Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Bukan Sekadar Angka, Prodi IPAI UPI Dorong Penilaian Karakter PAI yang Menyentuh Spiritual Siswa

BANDUNG – Program Studi Ilmu Pengetahuan Agama Islam (IPAI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan karakter di sekolah. Melalui riset terbaru yang dilakukan oleh Marprilyan Muharrozi, Saepul Anwar, dan Usup Romli, terungkap bahwa tantangan terbesar dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) saat ini adalah mewujudkan sistem penilaian yang holistik dan autentik. Studi yang dilakukan di SMP Negeri 14 Bandung ini menyoroti bagaimana guru PAI berjuang mengintegrasikan ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif di tengah keterbatasan sarana dan waktu.

Urgensi Penilaian Berbasis Karakter

Penelitian ini menemukan bahwa asesmen PAI tidak boleh terjebak pada formalitas administratif semata. Di lapangan, guru menghadapi tantangan heterogenitas kemampuan siswa yang mencolok. Pada domain psikomotorik, banyak siswa yang belum menguasai kemampuan dasar ibadah seperti wudu dan salat sejak tingkat sekolah dasar.

"Asesmen afektif memegang peran paling strategis dalam PAI karena muaranya adalah pembentukan akhlaqul karimah atau karakter mulia," ujar tim peneliti mengutip salah satu narasumber guru. Tantangannya, aspek sikap ini sering kali bersifat subjektif dan sulit diukur tanpa pedoman yang baku. Guru pun dituntut lebih bijaksana dalam melakukan pengamatan berkelanjutan terhadap perilaku siswa sehari-hari.

Analisis Strategis: Adaptasi dan Kolaborasi

Untuk mengatasi hambatan tersebut, penelitian ini memotret berbagai langkah kreatif yang diambil pendidik. Strategi yang diterapkan meliputi pembelajaran berdiferensiasi, tutor sebaya (peer tutoring) untuk literasi Al-Qur'an, hingga kolaborasi intensif dengan orang tua siswa. Penggunaan media digital pun mulai dioptimalkan untuk mendukung efektivitas penilaian di dalam kelas.

Secara teoretis, asesmen holistik dalam PAI memiliki kekhasan karena mengevaluasi indikator abstrak seperti keikhlasan, keteladanan, dan integritas moral. Literatur pendidikan menyebutkan bahwa penguasaan kognitif, keterampilan psikomotorik, dan disposisi afektif adalah konstruk yang saling bergantung, sehingga evaluasi harus mampu menangkap interaksi ketiganya secara autentik.

Kontribusi terhadap SDGs: Mewujudkan Pendidikan Berkualitas

Langkah proaktif Prodi IPAI UPI ini merupakan implementasi nyata dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG nomor 16 mengenai perdamaian serta kelembagaan yang tangguh. Dengan memperbaiki sistem evaluasi agama, sekolah berperan mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan sosial. Hasil studi ini merekomendasikan perlunya penguatan kebijakan sekolah untuk melindungi jadwal asesmen dari konflik agenda kegiatan lain, serta pentingnya pengembangan profesional guru dalam merancang rubrik penilaian yang lebih detail dan objektif. Harapannya, PAI dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas moral bangsa melalui sistem evaluasi yang jujur dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *