini turut memperkuat reputasi institusi sebagai pusat keilmuan yang berkomitmen terhadap transformasi pendidikan. Beberapa tindak lanjut telah direncanakan, termasuk pengembangan modul pelatihan dan pendampingan guru berbasis asesmen formatif dan diferensiasi pembelajaran.
