Depok, 30 Juli 2026 – Tim peneliti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengikuti seleksi substansi Program Pendanaan Inovasi Universitas Indonesia (UI) yang diselenggarakan secara luring di Science Techno Park Universitas Indonesia, Depok, pada Rabu (30/7). Kegiatan ini merupakan tahapan lanjutan setelah proposal dinyatakan lolos seleksi administrasi dan melalui proses pendampingan penyempurnaan proposal oleh penyelenggara.
Dalam program pendanaan tersebut, Universitas Indonesia menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia sebagai mitra kolaborasi pada skema Riset Sosial. Proposal yang diajukan berfokus pada pengembangan inovasi berbasis hasil penelitian dengan target Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) 6–7, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat memasuki tahap demonstrasi dan implementasi pada lingkungan yang lebih luas. Tim dipimpin oleh Dr. Ida Ruwaida, M.Si. dari Universitas Indonesia, beranggotakan Dr. Sakti Wira Yudha, M.Si dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si. dari Universitas Pendidikan Indonesia, Muhammad Retsa Rizaldi Mujayapura, M.Pd. dari Universitas Pendidikan Indonesia, Nindita Fajriya Utami, M.Pd. sebagai anggota mahasiswa doktoral UI, dan PT. Sebangku Jaya Abadi selaku mitra industri.
Melalui proposal ini, tim peneliti mengusulkan pengembangan AMIGO (Aplikasi/Media Permainan Resolusi Konflik), sebuah inovasi pembelajaran yang telah dikembangkan melalui serangkaian penelitian mengenai pendidikan resolusi konflik. Pada tahap ini, AMIGO diarahkan untuk memasuki fase hilirisasi melalui penyempurnaan model, perluasan implementasi, serta penguatan aspek evaluasi agar siap digunakan secara lebih luas di berbagai satuan pendidikan.

Selain pengembangan media pembelajaran, kolaborasi antara UPI dan UI juga diarahkan pada penyusunan instrumen pengukuran yang valid dan reliabel untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan AMIGO dalam meningkatkan kemampuan resolusi konflik peserta didik. Pengembangan instrumen ini diharapkan menjadi salah satu kontribusi penting dalam memperkuat landasan ilmiah implementasi inovasi tersebut.
Pada tahap seleksi substansi, tim mempresentasikan proposal di hadapan panel reviewer yang terdiri atas pakar dari Universitas Indonesia dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Sesi ini menjadi forum untuk memperoleh masukan terhadap substansi penelitian, strategi hilirisasi, potensi keberlanjutan inovasi, serta dampak yang diharapkan bagi masyarakat.
Keikutsertaan dalam seleksi substansi ini menjadi langkah strategis bagi UPI dalam memperkuat kolaborasi riset antarp perguruan tinggi sekaligus mendorong hilirisasi hasil penelitian agar menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat. Melalui pengembangan AMIGO, tim berharap dapat menghadirkan model pembelajaran resolusi konflik yang semakin matang, terukur, dan siap diimplementasikan secara lebih luas apabila memperoleh dukungan pendanaan.
