Bandung, 10 April 2026 — Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Pendidikan Indonesia kembali menorehkan capaian gemilang di bidang penelitian. Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.I.P., S.A.P., S.Pd., S.H., M.H., M.Si., CPM., dosen PPKn UPI, berhasil meraih pendanaan Penelitian Fundamental – Reguler dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMDIKTISAINTEK) Tahun Anggaran 2026.
Penelitian yang diusung berjudul “Kampanye Agroforestry di Lahan Kritis Berbasis Hexahelix dan Digital Marketing Meningkatkan Inisiasi Kebijakan, Partnership Conservation, Ekonomi Petani di Jawa Barat”. Keberhasilan ini termaktub dalam Surat Pengumuman Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan KEMDIKTISAINTEK Nomor 94/DST/C/AL.04.02/2026 tanggal 9 April 2026, sebagaimana diumumkan resmi oleh DPPM UPI pada 10 April 2026.
Penelitian ini dirancang untuk mendorong kampanye agroforestry di lahan-lahan kritis Jawa Barat melalui pendekatan Hexahelix—yang melibatkan enam unsur pemangku kepentingan: akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, media, dan lembaga keuangan—dipadukan dengan strategi digital marketing yang terukur. Melalui sinergi ini, penelitian bertujuan menggerakkan inisiasi kebijakan lingkungan, memperkuat kemitraan konservasi, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani di kawasan lahan kritis Jawa Barat.
Lahan kritis di Jawa Barat merupakan persoalan lingkungan yang mendesak sekaligus tantangan sosial-ekonomi bagi masyarakat petani. Agroforestry—sistem pengelolaan lahan yang mengintegrasikan tanaman keras, tanaman pangan, dan ternak secara terpadu—terbukti efektif dalam memulihkan fungsi ekologis lahan sekaligus memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.
Keunikan pendekatan Hexahelix dalam penelitian ini terletak pada pelibatan seluruh lapisan pemangku kepentingan secara aktif dan terstruktur. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menghasilkan ekosistem kebijakan yang kondusif, mulai dari regulasi perlindungan lahan, skema pembiayaan konservasi, hingga akses pasar produk agroforestry bagi petani.
Integrasi digital marketing dalam riset ini menjadi inovasi tersendiri, mengingat promosi dan advokasi agroforestry selama ini masih bertumpu pada pendekatan konvensional. Melalui platform digital, kampanye konservasi dapat menjangkau audiens yang lebih luas, mendorong partisipasi publik, dan menarik minat investor maupun mitra potensial dari sektor swasta.
Penelitian ini juga memiliki relevansi kuat dengan kajian Pendidikan Kewarganegaraan, khususnya dalam dimensi kewarganegaraan ekologis (ecological citizenship) dan partisipasi warga negara dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Temuan riset ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan bahan ajar serta model pembelajaran PPKn berbasis isu lingkungan yang kontekstual dan aplikatif.
Informasi Hibah
Peneliti: Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.I.P., S.A.P., S.Pd., S.H., M.H., M.Si., CPM.
Skema Hibah: Penelitian Fundamental – Reguler
Sumber Dana: KEMDIKTISAINTEK Tahun Anggaran 2026
Program Studi: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan – FPIPS UPI
Nomor Surat: B-303/UN40.F7/PT.01.01/2026 tanggal 10 April 2026
Program Studi PPKn UPI mengucapkan selamat dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Prof. Cecep Darmawan atas raihan hibah penelitian bergengsi ini. Semoga penelitian Agroforestry Hexahelix memberikan dampak nyata bagi pemulihan lahan kritis, peningkatan kesejahteraan petani, serta penguatan kebijakan konservasi di Jawa Barat.
