Penulis: Dita Novelasti Ayugrahani
Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)
Jika ada satu hal yang saya pelajari selama kuliah, itu adalah bahwa skripsi tidak pernah hanya tentang penelitian. Di balik setiap halaman yang dicetak rapi, setiap tabel hasil analisis, dan setiap peta yang ditampilkan, selalu ada cerita yang tidak tertulis. Cerita tentang keraguan, perjuangan, kegagalan, harapan, dan orang-orang yang membantu kita bertahan sampai garis akhir. Perjalanan penelitian ini tidak langsung mengarah pada topik skripsi saya. Pada bulan Maret 2025, rencana penelitian yang disusun berfokus pada pemanfaatan deep learning untuk identifikasi kerusakan jalan. Proposal penelitian telah selesai disusun dan hampir memasuki tahap seminar proposal. Namun, semakin dekat dengan tahap pelaksanaan, semakin besar keraguan yang muncul. Bukan karena topiknya tidak menarik, tetapi karena ada kesadaran bahwa penelitian tersebut mungkin belum sesuai dengan kemampuan yang dimiliki saat itu. Untuk pertama kalinya, muncul keputusan yang terasa berat: berhenti dan mengulang dari awal. Keputusan tersebut sempat terasa seperti kegagalan. Ketika teman-teman mulai melangkah maju dengan topik masing-masing, proses pencarian justru dimulai kembali dari nol. Berbagai ide bermunculan, berbagai jurnal dibaca, dan berbagai kemungkinan dipertimbangkan. Tetapi sebelum menemukan arah yang baru, kehidupan memberikan tantangan yang jauh lebih besar.
Perjalanan penelitian ini tidak langsung mengarah pada topik skripsi saya. Pada bulan Maret 2025, rencana penelitian yang disusun berfokus pada pemanfaatan deep learning untuk identifikasi kerusakan jalan. Proposal penelitian telah selesai disusun dan hampir memasuki tahap seminar proposal. Namun, seiring berjalannya waktu muncul keraguan mengenai kemampuan untuk melaksanakan penelitian tersebut hingga tahap akhir. Kompleksitas metode, kebutuhan data yang cukup besar, serta tantangan teknis yang harus dihadapi membuat topik tersebut akhirnya tidak dilanjutkan. Setelah keputusan tersebut diambil, proses pencarian topik baru dimulai. Berbagai ide penelitian dieksplorasi dengan tujuan menemukan topik yang tidak hanya sesuai dengan bidang keilmuan yang dipelajari, tetapi juga memiliki nilai kebaruan dan peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. Proses ini tidak berjalan mulus. Pada bulan April hingga Mei 2025, kondisi kesehatan mengharuskan menjalani perawatan di rumah sakit dan tindakan operasi usus buntu dan pengambilan batu empedu. Aktivitas perkuliahan maupun penyusunan skripsi harus dihentikan sementara hingga kondisi fisik kembali pulih.
Memasuki bulan Juni 2025, proses penyusunan proposal dimulai kembali dari awal. Berbagai alternatif tema penelitian dirancang dan dievaluasi. Setidaknya enam topik berbeda sempat dipertimbangkan sebelum akhirnya ditemukan sebuah topik yang terasa paling menarik dan relevan, yaitu pemanfaatan machine learning untuk pemodelan nilai tanah. Topik ini menjadi menarik bagi saya lanjutkan karena mampu menggabungkan dua bidang yang berkembang, yaitu Sistem Informasi Geografis dan kecerdasan buatan. Pemodelan nilai tanah merupakan salah satu kajian yang menarik karena nilai tanah dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berinteraksi, seperti aksesibilitas, kedekatan terhadap pusat aktivitas, fasilitas umum, penggunaan lahan, serta karakteristik lingkungan sekitarnya. Hubungan antarvariabel tersebut sering kali bersifat kompleks dan tidak selalu dapat dijelaskan secara linear. Kondisi inilah yang mendorong pemanfaatan pendekatan machine learning dalam penelitian ini. Di antara berbagai algoritma machine learning yang tersedia, penelitian ini menggunakan algoritma XGBoost (Extreme Gradient Boosting). Pemilihan algoritma ini didasarkan pada kemampuannya dalam mengolah data dengan jumlah variabel yang cukup banyak serta kemampuannya dalam menangkap hubungan nonlinier antarvariabel. XGBoost bekerja dengan membangun serangkaian model pohon keputusan secara bertahap, di mana setiap model baru dirancang untuk memperbaiki kesalahan model sebelumnya. Penggunaan XGBoost memberikan peluang untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap variasi nilai tanah serta menghasilkan model prediksi yang lebih baik dibandingkan pendekatan konvensional. Selain menghasilkan nilai prediksi, algoritma ini juga mampu menunjukkan tingkat kepentingan masing-masing variabel melalui analisis feature importance. Dengan demikian, penelitian tidak hanya berfokus pada hasil prediksi, tetapi juga berupaya memahami faktor-faktor spasial yang berkontribusi terhadap pembentukan nilai tanah di wilayah kajian.
Kecamatan Gedebage dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan salah satu kawasan strategis yang berkembang pesat di Kota Bandung. Berbagai pembangunan infrastruktur, pengembangan pusat pelayanan kota, serta peningkatan aktivitas ekonomi menjadikan kawasan ini menarik untuk dikaji dari perspektif nilai tanah. Perubahan fungsi ruang yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir diperkirakan turut memengaruhi pola distribusi nilai tanah di wilayah tersebut. Setelah berbagai pencarian dan revisi, seminar proposal akhirnya dapat dilaksanakan pada Juli 2025. Saat itu sempat berpikir bahwa bagian tersulit telah dilewati. Ternyata, perjalanan yang sesungguhnya baru dimulai.
Pada saat yang hampir bersamaan, kegiatan magang di PT. Geovaruna Pacific Survey juga berlangsung. Hari-hari diisi dengan pekerjaan lapangan dan berbagai aktivitas. Dari pagi hingga sore fokus pada pekerjaan magang, sedangkan malam hari digunakan untuk mengerjakan skripsi. Di tengah proses tersebut, saya sangat bersyukur karena memiliki dua dosen pembimbing yang sangat mendukung, yaitu Ibu Dr. Nanin Trianawati Sugito, S.T., M.T. dan Bapak Dr. Ir. Muhammad Ihsan, S.T., M.T. Fleksibilitas dalam pelaksanaan bimbingan, terutama secara daring selama masa magang, menjadi salah satu alasan mengapa penelitian ini tetap dapat berjalan. Akan tetapi, seperti banyak cerita skripsi lainnya, tantangan tidak berhenti sampai di situ. Memasuki Oktober 2025, kendala demi kendala mulai bermunculan. Data bidang tanah yang dibutuhkan ternyata tidak dapat saya dapatkan. Akibatnya, harus dilakukan digitasi sebanyak 16.057 poligon bidang tanah secara mandiri. Pekerjaan yang awalnya diperkirakan sederhana berubah menjadi proses yang membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Di sisi lain, pekerjaan magang semakin padat karena mulai terlibat dalam berbagai proyek survei. Setiap malam, rasa lelah menjadi teman yang hampir selalu hadir. Dan seolah itu belum cukup, fase yang sering menjadi candaan mahasiswa tingkat akhir akhirnya benar-benar terjadi: patah hati. Awalnya terasa aneh bagaimana urusan hati bisa begitu memengaruhi proses akademik. Namun ketika berbagai tekanan datang secara bersamaan, kehilangan seseorang yang dianggap dapat menjadi tempat berbagi ternyata memberikan luka yang cukup dalam. Hari-hari terasa berat. Konsentrasi menurun. Tubuh lebih mudah sakit. Bahkan ada saat ketika rasanya sulit menemukan alasan untuk tetap melanjutkan semuanya.
Namun justru di titik terendah tersebut muncul pelajaran yang tidak pernah diajarkan di ruang kelas. Bahwa ada hal-hal yang memang harus dilepaskan agar seseorang dapat bertumbuh. Bahwa tidak semua yang hilang adalah kerugian. Dan bahwa pertolongan Tuhan sering kali hadir bukan dengan menghilangkan masalah, tetapi dengan memberikan kekuatan untuk melewatinya. Perlahan-lahan keadaan mulai membaik. Pada November 2025, fokus kembali diarahkan pada skripsi. Data dikumpulkan, bimbingan kembali rutin dilakukan, dan seluruh tanggung jawab magang diselesaikan dengan baik. Memasuki Januari 2026, perhatian dapat diberikan sepenuhnya pada penelitian. Hari demi hari dihabiskan untuk membangun script, melakukan pengolahan data, menguji model XGBoost, memperbaiki hasil analisis, dan menyusun setiap bab skripsi. Hingga akhirnya pada Februari 2026, draf skripsi berhasil diselesaikan dan memperoleh persetujuan dari kedua dosen pembimbing. Ketika semuanya terlihat semakin dekat dengan garis akhir, muncul satu kenyataan yang cukup menyakitkan. Sidang tidak dapat dilaksanakan pada Maret dan kesempatan wisuda Mei harus dilepaskan. Saat itu rasanya sulit untuk menerima. Namun dalam sebuah perjalanan pulang menuju Cianjur, dua ayat firman Tuhan terlintas yaitu "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku." (Yesaya 55:8) dan "Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang." (Amsal 23:18).

Dok. Penulis

Dok. Penulis
Perlahan, kekecewaan berubah menjadi penerimaan. Belakangan baru disadari bahwa penundaan tersebut memberikan kesempatan untuk mendampingi mama yang harus menjalani berbagai pemeriksaan kesehatan hingga operasi mata. Dari situ muncul pemahaman sederhana bahwa waktu Tuhan memang tidak selalu sama dengan waktu yang diinginkan manusia, tetapi selalu memiliki tujuan yang baik. Akhirnya, pada 22 April 2026, sidang skripsi dapat dilaksanakan bersama empat teman seperjuangan lainnya. Revisi yang diberikan memang cukup banyak dan sempat menimbulkan keraguan apakah semuanya dapat diselesaikan tepat waktu. Namun Tuhan kembali menunjukkan penyertaan-Nya. Dalam waktu tujuh hari, seluruh revisi berhasil diselesaikan dan memperoleh persetujuan. Hingga akhirnya pada 25 Mei 2026, yudisium dapat dilaksanakan dengan hasil yang sangat baik untuk saya.

Dok. Penulis
Ketika melihat ke belakang, skripsi ini ternyata bukan hanya tentang nilai tanah, XGBoost, atau peta Kecamatan Gedebage. Skripsi ini adalah tentang belajar bangkit setelah harus memulai dari nol. Tentang bertahan ketika kesehatan menurun. Tentang tetap berjalan ketika hati sedang terluka. Tentang mempercayai proses ketika rencana tidak berjalan sesuai harapan. Saya sangat berterimakasih kepada Tuhan Yesus yang tidak pernah meninggalkan saya bahkan ketika saya mengecewakanNya dan sekalipun masalah saya tidak langsung hilang tapi setiap beban masalah yang saya harus hadapi bisa terasa ringan, kepada kedua orang tua yang selalu menjadi alasan untuk terus berjuang. Saya juga berterimakasih dengan sangat kepada kedua orang tua saya yang sudah selalu ada dan berusaha akan hidup saya tanpa jerih payah kedua orangtua saya mungkin saya gak akan ada di titik ini. Saya juga berterimakasih kepada ketua prodi Sains Informasi Geografi Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si dan seluruh dosen yang sudah memberikan banyak ilmu dan kesempatan selama saya berkuliah.
Untuk teman-teman seperjuangan dan adik tingkat yang sedang berproses menyusun skripsi, percayalah bahwa skripsi tidak pernah hanya tentang penelitian. Akan ada banyak hal yang tidak tercantum di proposal, banyak cerita yang tidak tertulis dalam metodologi, dan banyak pelajaran yang tidak ditemukan di jurnal ilmiah. Tetaplah melangkah. Tetaplah datang untuk bimbingan meskipun progres terasa lambat, ketika tidak ada progress sekalipun bahkan bimbingan hanya untuk menyampaikan kendala. Jangan takut mengakui kesulitan yang sedang dihadapi. Dan yang terpenting, jangan pernah berjalan sendirian andalkan Tuhan dalam segala aspek. Karena pada akhirnya, skripsi bukan sekadar perjalanan menuju gelar sarjana. Skripsi adalah perjalanan untuk menjadi pribadi yang lebih kuat daripada diri kita yang memulainya.
Terima kasih, SaIG.
Untuk setiap cerita, setiap pelajaran, dan setiap langkah yang telah mengantarkan saya sampai di titik ini.
Saya izin pamit.
