Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Penguatan Nilai Spiritual Mahasiswa Baru Melalui Sociology Religious Mentoring 2025

Sociology Religious Mentoring (SRM) kembali hadir pada tahun 2025 dengan mengangkat
tema “Train to Isekai”, yang berfokus pada perjalanan rasa syukur menuju tujuan akhir. Tema
ini sejalan dengan tujuan utama penyelenggaraan SRM 2025, yaitu menumbuhkan rasa syukur
kepada Tuhan dalam diri mahasiswa Pendidikan Sosiologi serta memperkuat sikap
kebersamaan dan toleransi sebagai nilai pokok dalam perjalanan spiritual mereka. Pada tahun
2025, SRM terdiri dari tiga rangkaian kegiatan utama, yaitu Opening SRM, Kelas Mentoring
(KT/Ruang Iman) selama delapan pertemuan, dan Closing SRM. Opening dilaksanakan pada
Sabtu, 13 September 2025 melalui Zoom Meeting, sebagai penanda dimulainya seluruh
rangkaian kegiatan. Sementara itu, Closing dilaksanakan pada Sabtu, 15 November 2025
bertempat di Gedung JICA FPMIPA, ruang E-406 lantai 4, sebagai puncak dari seluruh proses
pendampingan.


SRM 2025 menyasar 107–108 mahasiswa baru Pendidikan Sosiologi angkatan 2025 sebagai
peserta. Kegiatan ini dirancang untuk membantu mahasiswa baru memaknai masa transisi dari
SMA ke dunia perkuliahan sebagai ruang tumbuh, sekaligus mengajak mereka mengenali rasa
syukur dalam proses adaptasi akademik, sosial, maupun spiritual. Pada kegiatan Opening,
peserta diperkenalkan pada konsep dasar SRM, termasuk pemaparan program kerja
Departemen Kerohanian seperti Klinik Tahsin dan Ruang Iman. Setelah itu, peserta diarahkan
mengikuti delapan pertemuan KT bagi peserta muslim dan delapan pertemuan Ruang Iman
bagi peserta kristen hingga menuju tahap Closing. Pada kegiatan Closing, setiap kelompok
lokomotif menampilkan drama musikal berdurasi sepuluh menit dengan berbagai tema syukur,
seperti syukur atas diri sendiri, keluarga, perkuliahan, kesehatan, dan pertemanan. Acara ini
dibuka dengan Sociology Religious Talk yang menghadirkan dua narasumber lintas agama.
Narasumber yang terlibat dalam sesi tersebut adalah Riansus Whenduri Pandiangan, S.Th
untuk peserta kristen dan Muhamad Nur Awaludin, S.Kom untuk peserta muslim. Keduanya
membawakan materi mengenai makna syukur dalam kehidupan mahasiswa baru. Antusiasme
peserta terlihat tinggi sepanjang sesi berlangsung.

Dalam pesan dan kesannya sebagai ketua pelaksana Opening SRM, Naila Noerita Aini
menyampaikan rasa syukurnya karena dapat berbagi dengan mahasiswa baru angkatan 2025.
Ia mengajak peserta memaknai syukur sebagai perjalanan kereta yang membawa setiap
penumpang menuju tujuan yang lebih baik. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Allah
SWT, seluruh akang-teteh dan rekan di Departemen Kerohanian, panitia, BEM HMPS, DPM
HMPS, seluruh perangkat acara, serta para narasumber. Ia berharap nilai-nilai syukur yang
didapatkan peserta dapat terus hidup dan diterapkan dalam kehidupan perkuliahan maupun
hubungan antar mahasiswa, tidak hanya berhenti pada hari penutupan. Kesan juga disampaikan
oleh Muthia Fitri Nurani selaku ketua pelaksana Closing SRM 2025. Ia sangat bersyukur dapat
terlibat dalam kegiatan ini dan memperoleh pengalaman serta pelajaran berharga selama proses
pelaksanaan. Muthia menyampaikan terima kasih kepada seluruh akang, teteh, rekan panitia,
dan peserta yang telah menyukseskan Closing SRM 2025. Ia berharap nilai-nilai tentang syukur
yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat diterapkan dalam kehidupan masing-masing, bukan
sekadar menjadi tema acara, tetapi menjadi bagian dari perjalanan spiritual setiap mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *