Kehangatan dan kebersamaan terasa memenuhi Panti Sosial Tresnawirda Asuhan Bunda, KPAD, pada 10 Mei 2026. Melalui program Sosiologi Beramal (SOSMAL), mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) hadir membawa empati dan kepedulian bagi para lansia yang tinggal di panti sosial.
Mengusung tema “Harmonia: Hadirkan Empati dan Kepedulian dengan Hangatnya Kebersamaan”, acara ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Tema Harmonia dipilih sebagai simbol terciptanya hubungan yang hangat dan harmonis antara mahasiswa dan para penghuni panti.
Acara berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.20 WIB dan diikuti seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan secara matang. Menurut Ketua Pelaksana SOSMAL, persiapan dilakukan melalui diskusi dan perencanaan bersama seluruh panitia, termasuk survei langsung ke panti sosial sebelum hari pelaksanaan. Survei tersebut semakin memantapkan keputusan untuk menjadikan Panti Sosial Tresnawirda Asuhan Bunda sebagai lokasi kegiatan karena kondisi dan kebutuhan para lansia dinilai sesuai dengan tujuan SOSMAL.
Program ini dirancang khusus untuk para oma dan opa yang tinggal di panti. Tidak semua penghuni panti memiliki keluarga yang rutin mengunjungi mereka, sehingga kehadiran mahasiswa menjadi momen yang sangat berarti. Panitia hadir bukan sekadar sebagai penyelenggara acara, melainkan memaknai diri sebagai cucu yang datang mengunjungi nenek dan kakeknya sendiri.
Tujuan utama SOSMAL adalah menumbuhkan empati dan kepedulian sosial mahasiswa terhadap para lansia, memberikan perhatian serta dukungan moral, sekaligus menciptakan interaksi positif yang mempererat hubungan antargenerasi.
Rangkaian acara diawali dengan briefing bersama seluruh panitia di COE UPI sebelum berangkat ke lokasi. Setibanya di panti, panitia langsung berinteraksi dengan para oma-opa, berkeliling menyapa, mengucapkan selamat pagi, dan memperkenalkan diri. Acara kemudian dilanjutkan dengan senam lansia bersama yang menjadi agenda rutin panti setiap pagi. Sebanyak lima sesi senam diikuti bersama-sama dan para oma-opa tampak sangat bersemangat sejak awal.
Setelah senam usai, panitia membagikan camilan pagi kepada para peserta. Di saat yang bersamaan, sesi sambutan dilangsungkan agar para oma-opa dapat menikmati camilan sambil menyimak acara sehingga suasana tetap nyaman dan tidak membosankan. Sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Ketua BEM, serta Ketua Panti Sosial.
Atas saran pihak panti, sesi foto bersama dilakukan segera setelah sambutan mengingat suasana hati para lansia dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan demikian, momen kebersamaan tersebut dapat diabadikan dengan baik.

Seluruh peserta kemudian diarahkan masuk ke ruangan dalam panti. Para panitia dengan sigap membantu oma-opa berpindah tempat, mulai dari menuntun hingga mendorong kursi roda, sehingga proses perpindahan berlangsung penuh kehangatan.
Di dalam ruangan, acara dilanjutkan dengan sesi bernyanyi bersama lagu-lagu nostalgia yang sangat digemari para lansia. Suasana semakin meriah dengan dibagikannya camilan, diikuti kegiatan merakit gantungan kunci sebagai kenang-kenangan. Pembuatan gantungan kunci dipilih atas saran pihak panti agar hasil karya tersebut lebih fungsional dan tidak menimbulkan limbah yang tidak terpakai.
Sesi permainan kemudian digelar untuk melatih kemampuan motorik para oma-opa melalui aktivitas sederhana yang menyenangkan. Permainan dirancang agar tidak memberatkan fisik karena cukup dilakukan sambil duduk dan memindahkan benda. Meski sederhana, kegiatan tersebut tetap mampu membangkitkan semangat dan tawa para lansia. Suasana semakin hidup karena sesi permainan berlangsung diiringi nyanyian bersama yang terus menggema di ruangan

Memasuki penghujung acara, panitia menyerahkan sertifikat kepada pihak panti, donasi yang telah dikumpulkan dari masyarakat, serta berbagai barang hasil penggalangan donasi untuk kebutuhan para penghuni panti.
Acara ditutup dengan sesi perpisahan yang penuh haru. Banyak panitia merasa terharu saat harus berpamitan dengan para oma-opa yang telah menyambut mereka dengan hangat. Sebelum meninggalkan lokasi, panitia turut mengantar satu per satu para oma-opa ke kamar masing-masing mengingat jadwal makan siang panti dimulai pukul 12.00 WIB.
SOSMAL tidak menghadirkan narasumber formal seperti dalam forum seminar. Konsep acara lebih menekankan pada interaksi langsung dan suasana kekeluargaan. Sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua BEM, dan Ketua Panti menjadi satu-satunya sesi formal dalam acara. Selebihnya, kegiatan dipenuhi dengan kebersamaan, tawa, dan cerita antara mahasiswa dan para lansia yang berlangsung secara alami.
Sebagai Ketua Pelaksana, Naura menyampaikan harapannya agar SOSMAL dapat menjadi wadah berkelanjutan dalam menumbuhkan empati, kepedulian, dan solidaritas sosial mahasiswa terhadap para lansia. Ia berharap mahasiswa semakin peka terhadap kondisi sekitar, terutama dalam melihat realitas kehidupan para lansia yang kerap luput dari perhatian.
Lebih dari itu, Naura juga mengajak seluruh panitia dan pihak yang terlibat untuk tetap menjaga silaturahmi dengan para oma-opa setelah acara berakhir. Komunikasi dapat terus terjalin meski hanya melalui pesan singkat karena banyak panitia yang telah mendapatkan nomor kontak para penghuni panti.
Kesan yang dirasakan selama menjalankan acara pun sangat mendalam. Ketua Pelaksana mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman emosional yang bermakna, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga seluruh panitia. Melalui interaksi langsung dengan para lansia, panitia banyak belajar dari perjalanan hidup yang penuh makna dan keteladanan.
Menurutnya, SOSMAL bukan sekadar kegiatan sosial biasa, melainkan pembelajaran hidup yang mengingatkan mahasiswa tentang pentingnya kepedulian, ketulusan, dan menghargai setiap fase kehidupan.
Lebih dari sekadar pengabdian masyarakat, SOSMAL 2026 menjadi momentum berharga dalam mempererat hubungan antargenerasi dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah kehidupan kampus yang dinamis. SOSMAL juga diharapkan menjadi awal tumbuhnya budaya kepedulian sosial yang terus hidup di kalangan mahasiswa Pendidikan Sosiologi UPI.
