Bandung IPAI FPIPS UPI - Alhamdulillah, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada Kamis, 23 Juli 2026, Prodi Ilmu Pendidikan Agama Islam Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia (IPAI FPIPS UPI) merilis seruan refleksi edukatif bertajuk penguatan karakter dan pemeliharaan fitrah anak. Kegiatan kampanye edukasi publik ini dilaksanakan secara serentak melalui berbagai media informasi teoretis dan digital guna menggugah kesadaran para pendidik, orang tua, serta masyarakat luas di lingkungan Bumi Siliwangi dan sekitarnya. Melalui momentum bernilai spiritual ini, organisasi kemahasiswaan prodi berikhtiar menegaskan pentingnya menghadirkan pola pengasuhan serta metode pembelajaran yang hangat, ramah, dan penuh kasih sayang demi mendukung tumbuh kembang anak secara holistik selaras dengan visi program studi yang senantiasa menjadi pelopor dan unggul dalam pendidikan keagamaan.
Pesan utama yang diusung dalam peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menekankan bahwa kebahagiaan sejati bagi anak-anak tidak terletak pada tuntutan akademis yang berlebihan, melainkan pada perasaan dicintai, didengar, dan dihargai oleh lingkungan sekitarnya. Mendidik anak sejatinya adalah proses merawat fitrah suci bawaan lahir agar dapat berkembang secara optimal melalui lingkungan pengasuhan yang aman dan penuh kasih. Landasan teologis dari pendekatan ini merujuk pada hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim di mana Rasulullah Saw. bersabda, "Man laa yarham laa yurham" (Barang siapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi). Rasulullah Saw. sendiri memberi keteladanan nyata sebagai sosok pendidik yang sangat hangat kepada anak-anak, suka bercanda, memeluk, serta mendengarkan aspirasi mereka dengan penuh perhatian. Oleh karena itu, pendekatan parenting dan pembelajaran Islam kontemporer harus diwujudkan dengan menjadikan ajaran Islam terasa indah, inklusif, ramah, dan menyenangkan di mata generasi muda.
Secara teoretis, pendekatan pendidikan anak berbasis pemeliharaan fitrah dan lingkungan kasih sayang memiliki pijakan yang sangat kuat dalam diskursus ilmu kependidikan Islam modern. Berdasarkan penelitian ilmiah bereputasi nasional yang terindeks Sinta, interaksi edukatif yang mengedepankan empati serta komunikasi kasih sayang terbukti secara empiris mampu mengoptimalkan perkembangan emosional, meningkatkan rasa percaya diri, serta mencegah kecenderungan perilaku devian pada anak usia dini. Sementara itu, studi internasional dalam jurnal terindeks Scopus menegaskan bahwa penerapan metode pengasuhan yang hangat dan suportif (authoritative parenting style) berkorelasi positif terhadap pembentukan kecerdasan psikologis serta ketahanan mental anak dalam menghadapi tantangan disrupsi global di masa depan.
Peringatan dan edukasi publik peringatan Hari Anak Nasional yang digagas oleh HIMA IPAI FPIPS UPI ini merupakan wujud nyata dan kontribusi konkrit institusi dalam menyukseskan agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, inisiatif ini mendukung penyediaan lingkungan belajar yang aman, inklusif, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan fisik maupun psikologis. Selain itu, penanaman budaya kasih sayang dan perlindungan hak-hak dasar anak ini beririsan langsung dengan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), sebagai ikhtiar kolektif perguruan tinggi dalam menciptakan sistem sosial yang adil dan melindungi kelompok rentan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Peringatan Hari Anak Nasional ini pada hakikatnya menjadi sebuah ruang refleksi spiritual dan intelektual yang sangat mendalam bagi kita semua untuk menakar kembali sejauh mana kita telah meneladani kehangatan Rasulullah Saw. dalam membimbing anak-anak. Kesadaran bahwa anak adalah amanah suci dari Allah Ta'ala mengisyaratkan bahwa tugas utama pendidik dan orang tua bukanlah mendikte atau memaksakan kehendak, melainkan memfasilitasi bertumbuhnya potensi fitrah mereka dalam naungan kasih sayang yang tulus. Semoga melalui peringatan ini, seluruh sivitas akademika Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI senantiasa diberi kekuatan dan petunjuk oleh Allah Ta'ala untuk istikamah menjadi pelopor pendidik yang ramah, mencerahkan, serta berkomitmen melahirkan generasi ulul albab yang membawa kemaslahatan bagi syiar Islam rahmatan lil 'alamin. Untuk informasi literasi edukasi dan pembaruan kegiatan kemahasiswaan lainnya, silakan mengunjungi laman resmi di ipai.upi.edu atau memantau akun Instagram resmi @ipai_official.




