Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Dosen UPI Jadi Pembicara Undangan di CCAT 2025 Korea

Daejeon, Korea Selatan – 26 September 2025. Dua dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi pembicara undangan pada ajang bergengsi Conference of Advanced Technology (CCAT) 2025 yang diselenggarakan oleh Chungnam National University (CNU) bekerja sama dengan Kongju National University (KNU) pada 24–26 September 2025 di Daejeon, Korea. Kedua akademisi tersebut adalah Prof. Dasim Budimansyah, Director of GCC Indonesia, dan Dr. Syaifullah, Ketua Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan.

Acara CCAT 2025 dibuka secara resmi oleh President of CNU, Prof. Kim Jeong-Kyoum, Ph.D. dan President of KNU, Prof. Kyeong-Ho Lim, Ph.D.. Setelah itu dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Jeungeun Heo, Ph.D., Director General of Directorate for Academic Promotion, National Research Foundation of Korea. Kegiatan konferensi kemudian berlangsung dalam lima simposium paralel: SDG Solution, Next Generation Energy, Digital Agriculture, Region-Specific, dan Smart City.

Pada Simposium 1: SDG Solution, Prof. Dasim Budimansyah dan Dr. Syaifullah tampil sebagai pembicara pada sesi khusus Global Citizenship Education as a Pathway to the SDGs.

Dalam paparannya berjudul “Mainstreaming GCED in Indonesian Higher Education: Strategies and Challenges toward SDG 4.7”, Prof. Dasim menekankan bahwa Global Citizenship Education (GCED) merupakan pendekatan transformatif abad ke-21 yang mendorong kesadaran global, empati lintas budaya, dan tanggung jawab sosial. Dengan mengaitkan GCED pada filosofi Pancasila, Prof. Dasim menyoroti strategi dan tantangan implementasi GCED di perguruan tinggi Indonesia. Hasil penelitiannya menunjukkan adanya dukungan kebijakan dan inisiatif inovatif, namun masih terdapat kendala struktural seperti pemahaman yang terfragmentasi, kapasitas pedagogis yang terbatas, dan kurangnya riset empiris. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem GCED secara holistik melalui kerangka nasional, integrasi ke sistem akreditasi, dan pengembangan komunitas praktik lintas perguruan tinggi.

Sementara itu, Dr. Syaifullah memaparkan karya berjudul “Indonesian Civic Education as a Cultural Pathway to Global Peace and SDG 16”. Ia menjelaskan bahwa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Indonesia tidak hanya mendidik generasi muda menjadi warga negara yang baik, kritis, dan bertanggung jawab, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi warga global yang inklusif dan berkontribusi pada perdamaian dunia.

Kehadiran dua akademisi UPI di forum internasional ini menegaskan komitmen UPI dalam mengembangkan pendidikan kewarganegaraan global dan memperkuat kontribusi Indonesia pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4.7 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat.

“GCED bukan hanya agenda global, melainkan sebuah imperatif berbasis nilai bagi Indonesia untuk melahirkan warga negara yang berakar pada identitas nasional sekaligus berperan aktif dalam peradaban global,” ungkap Prof. Dasim dalam sesi presentasinya.

Partisipasi aktif UPI dalam CCAT 2025 menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi akademik lintas negara dapat memperkuat jaringan keilmuan sekaligus memajukan diplomasi pendidikan Indonesia di kancah internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *