
Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) pada 28 November 2025 resmi menerima kedatangan empat mahasiswi Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kegiatan penerimaan berlangsung dalam Majelis Orientasi Kampus UPSI, sebagai bagian dari agenda penyambutan mahasiswa asing yang mengikuti program student mobility.
Keempat mahasiswi tersebut tiba di UPSI bersama dosen pendamping Dr. Dede Iswandi, M.Pd, yang secara langsung mengantar peserta sekaligus mewakili Program Studi PPKn UPI. Yang menyampaikan harapan dan tujuan dari program ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat merasakan langsung lingkungan pendidikan di kancah global, meningkatkan kompetensi pengajaran lintas budaya, dan memperluas jaringan akademik internasional. Program ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi akademik yang terus dikembangkan antara UPI dan UPSI untuk meningkatkan pengalaman pedagogis mahasiswa di tingkat internasional.
Rombongan UPI disambut dengan penuh kehangatan oleh Dr. Marshelayanti Mohamad Razali, selaku Ketua Jabatan Pengajian Moral, Sivik dan Pembangunan Karakter Fakulti sains Kemanusiaan Universiti Pendidikan Sultan Idris, didampingi oleh Professor Dr. Nadarajan Thambu dan Dr. Noor Banu Binti Mahadir Naidu. Dalam sambutan tersebut ditekankan pentingnya pertukaran pengalaman dalam bidang pendidikan moral, kewarganegaraan, serta pengembangan karakter lintas negara.
Sebagai bagian dari program praktik mengajar, empat mahasiswi tersebut akan ditempatkan didua sekolah mitra UPSI, yaitu Sekolah Menengah Kebangsaan Methodist Tanjong Malim dengan dua orang mahasiswi yakni Aura Sabrina Malika bersama Nurul Sidiqah, dan Sekolah Menengah Kebangsaan SMK Katholik Tanjong Malim juga ditempatkan dua orang mahasiswi yakni Feni Verawati dan Syifa Fauziah. Penempatan ini memungkinkan para mahasiswa untuk memahami langsung suasana pembelajaran di sekolah menengah Malaysia, sekaligus memberikan kontribusi melalui praktik mengajar sesuai bidang keilmuan PPKn.
Melalui penempatan didua sekolah berbeda, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai keragaman lingkungan pendidikan, metode pembelajaran, serta dinamika interaksi guru–murid di Malaysia. Pengalaman ini menjadi nilai tambah yang signifikan bagi calon pendidik dalam mengembangkan kompetensi profesional maupun sensitivitas antarbudaya.
Program ini disambut positif oleh kedua institusi, yang berharap kerja sama akademik antara UPI dan UPSI dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Suasana penerimaan yang hangat dan penuh semangat mencerminkan harapan besar bahwa kolaborasi ini akan membuka berbagai peluang kerja sama baru di bidang pendidikan, penelitian, serta pertukaran mahasiswa di masa mendatang.

