Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
“Geografi Berseni : Koordinat Seni, Menemukan Posisi Hati dalam Kreasi”

Geografi tak hanya berbicara tentang ruang, tanah, dan fenomena alam. Melalui Geografi Berseni yang diinisiasi oleh Departemen Minat dan Bakat BEM HMPG FPIPS UPI, Geografi dapat menjadi wadah untuk berkreasi dan berekspresi dalam seni yang bertujuan untuk menyalurkan minat dan bakat seni mahasiswa Pendidikan Geografi, sekaligus memperkuat hubungan antar angkatan. Geografi Berseni kali ini memiliki tema Koordinat seni : Menemukan posisi hati dalam kreasi diangkat sebagai simbol bahwa setiap insan memiliki garis lintang dan bujur estetikanya masing-masing. Layaknya peta, setiap karya seni memiliki titik awal, arah, dan tujuan.

Dalam pelaksanaannya, Geografi Berseni terbagi menjadi tiga bidang utama, yaitu Seruga (Seni rupa Geografi) disini mahasiswa diajak untuk berkreasi dalam seni rupa seperti melukis di kanvas, membuat kreasi  dari clay hingga membuat gelang dari manik - manik. Bidang selanjutnya yakni Muvgeo (Musik Vokal Geografi) Pada bidang ini kita diajak untuk berekspresi melalui musik dan bernyanyi. Bidang yang terakhir yakni Geri (Geografi Menari) disini kita dapat berkreasi dalam balutan tarian tradisional, modern maupun jenis tarian lainnya. ketiga bidang tersebut saling melengkapi dalam setiap pelaksanaan geografi berseni.

Geografi berseni dilaksanakan dua minggu sekali dengan dua Bidang yang berbeda dengan seruga sebagai bidang utamanya, contohnya minggu pertama bidang seruga dan Geri dua minggu kemudian yakni bidang seruga dan Muvgeo. dengan begitu kedua bidang akan efektif dalam pelaksanaanya. Geografi berseni ini biasanya dilaksanakan di taman UPI atau di Keong UPI pada sore hari Pukul 15.30.

Geografi berseni ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa aktif Pendidikan Geografi saja, tetapi bisa diikuti oleh mahasiswa lain atau masyarakat luar yang ingin berkreasi, berseni dan melepas penat dengan melukis, membuat manik manik, karokean bareng hingga dance Kpop bareng.

Selain memberikan ruang berekspresi, Geografi Berseni juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar mahasiswa dan masyarakat sekitar. Melalui tiga bidang yang dijalankan secara bergiliran, setiap peserta dapat memilih media berekspresi yang paling sesuai dengan minat mereka. Seruga yang hadir di setiap pertemuan menjadi bidang yang paling diminati karena aktivitasnya mudah diikuti oleh siapa pun. Mulai dari merangkai manik-manik, melukis di kanvas, hingga membuat kreasi clay, semua dapat dilakukan dengan harga yang sangat terjangkau. Penanggung jawab bidang hanya menyiapkan bahan dan alat, sementara kreativitas diserahkan sepenuhnya kepada mereka yang datang. Di sinilah nilai utama Seruga terlihat setiap orang bisa menciptakan karya versi mereka sendiri sambil melepas penat dari rutinitas kuliah atau pekerjaan.

Pada dokumentasi kegiatan Seruga yang ditampilkan, terlihat jelas suasana santai dan hangat ketika mahasiswa dan masyarakat sedang merangkai gelang dari manik-manik. Aktivitas ini menjadi salah satu favorit karena mudah dilakukan dan hasilnya bisa langsung dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Setiap orang bebas memilih warna, bentuk, dan pola manik-manik sesuai selera, sehingga setiap gelang yang dihasilkan memiliki karakter dan makna tersendiri. Momen berkumpul sambil membuat gelang ini tidak hanya menjadi ajang berkreasi, tetapi juga menjadi waktu untuk saling berbincang, berbagi cerita, dan membangun kedekatan secara natural.

Sementara itu, Geri memberikan suasana yang lebih aktif dan energik. Bidang ini membuka kesempatan bagi peserta untuk mengekspresikan diri melalui gerak tubuh. Pilihan tarian yang ditampilkan pun sangat fleksibel, mulai dari tari tradisional yang sarat makna hingga tari modern yang lebih bebas. Geri sering menjadi momen yang ditunggu karena nuansanya yang ramai, penuh tawa, dan mengajak semua orang untuk bergerak bersama tanpa rasa canggung.

Pada dokumentasi kegiatan Geri yang ditampilkan, tampak orang-orang yang hadir sedang belajar dance bersama. Kegiatan ini biasanya dimulai dengan pemanasan singkat, lalu dilanjutkan dengan mempelajari beberapa gerakan dasar sesuai jenis tarian yang dipilih baik itu tari tradisional, modern, maupun dance cover yang sedang populer. Suasananya selalu ramai dan penuh energi karena semua bergerak sambil tertawa, saling membantu menghafal gerakan, dan menikmati proses belajarnya tanpa tekanan. Momen belajar dance ini menjadi bukti bahwa Geri bukan hanya tentang menari, tetapi juga tentang keberanian mencoba hal baru dan merasakan kebersamaan di setiap gerakan.

Pada pertemuan lainnya, suasana akan berganti menjadi lebih musikal melalui Muvgeo. Di sini, peserta diajak untuk bernyanyi bersama, mencoba memainkan alat musik, atau sekadar menikmati suasana akustik santai. Muvgeo menjadi kesempatan yang baik bagi mereka yang ingin belajar gitar dari dasar, mencoba harmoni vokal, maupun sekadar menyumbangkan satu dua lagu. Bidang ini sering menciptakan momen kebersamaan yang hangat, terutama ketika peserta bernyanyi bersama dalam satu lagu yang familiar bagi semua.

Pada dokumentasi kegiatan Muvgeo yang ditampilkan di atas, terlihat suasana kegiatan yang berlangsung di tempat biasa bersama dengan lokasi yang kerap digunakan untuk Seruga dan Geri . Di sini, orang-orang yang hadir dapat bernyanyi bersama, mencoba memainkan alat musik sederhana, atau sekadar menikmati sesi musik santai yang dibawakan secara spontan. Kegiatan Muvgeo memang dirancang agar fleksibel dan bisa berlangsung di mana saja selama suasananya mendukung untuk berkumpul dan bermusik.

Namun, Muvgeo juga pernah dilaksanakan di studio musik untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi mereka yang ingin benar-benar mengeksplorasi permainan alat musik maupun vokal. Pelaksanaan di studio musik ini memberikan kualitas suara yang lebih baik, ruang yang lebih fokus, dan kesempatan bagi semua yang datang untuk mencoba alat musik dengan lebih leluasa. Kegiatan di studio ini biasanya menghadirkan sesi jamming yang lebih serius namun tetap santai, sehingga menambah variasi pengalaman bermusik dalam rangkaian kegiatan GBS.

Melalui rangkaian kegiatan yang bergantian ini, GBS tidak hanya menghadirkan pengalaman seni, tetapi juga membangun ruang aman dan inklusif bagi siapa pun yang ingin terlibat. Tidak ada batasan kemampuan, semua orang dipersilakan untuk mencoba, belajar, dan berkreasi. Itulah mengapa GBS menjadi salah satu aktivitas favorit, karena selain menyalurkan minat seni, kegiatan ini juga mampu menumbuhkan rasa kebersamaan antar peserta.

Geografi Berseni (GBS) hadir bukan hanya sebagai wadah aktivitas seni, tetapi juga sebagai ruang bertumbuh bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengenal dirinya, lingkungannya, serta orang-orang di sekitarnya melalui bahasa kreativitas. Melalui tiga bidang utama nya seruga, geri, dan muvgeo GBS berhasil memberikan pengalaman berbeda dalam berproses, berkarya, dan menjalin kebersamaan dalam suasana yang santai namun bermakna. Kegiatan ini membuktikan bahwa seni dan geografi dapat berjalan berdampingan, saling mengisi, dan menciptakan harmoni yang melahirkan ruang ekspresi yang inklusif.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini secara berkelanjutan, diharapkan GBS dapat terus menjadi ruang eksplorasi kreatif yang terbuka bagi siapapun tanpa batas kemampuan, latar belakang, maupun pengalaman. GBS bukan sekadar kegiatan, tetapi perjalanan menemukan koordinat hati dalam karya dan kebersamaan. Semoga kedepannya Geografi Berseni dapat berkembang lebih luas, menghadirkan lebih banyak bentuk karya, dan terus menjadi jembatan yang menghubungkan seni, geografi, dan nilai kemanusiaan di dalamnya.

Penulis:

Fosa Tannisa Zakhwa (2405415), Nadhifa Alya Purnama (2406032), Jihan Salima (2409088), Della Antika Wahyuni (2403835),    Ilham Nuramadan (2401181)

Editor: Syalwa Ramadianti (2407430)

  

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *