
Disusun oleh Tim Publikasi
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2 Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) Angkatan 2024 yang dilaksanakan di Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, merupakan kegiatan akademik yang bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai metode survei dan pemetaan dalam penyelesaian permasalahan nyata di lapangan. Kegiatan ini menghasilkan berbagai luaran yang berkaitan dengan aspek fisik maupun sosial wilayah pesisir Desa Mayangan. Pada bidang Sumber Daya Air, dilakukan kajian untuk mengetahui potensi intrusi air tanah yang dapat mempengaruhi kualitas sumber air masyarakat. Pada bidang Survei Kependudukan dan Sosial Budaya, dilakukan pengumpulan data guna mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh nelayan dan masyarakat sekitar sebagai bahan pertimbangan dalam pembangunan wilayah. Selain itu, dilakukan pula survei fotogrametri yang bertujuan untuk memperoleh data spasial serta melakukan validasi kondisi lapangan pada wilayah yang terdampak banjir rob. Berbagai kegiatan tersebut saling melengkapi dalam memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi Desa Mayangan, baik dari aspek lingkungan, sosial, maupun infrastruktur. Salah satu luaran penting dari kegiatan KKL 2 SPIG 2024 adalah pengukuran detail situasi aset desa yang bertujuan untuk menyediakan informasi spasial mengenai kondisi eksisting berbagai fasilitas dan aset milik Desa Mayangan.
Kegiatan Pengukuran Detail Situasi merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam KKL 2 SPIG 2024 yang bertujuan untuk memperoleh data spasial yang menggambarkan kondisi aktual serta detail situasi dari beberapa aset milik desa. Hasil pengukuran kemudian diolah menjadi informasi geospasial yang dapat digunakan sebagai bahan inventarisasi aset desa, perencanaan pembangunan, pengelolaan sarana dan prasarana, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data spasial. Selain menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam menerapkan teori survei dan pemetaan secara langsung di lapangan, kegiatan ini juga menghasilkan peta detail situasi yang diserahkan kepada Pemerintah Desa Mayangan sebagai bentuk kontribusi akademik kepada masyarakat dan pemerintah desa.

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Global Navigation Satellite System (GNSS) dengan teknik Real Time Kinematic (RTK). Pada pelaksanaannya, satu unit receiver GNSS ditempatkan sebagai base station di Kantor Desa Mayangan yang berfungsi sebagai titik referensi pengamatan. Base station tersebut mengirimkan data koreksi secara real-time kepada receiver lainnya yang berperan sebagai rover. Rover kemudian digunakan untuk mengukur berbagai titik detail situasi pada lokasi aset desa yang menjadi objek pemetaan. Penggunaan metode RTK dipilih karena mampu menghasilkan koordinat dengan tingkat ketelitian yang tinggi dalam waktu yang relatif singkat, sehingga sangat efektif untuk kegiatan pemetaan detail situasi yang membutuhkan data posisi yang akurat dan efisien.
Pengukuran detail situasi dilaksanakan pada hari ketiga kegiatan KKL, yaitu Kamis, 21 Mei 2026, mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB. Objek yang menjadi lokasi pengukuran meliputi lima aset penting milik Desa Mayangan, yaitu masjid desa, madrasah, SDN Sakti Mulya, SDN Mayangan, dan Kantor Desa Mayangan. Pada masing-masing lokasi dilakukan pengukuran terhadap berbagai unsur detail situasi seperti batas bangunan, pagar, jalan, saluran drainase, lapangan, vegetasi, dan objek-objek lain yang menggambarkan kondisi lingkungan sekitar aset tersebut. Data hasil pengukuran kemudian digunakan sebagai dasar dalam penyusunan peta detail situasi yang menampilkan kondisi aktual setiap aset desa secara spasial dan terukur.
Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan, sepuluh kelompok peserta KKL SPIG 2024 dibagi ke dalam lima lokasi pengukuran. Kelompok 1 dan 6 bertugas melakukan pengukuran di area madrasah, Kelompok 2 dan 7 di SDN Sakti Mulya, Kelompok 3 dan 8 di Kantor Desa Mayangan, Kelompok 4 dan 9 di area masjid desa, serta Kelompok 5 dan 10 di SDN Mayangan. Pembagian lokasi tersebut dilakukan agar seluruh aset desa yang menjadi objek kajian dapat terukur secara optimal dalam waktu yang tersedia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam pengoperasian peralatan GNSS RTK, pengumpulan data spasial, serta penerapan metode survei dan pemetaan di lapangan. Di sisi lain, Pemerintah Desa Mayangan memperoleh data dan peta detail situasi yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar inventarisasi aset, perencanaan pembangunan, serta pengelolaan fasilitas desa secara lebih terarah dan berkelanjutan.