Penulis: Andy Wibawa Nurrohman, S.Pd., M.Sc.
Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)

Langkah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam mengukuhkan reputasi akademiknya di kancah internasional kembali membuktikan capaian positif. Program Studi Pendidikan Geografi beserta Sains Informasi Geografis (GI) di bawah naungan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) UPI baru saja menyelesaikan tahapan krusial berupa asesmen lapangan (site visit) oleh lembaga akreditasi independen asal Jerman, Zentrale Evaluations- und Akkreditierungsagentur (ZEvA).
Asesmen komprehensif yang berlangsung selama dua hari, pada 22-23 September 2026, tersebut bertujuan untuk menilai kualitas tata kelola akademik, kurikulum, serta fasilitas penunjang pembelajaran guna meraih standar mutu perguruan tinggi tingkat global. Proses evaluasi ini menghadirkan enam orang pakar lintas disiplin dan institusi bereputasi yang membedah berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan di Kluster Geografi UPI, antara lain:
- Prof. Dr. Djati Mardiatno (Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada)
- Prof. Dr. Peter Bagoly-Simó (Institut Geografi / Pendidikan Geografi, Humboldt University of Berlin)
- Prof. Dr. Alexander Zipf (Ketua GIScience Institut Geografi Heidelberg University, sekaligus Scientific Head HeiGIT gGmbH)
- Ade Komara Mulyana, Ph.D. (Kepala Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponimi, Badan Informasi Geospasial / BIG)
- Rahel Schüssler (Mahasiswa B.Sc. Geografi University of Bonn, mewakili penilai perspektif mahasiswa)
- Henning Schäfer (Managing Director and Head of International Affairs ZEvA, bertindak sebagai Programme Officer)
Agenda asesmen diawali pada Selasa (22/9/2026) melalui perumusan internal kriteria evaluasi oleh tim asesor. Puncak kegiatan berlanjut pada Rabu (23/9/2026) diawali audiensi tingkat universitas bersama Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., beserta jajaran Wakil Rektor dari seluruh bidang manajerial dan penjaminan mutu. Diskusi kemudian diperdalam pada tingkat fakultas bersama Dekan FPIPS, Prof. Cecep Darmawan, jajaran Dekanat, Unit Penjaminan Mutu, hingga pengelola program studi dan dosen pengampu. Guna menguji relevansi lulusan dan proses pembelajaran secara objektif, tim penilai juga menggelar sesi wawancara khusus bersama perwakilan mahasiswa aktif serta ikatan alumni.
Selain peninjauan administratif, tim pakar ZEvA menginspeksi secara langsung infrastruktur pendukung di lingkungan UPI. Peninjauan mencakup fasilitas umum universitas seperti Museum Pendidikan Nasional, Gedung Isola Partere, Islamic Tutorial Center, layanan kesehatan, Labschool, Perpustakaan/DSTI, kompleks Olahraga Gymnasium, dan hunian mahasiswa hingga fasilitas spesifik FPIPS. Di gedung FPIPS dan Gedung Garnadi, tim mengamati dari dekat laboratorium Geografi Manusia, Teknik, Penginderaan Jauh & SIG, kelas smart classroom, laboratorium microteaching, ruang baca terpadu, hingga fasilitas perkuliahan jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3).
Pada pemaparan hasil evaluasi sementara, Tim Asesor ZEvA memberikan apresiasi atas kokohnya fondasi akademik di Kluster Geografi UPI. Dua aspek utama yang menjadi sorotan positif adalah keberlanjutan rekam jejak akademik melalui rencana pembentukan Program Magister Informasi Geografis (S2 GI), serta integrasi nyata antara hasil riset dosen ke dalam materi perkuliahan harian sebagai cerminan research-based teaching.
Sebagai bentuk dorongan peningkatan mutu mutu berkelanjutan (continuous quality improvement), tim ahli menyampaikan sejumlah poin saran strategis, meliputi:
- Etika & GeoAI: Penguatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa terhadap pemanfaatan Kecerdasan Buatan Geospasial (GeoAI) secara etis.
- Pengembangan Sumber Daya: Penyusunan skema sistematis rencana pengembangan kompetensi dosen (staff development plan).
- Internasionalisasi: Penetapan strategi internasionalisasi yang lebih terarah di tingkat klaster.
- Kompetensi Teknis & Kurikulum: Peningkatan keterampilan dasar pemograman komputer untuk mendukung pemodelan SIG, penambahan variasi mata kuliah pilihan agar kurikulum lebih fleksibel, serta penyelarasan sistem konversi SKS/SPS ke standar European Credit Transfer and Accumulation System (ECTS).
- Kelembagaan: Pertimbangan atas wacana strategis pembentukan Fakultas Geografi sebagai entitas mandiri di masa depan.
Rangkaian visitasi diakhiri dengan diskusi internal panel dan penyampaian catatan awal kepada pimpinan universitas sebelum tim bertolak kembali. Catatan evaluasi ini akan dirangkum dalam laporan resmi oleh ZEvA untuk ditanggapi oleh pihak program studi, sebelum dibawa ke Sidang Komisi Akreditasi ZEvA pada Maret mendatang.
Pimpinan Program Studi Pendidikan Geografi UPI menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti seluruh saran konstruktif dari tim ahli. Hasil evaluasi awal yang positif ini diharapkan tidak hanya mengantarkan program studi meraih akreditasi internasional ZEvA, tetapi juga makin memperkuat kontribusi UPI dalam pengembangan ilmu geospasial serta memperluas karsa kerja sama akademik secara global.

Dok. Penulis

Dok. Penulis

Dok. Penulis
