Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Dari Layar ke Hati: METADATA Ajak Mahasiswa SaIG Peduli Kesehatan Mental

 

Penulis: Musyaffa Rifqi Hazami (SaIG, 2505186)

Penyunting: Tio Noviar

Dok. Penulis

Kesehatan mental bukan lagi isu yang bisa diabaikan, terutama di tengah tekanan dunia perkuliahan, organisasi, maupun kehidupan sehari hari yang kian kompleks. Didorong oleh kepedulian itulah, komunitas ATLAS menyelenggarakan program kerja METADATA dengan tema "Menemukan Ruang, Menumbuhkan Harapan", sebuah talkshow kesehatan mental yang hadir sebagai ruang aman bagi mahasiswa aktif Sains Informasi Geografi (SaIG) untuk belajar, berbagi, dan bernapas lebih lega.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Google Meet, menjangkau seluruh mahasiswa aktif SaIG tanpa batasan jarak. Hadir sebagai pemateri, Popy Mayasari Afendy, S.Pd., M.Pd., membawakan sesi yang tidak hanya informatif, tetapi juga hangat dan komunikatif. Beliau mengupas tuntas materi kesehatan mental mulai dari definisi kesehatan mental, berbagai faktor yang dapat memicu gangguan psikologis, hingga cara mengidentifikasi tanda-tanda awal yang sering kali luput dari perhatian mahasiswa. Tidak hanya teori, sesi ini juga membekali peserta dengan solusi dan strategi praktis untuk mengelola stres serta menjaga keseimbangan psikologis di tengah padatnya tuntutan akademik dan organisasi, serta permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

Dok. Penulis

Antusiasme peserta terasa sejak awal sesi dimulai. Diskusi yang berlangsung interaktif menciptakan suasana yang terasa seperti interaksi hangat, bukan sekadar ceramah satu arah. Mahasiswa SaIG tampak terbuka dalam menyampaikan pertanyaan dan pengalaman mereka, baik secara langsung maupun melalui formulir pertanyaan anonim. METADATA bukan hanya sebuah program kerja, melainkan sebuah gerakan kecil yang bermakna besar. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental semakin mengakar di lingkungan SaIG, dan setiap mahasiswa mampu menemukan ruangnya sendiri untuk tumbuh dan bertahan, karena kesehatan mental adalah fondasi dari segalanya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *