Oleh Tim Publikasi Prodi SPIG - 2026
Lembang, 2026 – Eksistensi sebuah institusi pendidikan tidak terlepas dari peran strategis para alumninya. Menyadari hal tersebut, Ikatan Alumni Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) kembali menggelar forum musyawarah tertingginya, yakni Kongres II Ikatan Alumni. Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 17 Januari 2026 ini bertempat di Villa Lembah Pinus, Lembang, sebuah lokasi yang dipilih untuk membangun suasana keakraban di tengah agenda persidangan yang padat.
Kongres ini merupakan forum periodik yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali, menandai siklus regenerasi kepemimpinan dalam tubuh organisasi. Sebagai program eventual kedua dalam sejarah keberjalanan Ikatan Alumni SPIG, perhelatan tahun ini mengusung tema strategis: “Jejaring Alumni SPIG Sebagai Pilar Keberlanjutan Institusi dan Organisasi Melalui Silaturahmi dan Rembuk Bersama”. Tema ini menegaskan kembali visi organisasi untuk tidak hanya sekadar menjadi wadah berkumpul, namun menjadi pilar penyangga bagi kemajuan institusi akademik dan profesionalisme anggotanya.

Sinergi Lintas Generasi dalam Tata Kelola Kegiatan
Salah satu aspek menarik dari penyelenggaraan Kongres II ini adalah tingginya tingkat partisipasi lintas generasi. Forum ini dihadiri oleh delegasi perwakilan dari rentang angkatan yang sangat luas, mulai dari alumni angkatan 2008 hingga angkatan 2021. Kehadiran para alumni dari berbagai latar belakang profesi ini memperkaya diskursus mengenai arah gerak organisasi ke depan.
Tidak hanya melibatkan alumni, regenerasi organisasi juga terlihat dari struktur kepanitiaan. Mandat teknis pelaksanaan kongres dipercayakan sepenuhnya kepada mahasiswa aktif dari angkatan 2022, 2023, dan 2024. Keterlibatan mahasiswa aktif ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan bentuk kaderisasi dini agar mereka turut andil memahami dinamika organisasi serta memastikan kesuksesan acara melalui kolaborasi dengan para senior mereka.
Kegiatan dibuka secara seremonial oleh Master of Ceremony, yang dilanjutkan dengan rangkaian sambutan dari berbagai tokoh kunci. Setelah sesi pembukaan, acara beralih ke agenda inti berupa persidangan yang dipandu oleh Presidium Sidang terpilih.

Dinamika Persidangan: Akuntabilitas dan Landasan Konstitusional
Jantung dari kegiatan kongres ini terletak pada rangkaian Sidang Pleno 1 sampai dengan 6. Jalannya persidangan dipimpin oleh Naufal Ali Zaidan yang bertindak sebagai Presidium 1, didampingi oleh Dhevi Hafizah Salwani sebagai Presidium 2. Keduanya memandu jalannya musyawarah untuk memastikan setiap keputusan diambil berdasarkan mufakat dan aturan yang berlaku.
Persidangan diawali dengan pembahasan agenda sidang dan tata tertib untuk meletakkan dasar hukum jalannya musyawarah, serta penetapan presidium sidang tetap. Agenda kemudian bergerak ke ranah akuntabilitas organisasi, di mana Ketua Ikatan Alumni SPIG periode 2023-2026 menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) atas kinerja kepengurusannya.
Diskusi semakin mendalam ketika forum memasuki pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Sesi ini menjadi krusial karena menyangkut konstitusi organisasi yang akan menjadi pedoman gerak Ikatan Alumni di masa mendatang. Rangkaian sidang diakhiri dengan pembacaan kembali seluruh ketetapan Kongres II Ikatan Alumni SPIG untuk memastikan validitas keputusan yang telah diambil.

Regenerasi Kepemimpinan Periode 2026-2029
Puncak dari perhelatan demokrasi alumni ini adalah pemilihan Ketua Ikatan Alumni untuk periode 2026-2029. Berdasarkan hasil pemilihan dalam forum, tongkat estafet kepemimpinan secara resmi berpindah dari Taufik Akiel, S.T. (SPIG’14) selaku ketua demisioner, kepada Aryan Hadiyana, S.T. (SPIG’08) .
Dalam menahkodai organisasi tiga tahun ke depan, Aryan Hadiyana tidak berjalan sendiri. Ia akan dibersamai oleh struktur kepengurusan inti yang solid, yakni Agung Kurniawan, S.T. (SPIG’10) yang menjabat sebagai Wakil Ketua, serta Arif Nurrohman, S.T. (SPIG’08) yang diamanahi posisi Sekretaris Jenderal. Komposisi kepengurusan yang menggabungkan alumni angkatan senior dan muda ini diharapkan mampu menjembatani aspirasi seluruh anggota.
Perpindahan kepengurusan ini membawa harapan besar bagi masa depan organisasi. Ikatan Alumni SPIG diharapkan dapat bertransformasi menjadi wadah silaturahmi yang lebih proaktif. Lebih jauh lagi, kepengurusan baru ini dituntut untuk membangun sinergi yang konkret dengan Program Studi SPIG maupun Himpunan Mahasiswa Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (HMP SPIG), demi menciptakan ekosistem akademik dan profesional yang berkelanjutan.
