Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
DARI DATA LAPANGAN KE PETA: KRK DETAIL SITUASI WGS 84 

Penulis: Willyam Syahputra (SaIG, 2408969), Chandra Pasya Yudhistira (SaIG, 2405496) & Raya Rahmania Fikrie (SaIG, 2500494)

Penyunting: Muhammad Naufal Rifasyah (SaIG, 2500436)

Tanggal pelaksanaan KRK: 9, 22, 25 Juni 2026

Tanggal penyusunan artikel: 26 Juni 2026.

Pernah membayangkan bagaimana rasanya diuji langsung dengan standar pemetaan yang ketat dan presisi? Itulah yang dirasakan oleh seluruh peserta saat mengikuti Kegiatan (KRK) internal WGS di bulan Juni ini. Mengusung tajuk "Detail Situasi Mode Hard", kegiatan ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, tapi sebuah wadah serius untuk memperdalam keahlian teknis pemetaan situasi dari hulu ke hilir. Di bawah arahan tiga koordinator Raya, Willyam, dan Chandra rangkaian kegiatan ini dirancang dengan sangat matang.

Dok. Penulis

Perjalanan untuk memahami Detail Situasi yang super manual alias "Mode Hard" ini dimulai pada tanggal 9 Juni 2026. Sebagai langkah awal, para peserta tidak langsung dilepas begitu saja ke lapangan. Pertemuan pertama diisi dengan sesi pengenalan kepada internal WGS 84 dan Invader BSOK kemudian dilanjutkan dengan pembekalan teori mengenai metode pengambilan data di lapangan. Materi pada minggu pertama ini dibawakan oleh Willyam dan Chandra yang berasal dari internal komunitas WGS 84, yang memimpin sesi dengan mengupas tuntas dasar-dasar surveying. Bukan hanya memberikan teori yang tertera dibuku saja, mereka membagikan juga berbagai studi kasus riil dan trik taktis menghadapi dinamika di Lapangan. Diskusi dua arah yang hidup membuat pemahaman teori dasar ini terasa lebih mudah dipahami dan tertanam kuat di kepala para peserta. Dan ada sesi hands-on singkat alat yang akan dibawakan pada pertemuan kedua.

Pada pertemuan kedua, tepatnya tanggal 22 Juni 2026. Pertemuan kali ini membawa semua peserta keluar dari zona nyaman menuju fase praktik pengambilan data lapangan. Nah, disinilah letak keunikan KRK kali ini dimana para peserta langsung dibagi ke dalam dua tim besar untuk menguji teknologi antara zaman dulu dan zaman sekarang. Tim 1 menggunakan Theodolite yang dipegang langsung oleh koordinator Chandra dan Willyam. Sementara itu, Tim 2 menggunakan teknologi modern berupa Electronic Total Station (ETS) di bawah arahan Raya dan Demisioner WGS 84, Kang Helmi. Melalui pembagian ini, peserta bisa merasakan langsung kontrasnya dinamika kerja mulai dari sulitnya melakukan hitungan manual di Theodolite hingga efisiensi digital yang ditawarkan oleh ETS. Para peserta juga sama-sama diberi kesempatan untuk mencoba 2 teknologi tersebut, harapannya mereka bisa merasakan langsung perbedaan dianntara 2 teknologi ini. 

Dok. Penulis

Pada pertemuan ketiga tanggal 25 Juni 2026. Masuk ke sesi Pengolahan, fokus utama kita adalah melakukan transformasi data mentah (point data) menjadi sebuah peta yang utuh. data lapangan yang akan diolah kali ini sudah disiapkan secara matang oleh pemateri kita, Kang Helmi. Proses pengolahan data siap pakai ini dibagi ke dalam dua software. Pertama digunakan software AutoCAD Civil 3D. Di sesi ini, pengolahan dipandu oleh Chandra sebagai pemateri. Peserta dibimbing untuk mengolah sebaran angka koordinat dari Kang Helmi yang sudah disiapkan tadi hingga berhasil membentuk tarikan garis-garis kontur dan menampilkan tampilan permukaan yang dihasilkan dari titik-titik hasil akuisisi data. Kemudian dilakukan hands-on menggunakan apllikasi ArcGIS Pro, dimana sesi dilanjutkan oleh Kang Helmi selaku pemateri. Di sini, data yang sama dimasukkan ke dalam ArcGIS Pro untuk dianalisis lebih lanjut, dirapikan kartografinya, hingga ke tahap layouting akhir menjadi produk Peta Detail Situasi yang siap pakai.

Dok. Penulis

Melalui rangkaian KRK "Detail Situasi Mode Hard" kali ini, para peserta tidak hanya belajar bagaimana menghasilkan sebuah peta, tetapi juga memahami bahwa setiap garis, titik, dan kontur lahir dari proses yang menuntut ketelitian, kerja sama, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai metode survei. Mulai dari pembekalan teori, praktik lapangan menggunakan Theodolite dan Electronic Total Station, hingga pengolahan data dengan software Civil 3D dan ArcGIS Pro, seluruh rangkaian menjadi pengalaman belajar yang utuh dan berharga. Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi bekal teknis bagi setiap peserta, tetapi juga menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang survei dan pemetaan.

Dok. Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *